<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720</id><updated>2011-07-08T18:12:01.835+07:00</updated><category term='pemilu'/><category term='politik'/><category term='STOPL NH JAMBI'/><category term='pembangun desa'/><category term='stipol nh'/><category term='Mahasiwa'/><category term='pendidikan'/><category term='ilmuwan'/><category term='perguruan tinggi'/><category term='bupati'/><category term='produksi dalam negeri'/><category term='profesional'/><category term='Komunikasi'/><title type='text'>DAS VENCHES</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-7444663180942581191</id><published>2010-10-10T13:43:00.000+07:00</published><updated>2010-10-10T13:47:12.502+07:00</updated><title type='text'>BERITA YANG SANTUN</title><content type='html'>Pada harian Kompas terbitan tanggal 23 Maret 2010, ada berita dengan judul KESETIAAN PETANI PUDAK MENJAGA PADI. Wartawan Kompas, dengan apik dan pilahan kata yang santun telah berhasil mengambarkan perjuangan dan usaha-usaha seorang petani sawah mengatasi kesulitan hidup dan kesulitan becocok tanam padi sawah, dengan segala masalah dan tantangannya.&lt;br /&gt;Pada berita tersebut seorang ibu tani bernama Warni bersama keluarganya berupaya merintis mencetak sawah baru di lahan tidur di desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.&lt;br /&gt;Pada berita tersebut betapa sulitnya Warni mencetak sawah baru dengan peralatan seadanya, serta kesulitan-kesulitan mendapatkan pupuk, benih, pestisida karena modal yang dimilikinya sangat terbatas untuk menggarap sawah yang tidak begitu luas.&lt;br /&gt;Kesulitan lain datang ketika padi sudah menguning, serangan hama burung pun tiba, dimana Warni harus berjuang lagi untuk menghalau burung. Pada berita tersebut juga dikemukakan berbagai teknologi untuk mengahalau burung, dari bersorak-sorak sambil berlari, menggunakan katapel dengan peluru bongkahan tanah liat, menggunakan orang-orangan sawah dengan tenaga penggerak angin, sampai menggunakan jaring untuk menutup hamparan padi yang harganya mahal dan tidak terjangkau oleh Warni.&lt;br /&gt;Pada tulisan itu juga dikemukakan Nani anak Warni yang akan menamatkan pendidikan di sekolah menengah pertama, yang atahun ini akan memasuki sekolah menegah atas dan tentu membutuhkan dana yang besar untuk keluarga Warni.&lt;br /&gt;Warni yang mempunyai jiwa kemandirian, dia berharap harga gabah hasil panennya dapat laku dengan harga tinggi kelak, dengan uang tersebut akan digunakan untuk membiayai anaknya untuk masuk sekolah baru di tahun ajaran baru.&lt;br /&gt;Tidak sedikitpun Warni menyesali keadaan dan menuntut kepada pemerintah, mungkin ada jiwa kemandirian dari Warni, atau memang tidak dipancing oleh wartawan dengan pertanyaan-pertanyan yang menjurus kepada jawapan sesuatu itu tanggung jawab pemerintah, rakyat yang sangat tergantung kepada pemerintah, atau semua dosa adalah dosa pemerintah.&lt;br /&gt;Berita yang santun, tidak cengeng, tidak tergantung pada pemerintah dan tidak menuntut kepada pemerintah itu saat ini sudah langkah diterima malau media massa, karena banyak wartawan mengarahkan pertanyaan-pertanya seperti itu.&lt;br /&gt;Di lain pihak, timbul pertanyaan, apakah berita seperti ini akan sensitifkah penjabat birokrasi dan legislatif menerimanya, karena setiap hari menerima berita yang keras, sehingga perasan sudah bebal, sehingga berita ini bisa dianggap angin lalu saja.&lt;br /&gt;Seharusnya tidak demikian, berita-berita yang santun seperti ini harus diperhatikan, agar berkembangan lagi komunikasi dengan santun, tidak dengan kritik pedas yang menyakitkan. Apa yang harus diperbuat dengan berita atau informasi yang disampaikan secara santun ini.&lt;br /&gt;Kemudian, ada hal yang mengelitik, berapa besar kerugian petani akibat hama burung, teknologi apa yang dapat digunakan yang murah dan tidak membuat petani sangat susah untuk menghalau burung pipit di sawah.&lt;br /&gt;Teknologi untuk menghalau burung ada dengan gelombang suara pada frekwensi tertentu, seperti yang digunakan di bandara untuk pengamanan penerbangan, apakah mungkin juga digunakan oleh petani disawah. Tentu jawabanya bisa ya bisa tidak. Kalua ada aliran listrik tentu bisa, tetapi bagi sawah yang jauh dari jaringan listrik tentu tidak. Disamping itu harga tentu sangat mahal.&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ahli teknologi suara, elektronik kita sudahkah melihat ada kebutuhan teknologi tersebut dengan menggunakan tenaga surya atau angin dan mungkin hibrid antara surya dan angin, sehingga bisa digunakan disawah terpencil. Tantangan bagi teknolog, lembaga penelitian dan perguruan tinggi&lt;br /&gt;Sungguh berita atau informasi yang ditulis oleh Rita Tambunan yang menggunakan pilihan kata yang santun itu bisa mengugah banyak pihak untuk berbuat, dan bisa menjadi inspirasi juga bagi orang-orang desa.&lt;br /&gt;Tulisan santun seperti itu bisa dicerna oleh orang-orang yang berjiwa halus, punya tanggung jawab dan kreatif, dan berita itu juga bisa ditulis oleh orang yang punya kehalusan budi.[Dasril Daniel, 25 Maret 2010]***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-7444663180942581191?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/7444663180942581191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2010/10/berita-yang-santun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/7444663180942581191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/7444663180942581191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2010/10/berita-yang-santun.html' title='BERITA YANG SANTUN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-2586267878529841455</id><published>2009-06-19T21:13:00.000+07:00</published><updated>2009-06-19T21:14:55.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stipol nh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>DEBAT CALON WAKIL PRESIDEN</title><content type='html'>KPU akan mengadakan dua kali debat calon wakil presiden, diharapkan pada debat calon wakil presiden penyelenggaraannya akan lebaih baik, debatnya akan lebih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu dipahami wakil presiden adalah pembantu presiden, wakil presiden bukan calon mandataris yang akan bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pemerintahan, maka kata-kata atau janji wakil presiden tidak bisa sepenuhnya menjadi acuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil presiden bisa berjanji setinggi bintang dilangit, kalau ia nantinya tidak melaksanakan, ia akan mengatakan kelak saya tidak berhak atau berkompten melaksankan, karena semua kebijakan di tanggan presiden, jadi wakil presiden tidak bisa membuat janji sendiri, kalau ia berjanji tidak pula bisa dipegang seratus persen, bukan mengatakan ia secara pribadi suka bohong atau sering mungkir janji, memang ia tidak punya kewenangan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para calon wakil presiden, semuanya intelektual, tentu punya gagasan, visi, misi, strategi dan program tersendiri. Prabowo dan Wiranto pernah, sosialisasi untuk jadi presiden, banyak gagasan yang telah dilontar kepada masyarakat, mungkin gagasan itu tidak akan keluar lagi, karena mungkin ada kesadaran baru, atau melebur dalam bentuk lain pada visi, misi, strategi, program calon presidennya selaku calon mandataris, mungkin ada yang masuk, mungkin ada yang tidak. Ini harus dipahami oleh khalayak ia berubah karena harus berubah, karena statusnya calon wakil presiden, jangan cepat di cap orang yang plinplan, yang penting diperdalam visi, misi, strategi, program presiden yang merupakan larutan dari gagasan mereka berdua, dan sejogianya larutan gagasan itu tertulis yang akan menjadi acuan mereka berdua. Dr Boediono tidak pernah sosialisasi tentu manyarakat tidak tahu, sekarang sudah mejadi larutan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat pada calon wakil presiden yang perlu diketahui adalah keluasan wawasan, kemampuan manajerial, kepemimpinan, kepiawaian politik, kesungguhanya akan membantu presiden, memahami visi, misi, strategi, program yang dibuatnya bersama presiden (sebagai pendalaman materi) serta penjelasan terhadap janji-janji presiden (sebaiknya berdasarkan naskah tertulis yang ditanda-tangani calon presiden), janji yang bisa dilempar oleh wakil presiden adalah kesungguhan membantu presiden dan kalau tidak sejalan lagi dengan presiden, mengundurkan diri seperti yang di contohkan oleh BUNG HATTA, tidak menjadi duri dalam daging kelak dalam pemerintahan. Semoga. (Jambi, 19 Juni 2009. Dasril Daniel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-2586267878529841455?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/2586267878529841455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/debat-calon-wakil-presiden.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2586267878529841455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2586267878529841455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/debat-calon-wakil-presiden.html' title='DEBAT CALON WAKIL PRESIDEN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-1514176605232954123</id><published>2009-06-19T21:11:00.001+07:00</published><updated>2009-06-19T21:13:19.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stipol nh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>DEBAT CAPRES DIBAWAH STANDAR …..?</title><content type='html'>SAYA tergelitik  untuk menulis ini, akibat membaca suatu statement pada salah satu media onliline yang mengatakan “Debat Calon Presiden Dibawah Standar”, sehingga menimbulkan pertanyaan dalam hati apakah ada standar debat lebih khusus lagi debat calon presiden. Setahu saya lembaga standar internasional (International Standard Organiszation atau ISO) tidah pernah menerbitkan standar debat. Selain itu lembaga standar nasional (Badan Standar Nasional atau BSN) juga tidak pernah menerbitkan standar debat atau tidak ada SNI debat. Mungkin yang menerbitkan standarnya Badan Standar Pendidikan Nasional, karena debat itu salah satu proses pendidikan, juga tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tidak tahu apakah Badan Standar Amerika Serikat (American Standard), ada standar debat, tetapi saya yakin tidak ada satu negarapun yang punya standar debat, karena tidak perlu, apa lagi standar kegiatan politik seperti debat politik, yang elastisitasnya / relatifitasnya sangat tinggi dan cepat berubah, sehingga susah membuat standar, dan standar tersebut susah menerapkan, dan cepat kedaluarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak ada standar, tidak ada lembaga yang mengakreditasi, klasifikasi, menilai, apakah suatu debat sesuai standar, diatas atau dibawah standar. Mungkin orang yang mengatakan debat calon presiden itu dibawah standar cendrung akan mengatakan tidak sesuai dengan harapannya atau harapan masyarakat, dan itulah yang dikatakan dibawah satanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Mungkin Membuat Standar Debat:&lt;br /&gt;Kalau dikatakan mungkin, bisa dijawab mungkin, atau dijawab tidak mungkin. Kegiatan apa saja yang bisa distandarkan, yang paling mungkin adalah proses, seperti undangan disampaikan dengan menyebut tema, waktu tempat, moderator, panelis, jumlah pengembira masing-masing tim sukses, tertib acara dan sejenisnya bisa distnadarkan. Personil pendukung debat, bisa distandarkan, sulit untuk dilaksanakan. Topik, gaya (style), tidak mungkin untuk distandarkan, apa lagi melaksankan sesuai standar karena menyakut substasni politik yang sangat relatif tersebut. Saya kira tidak ada elite politik atau lembaga politik yang ingin menstandarkan debat, kalau pun ada lembaga pemrakarsa, sudah bisa dipastikan stkeholder debat tidak menginginkan dan menyepakati standar debat, kesimpulannya standar debat tidak bakal ada. Kalau pun ada ketentuan-ketentuan pelaksanaan debat, hanya yang dibuat oleh penyelenggara, dan penggunaanya adhok saja. Seperti ada ketentuan waktu bicara, susunan acara, waktu bertepuk dan lain sebagainya, tetapi itu bukan standar yang berlaku umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat Capres Harapan dan Kenyataan.&lt;br /&gt;Kalau dipantau media pandang dengar (televisi) hari ini, yang mengemuka adalah banyak orang kecewa dengan tampilan debat pada malam jumat di Trans TV dan TVRI serta siaran tunda hampir seluruh stasiun televisi nasional. Sekuranga itu yang menonjol ditampilkan oleh para reporter, orang atau suka dengan tampilan debat itu hampir tidak ada, sekurangnya itu yang ditampilkan oleh televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari statemen yang dikemukakan itu adalah antara lain tidak ada saling serang antara kandidat, tidak ada adu argumentasi yang sengit, tidak seperti debat calon presiden di Amerika, tidak ada ketegangan atau tegang urat leher, tidak ada saling kritik atau saling menyalahkan, waktu tepuk tangan dibatasi, kalau sudah bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memikir, kalau debat yang baik itu seperti debat calon presiden AS, saya tidak tahu apakah yang mengeluarkan statemen itu sudah berapa kali memperhatikan debat presden AS yang lengkap dari awal sampai akhir, sekurangnya di Televisi, mungkin baru bisa menilai, tapi kalau dengan komentar di media, tentu bisa bias hasilnya. Yang saya pertanyakan lagi apa dia mengerti tingkah laku masyarakat, dan suasan kebatinan masyarakat AS menghadapi debat, serta tingkat pengetahuan dan wawasan masyarakatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dia tahu itu, saya yakin tidak akan membanding lansung (loncong) begitu saja, karena mengukur baju kita dengan orang AS. Membanding sesuatu yang tidak layak untuk dibandingkan, jadi tingkat errornya sangat tinggi, atau kesimpulan bisa bias. Karahter bangsa kita sangat berbeda dengan orang Amerika tersebut, kita di Timur, mereka di Barat, budaya berbeda, tempramen warga negara juga berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau menjadi bangsa yang besar, maka budaya kita tidak banyak dipengaruhi oleh budaya asing, dan sebaliknya budaya kita yang mempengaruhi budaya asing. Syarat pertama kita bangga dengan budaya kita, termansuk budaya berdemokrasi. Assimilasi budaya tidak akan bisa dihindari, tetapi jangan bangga dengan mecontek budaya demokrasi barat, budaya debat orang Amerika, adopt seperlunya saja, jangan rendah diri dengan budaya debat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dari komentar-komentar itu, yang diingikan ada budaya debat berantam, saling serang, saling sindir, saling kritik yang frontal. Ini yang tersirat dari kehendak orang yang ditayangkan di televisi, baik orang awam, malah ada pakar politik kenamaan. Kalau itu terjadi, para peserta debat saling serang, pengikut/ suporter/ pendukung/ menjadi emosi, apa akibatnya ditingkat akar rumput, orang Amerika tidak demikian, bisa mengendalikan emosi ketika mendengan dan sesudah debat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat publik calon presiden lebih hebat dari ujian terbuka disertasi doktor, karena ia harus menguasai data dan fakta yang sangat luas, undang-undang, terlebih undang-undang dasar, visi, misi, strategi dan program yang ditawarkannya, disamping berabagai teori ilmiah pendukung programnya, sehingga ia dapat berargumentasi secara elegan, dan argumennya sulit dipatahkan oleh kempetitornya, sehingga bisa teruji, intelektual dan manajerialnya. Kemudian kemampuan mengantisipasi setiap dinamika selama berdebat, sehingga teruji pula kepiawaiannya dalam berkomunikasi politik, dan penguasaan suasana, teruji pula kepemimpinannya. Itu belum banyak terlihat, ini bisa dipahami karena debat kemarin adalah debat pertama. Namun agak sedikit jaga sudah terlihat. Namun ada juga diantara mereka yang berdebat, seperti orasi pada kampanye terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal tepuk tangan dibatasi, apa perlu atau tidak, mungkin penyelenggara belum berani mengambil resiko, karena mungkin bukan tidak beralasan. Hampir merupakan kelaziman soal tepuk tangan, baik digelanggang oleh raga, pertunjukan hiburan, maupun digedung parlemen, tepuk tangan sering tidak terkontrol, ada tepuk tangan aplous, tenda kembira atau setuju / mendukung, tetapi juga ada tepuk tangan mengejek, suka-suka lama, mengganggu pembicara, sehingga pembicaraannya tidak terdengar atau sengaja diganggu. Pada debat-debat yang baik di berbagai tepuk tangan yang hebat, namun sebentar, kecuali  pada akhir acara, yang cukup panjang. Karena ini debat pertama bisa dimalumi, namun bisa juga di perlonggar, sehingga suasana lebih hidup, tetapi untuk sementara pemabatasan tepuk tangan masih diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat akan tercipta kelaziman debat yang hidup, elegan, berbudaya atau ber etikah, tanpa banyak aturan, kerena terlalu banyak aturan akan menhilangkan kreatifitas, tanpa ada aturan akan terjadi debat emosional atau debat kusir. Saya yakin debat politik yang akan datang akan ada perbaikan, namun tidak perlu mencontek Amerika, kita bangun debat yang mengakar pada budaya bangsa sendiri. Kita bukan anak jajahan, kita bangsa merdekan dengan jati diri sendiri. (Jambi, 19 Juni 2009, Dasril Daniel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-1514176605232954123?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/1514176605232954123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/debat-capres-dibawah-standar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1514176605232954123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1514176605232954123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/debat-capres-dibawah-standar.html' title='DEBAT CAPRES DIBAWAH STANDAR …..?'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-8074276731066212170</id><published>2009-06-19T09:18:00.000+07:00</published><updated>2009-06-19T09:21:15.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STOPL NH JAMBI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>DEBAT CAPRES TERLALU SANTUN ?</title><content type='html'>Untuk pertama kali dalam rangka pemilihan prsesiden dilakukan debat calon presiden secara langsung yang disiarkan langgsung oleh trans TV dan TVRI pada hari Kamis malam, 18 Juni 2008. Bagi saya suatu kemajuan berdemokrasi di negeri tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian telah tersiar komentar-kemntar para pengamat tentang perdebatan tersebut, komentar yang dilontarkanpun beragam, tergantung dari sisi mana mereka memandang. Keragaman memandang tersebut, kalau dapat diamati semuanya barang kali bisa menjadi sesuatu yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa komentar yang ingin saya komentari pula. Salah satunya seorang pakar, peneliti dan pengamat politi mengatakan “debat itu terlalu santun” seolah olah berdebat dengan santun seolah-olah salah, mungkin maunya debat calon presiden itu seperti preman pasar berdebat, lengkap asesorisnya dengan bahasa-bahasa kotor, atau mungkin perdebatan itu seperti perdebatan calon presiden Amerika. Mungkin ia lupa, Indonesia bukan Amerika. Bisa jadi juga ia menstandarkan demokrasi Indonesia seperti Amerika, itu sama saja mengukur baju orang indonesia dengan badan orang Amerika atau Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya debat yang santun tersebutlah yang baik, karena kita punya rasa, kendati debatnya santun, kalau diamati secara seksama ada perbedaan diantara mereka, tapi tidak pula perlu diungkap dengan pilhan kata yang tidak kesantunan. Debat tersebut memang jauh lebih santun dari bahasa atau pilihan kata yang digunakan dalam masa kampanye dan sosialisi sebelumnya atau waktu mereka tidak bertatap muka.  Perdebatan itu memang sangat santun bila dibanding debat yang dilakukan oleh kandidat calon presiden Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai kata ada saja yang memulai dengan ketidak santunan, dan ada yang membalas pula dengan ketidak santunan, pendukung mereka bisa salah pengertian karena tingkat intelektualnya tidak sama dan para pendukung bisa berantam. Alhamdulillah mereka bisa berdebat dengan santun, kadang kala ada yang memuji kepada yang lain, tidak memaki, barang kali dengan diawali debat langsung yang pertama ini, dimulai kampanye santun, intelek, dan elegant serta dilanjutkan oleh tim sukses masing-masing kandidat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkritik tidak perlu dengan kata-kata pedas, tetapi itu bisa dilakukan dengan kata-kata santun, budaya kita mengkritik bisa dengan pantun, tembang atau berkesenian lainnya. Mempergunakan pantun dalam mengkritik tidak perlu mengucapkan seluruh isi pantun, cukup sampiran pantun, pesan kritik sudah sampai. Tetapi semenjak tahun 1998 atau awal reformasi kita sudah biasa mendengan kritik dengan bahasa-bahasa kasar, caci-maki, carut marut sehingga kuping dan rasa kita berkurang sesitifitasnya. Ini tidak baik, kita bangsa yang berbudaya yang kita bangga-banggakan, mari kita mulai hidup yang santun, tekanan hidup sudah keras, jangan ditambah lagi dengan saling memaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tri In One&lt;br /&gt;Ada pula yang mengatakan, ketiga kandidat itu tri in one, atau sama saja, memang ada yang sama, yakni masalah yang dihadap masalah bangsa yang sama, dasar negara dan undang-undang dasarnya sama, cita-cita bangsanya sama, maka ada kebersamaan diantara mereka, tetapi kalau dicermati dengan baik juga ada yang berbeda diantara mereka, yakni cara menyelasaikan masalah yang dihadapi. Ini yang disuguhkan kepada calon pemilih, mana yang rasional dan mana yang irasional, kalau irasional tentu tidak akan dapat ia laksanakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada solusi untuk menghadapi masalah, mereka saling melengkapi. Ini harus dipahami bahwa manusia tidak sempurna, dengan ada pendapat orang lain, bisa mendekati kesempurnaan. Mereka bertiga pernah bekerja satu tim, mereka sudah saling tahu dan saling memahami, akan sangat elok bila salah satu diantara terpilih, melaksanakan konsep bersama tersebut, tidak ada yang salah mereka seolah-olah satu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang dihadapi bangsa, negara ini sangat berat, kemampuan negara dan pemerintah terbatas, sedangkan tuntutan, kebutuhan dan harapan rakyat tidak terbatas. Untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi itu adalah kerjasama semua pihak, seluruh anak bangsa. Kerjasama tidak bisa dimulai dengan kata-kata kasar,  saling ejek atau saling maki. Tetapi bisa dan sangat bisa diawali dengan kesantunan, inilah yang ditandai oleh DEBAT CALON PRESIDEN LANGSUNG PERTAMA. Awal dari REFORMASI SANTUN. Semoga, (Jambi, 19 Juni 2009, Dasril Daniel, Pengajar Ilmu komunikasi pada STIPOL NH Jambi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-8074276731066212170?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/8074276731066212170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/debat-capres-terlalu-santun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8074276731066212170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8074276731066212170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/debat-capres-terlalu-santun.html' title='DEBAT CAPRES TERLALU SANTUN ?'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-6624625233820746033</id><published>2009-06-17T23:29:00.000+07:00</published><updated>2009-06-17T23:31:27.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stipol nh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>NUANSA KEJIWAAN MASYARAKAT MENGHADAPI PILPRES 2009</title><content type='html'>Beberapa tahun terakhir ini, masyarakat berkali-kali menghadapi “PEMILU LANGSUNG” Semanjak pemilihan anggota ketua RT, Kepala Desa, Pilkada Gubernur, Bupati/Walikota, Presiden BEM, Gubernur BEM, pemilu legislatif yang baru lalu, dengan metoda yang sama, volume yang berbeda. Ada penyampaian visi/misi, kampanye, pemungutan suara langsung, pakai tim sukses, dan asesoris lainya. Masayarakat sudah jauh lebih cerdas dalam menentukan pilihan dan sudah banyak berubah, sehingga strategi kampanye yang dilakukan harus bisa mengantisipasi perubahan tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme Tinggi.&lt;br /&gt;Pada pilpres yang akan datang antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi jauh lebih tinggi dibanding dengan waktu pemilu legislatif. Hal ini dapat dibuktikan dengan hampir tidak ada wacana golput di media masa. Dan ini bisa dipahami pilpres lebih kongkrit dirasakan oleh masyarakat apakah calon yang contrengnya menang atau kalah, sedangkan pada pemilu legislatif lebih abstrak. Oleh sebab itu para capres dan cawapres jangan kecewakan mereka. Dalam hati mereka menghendaki calonya yang diperjuangkannya menang, kalau kalah menerima kekalahan dengan dengan gentel men/women. Salam, rangkulan dan dukung program yang menang. Masyarakat tidak ingin ada dendam politik dan yang diinginkan kemesraan politik. Rasa ini timbul karena melihat perkembangan “pemilu” yang macam-macam diatas, sering terjadi kerusuhan pasca pemilihan dan dendam. Rakyat sudah tidak suka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye Damai&lt;br /&gt;Secara gamlang kampanye damai adalah kampanye tanpa ada adu fisik atau kerusuhan, tetapi kampanye damai menurut hati nurani masyarakat, bukan sekedar itu, mereka ingin keluar dari mulut capres kata-kala santun, kritik dengan kesantunan, tidak ingin ada kampanye hitam, sebenarnya kampanye negatif. Kejiwaan orang barat bisa menerima itu, kejiwaan orang tidak bisa, jangan disamakan. Program yang berbeda saja, oleh kearifan orang timur sudah menyiratkan tidak beresnya program atau kebijakan masa lalu. Jadi dalam kampanye seyogianya para manajer kampanye, atau tim sukses memperhatikan psikologi komunikasi dan psikologi poilitik orang Indonesia, bukan mencontek psikologi barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amnesia.&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia bukan orang pelupa, para calon presiden dan wakil presiden adalah tokoh yang populer sudah sejak lama, masyarakat punya rekaman-rekaman ingatan tertentu pada para calon tersebut, jadi dalam kampanye para calon tersebut harus mengingat-ingat apa saja yang telah ia katakan, karena rakyat tidak sepelupa apa yang diperkirakan, kalaupun dibantah sana sini, untuk menghapus memorinya tidaklah begitu mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Kampanye&lt;br /&gt;Setiap ada pemilihan para kandidat selalu berjanji, setelah meraka terpilih, banyak diantaranya mengalami penayakit amnesia, yaitu lupa janji. Oleh sebab itu para kandidat banyak janji atau berjanji yang muluk-muluk, sekarang rakyat tidak serta merta akan memilih, malah sebaliknya. Ini di tandai kalau ada orang yang berjaji dan diperkirakan tidak akan dipenuhi, maka dikatakan janjicaleg, janjipemilu, janjikampanye. Yaitu janji yang akan pasti dipungkiri. Jadi para kandidat hati hati perjanji, kalau rada-rada tidak akan bisa dipenuhi, jangan berjanji. Presiden bukan raja atau kaisar monarki, yang kata-katanya merupakan undang-undang, perintahnya harus dilaksankan, uang negara, uang pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Rasional&lt;br /&gt;Masyarakat, sudah jauh lebih cerdas dalam menentukan pilihan, walau ia tidak pandai, dengan kecerdasannya ia bertanya kepada yang pandai. Yang pandai jauh lebih pandai, karena seringnya dialog di media masa, serta banyaknya pendapat para ahli, yang tidak tahu ekonomi politik sekarang tahu, yang tidak tahu komunikasi poilitik sekarang tahu, yang tidak tahu “sulap politik”, “silat politi”, “sandiwara politik” dan lain sebagainya sekarang masyarakat sudah banyak tahu. Jadi kalau ada program atau orasi politik rakyat sudah berpikir rasionalkah atau tidak. Kalau program tidak rasional, akan dicap kandidat tidak rasional, apakah negara bisa dikelola dengan irasioanal atau emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peragaan Kebodohan&lt;br /&gt;Para kandidat, semuanya pernah berpengalaman di birokrasi, jadi sangat tahu ada sistem disana, ada undang-undang yang mengatur, banyak stake hoder yang berkiprah, ada proses yang perlu waktu, banyak lingkungan strategi yang akan mempengaruhi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kemampuan negara terbatas, apalagi kemampuan pemerintah, apalagi-apalagi kemampuan presiden, sebaliknya kebutuhan rakyat tidak terbatas, dan selalu berkembang atau meningkat terus, demikian pula kebutuhan untuk mengus negara ini, jadi kalau ada yang membuat statemen sepertinya ia akan mampu mengelola negara dan melakukan perubahan dalam semalam, atau seperti meniup lampu aladin barang kali bisa diterjemahkan masyarakat sebagai pamer kebodohan, kalau mereka belum pernah dibirokrasi baik sipil atau militer barang kali rakyat akan mengatakan pamer ketidak tahuan. Hal ini harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanya A, dijawab B sampai Z lengkap, A tidak dijawab.&lt;br /&gt;Sekarang lagi bermusim dialog, debat dengan para kandidat atau tim sukses. Yang sering diperhatikan masyarakat ada pertanya panelis, dan jawaban pihak kandidat, sering dititanya suatu masalah, A misalnya, para kandidat akan menjawab hal lain dari yang ditanya secara panjang lebar dan kadang kala kali tinggi lagi, sedang yang ditanya tidak dijawab. Katanya jawaban diplomatis, atau jawaban politis. Padahal masyarakat meminta jawaban konkrit. Tapi kalau dijawab konkrit ia jadi celaka, kalau tidak dijawab, ia dianggap tidak menguasai masalah, tidak transparan, tidak jujur, atau kelihatan ada udang sebalik rempeyek. Jadi hati-hati bersilat lidah, sebagian masyarakat tahu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Partai Masih Perlu ?&lt;br /&gt;Partai untuk berkelompok, jadi satu partai mempunyai suara yang sama, sekarang atau semenjak adanya reformasi, seolah olah demokrasi diperlukan partai politik sebagai media perjuangan untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Fenomena sekarang sudah tidak demikian, partai memutuskan sesuatu, individu elite berpendapat dan berbuat lain, bahkan unit bawah seperti wilayah, daerah, organisasi pendukung bertindak lain. Artinya tingkah laku orang partai yang menghendaki tidak perlu partai, tidak perlu fraksi partai di palemen, tidak perlu anggota parlemen dari partai, kita rubah demokrasi bermedia partai atau apa namanya, mejadi demokrasi individual. Caleg perorangan, calon Bupati/walikota, gubernur, dan capres perorangan saja, semua partai membubarkan diri, karena demikian kecendrungannya, elit partai yang menghendaki demikian secara tidak disengaja, dan elit partai sendiri yang menghacurkan partainya dari dalam. Lihat saja fenomena sekarang ini. Atau mungkin saja partai hanya perahu tambang, kalau sudah sampai diseberang, bayar, perhu boleh jalan, penumpang jalan pula sendiri, kalau perlu penumpang tadi menumpang dengan kedaraan lain. Jangan sesali nanti orang tidak mau lagi menjadi anggota partai, dan tidak mau pemilu legislatif, tinggal pemilu pimpinan eksekutif, untuk anggota parelemen calaon peroranggan. Yang akan menang adalah pimpinan organisasi sosial yang selalu memperhatikan dan menolong rakyat, hati-hati orang partai bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan terjadinya perubahan dimasyarakat sekarang ini, apakah bisa pakai metoda konvensional selama ini, ini perlu kejelian konsultan kampanye mengkaji lebih dalam, strategi dan taktis apa yang tepat digunakan. Kalau pakai metoda konvensional dalam berkomunikasi politik, bisa konyol. Dana habis besar, hasil mengecewakan. (Dasril Daniel, Pengajar Pada Program Studi Ilmu Komunikasi, STIPOL NH, Jambi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-6624625233820746033?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/6624625233820746033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/nuansa-kejiwaan-masyarakat-menghadapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6624625233820746033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6624625233820746033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/nuansa-kejiwaan-masyarakat-menghadapi.html' title='NUANSA KEJIWAAN MASYARAKAT MENGHADAPI PILPRES 2009'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3074972834062662586</id><published>2009-06-12T09:30:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T09:33:06.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perguruan tinggi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stipol nh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembangun desa'/><title type='text'>KEMAH KERJA MAHASISWA</title><content type='html'>Sewaktu saya menerima undangan wisuda anak saya di Universitas Jambi, tanggal 13 Juni 2009, pada acara wisuda tersebut juga dirayakan Dies Natalis Universitas Jambi ke 46. Dalam rangkaian kegiatan tersebut yang menyampaikan orasi ilmiah adalah Prof. dr. Fasli Djalal, PhD. Saya akan bertemu dengan teman lama yang sudah 32 tahun saya tidak bertemu dan tidak pula berkomunikasi, namun saya kira saya tidak mungkin berjabat tangan dengan beliau, karena situasi tidak akan memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenangan saya melambung kembali pada tahun 1977, waktu itu beliau menjabat Ketua Dewan Mahasiswa UNAND PADANG, bersama dengan Prof. Dr. Ir. Nadirman Haska. MSc. APU, yang sekarang menjadi peneliti pada BPPT, ketika itu menggagas Kemah Kerja Mahasiswa (KKM), suatu kegiatan yang digagas dan dilaksanakan oleh mehasiwa, untuk mengabdi dalam pembangunan desa, kegiatannya seperti TNI Masuk Desa sekarang, kalau tidak salah waktu itu belum dikenal ABRI masuk desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kegiatan mendorong pembagunan desa, yang berorientasi pada kebutuhan desa, yang lebih dahulu disurvei oleh mahasiswa, rancangan kegiatan dibuat bersama antara mahasiwa dengan masyarakat desa langsung, tanpa banyak campur tangan pemerintah dalam perancangan, jadi betul-betul pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan dapat memecahkan sebagian masalah yang ada, dan hasilnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan waktu itu dilaksanakan di Nagari (Desa) Padang Ganting, Kecamatan Lubuak Mato Kuciang, Padang Panjang, Sumatera Barat, desa terakhir di kaki Gunung Singgalah, dataran tinggi yang cukup dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan waktu itu difokuskan pada tiga kegiatan yakni, pertanian, peternakan dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang Pertanian, sesuai dengan kebutuhan masyarakat adalah, memperbaiki mesin penggilingan tebu yang sudah lama tidak bisa dioperasikan, pembuatan saluran irigasi, introduksi varitas kentang baru (kalau tidak salah varitas Granola), penyulahan pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang peternakan adalah intoroduksi bibit raumput baru ketika itu (rumput gajah), penyluhan tentang pemeliharaan / penggemukan sapi, peragaan penanaman, dan pembuatan kandang percontohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang kesehatan, pengobatan masal (sakit kulit scabies dan saluran penafasan) penyakit yang paling dominan hasil survei, dan penyuluhan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiwa yang ikut adalah mahasiwa senior atau “mahasiswa pengangguran” mahasiwa yang telah sesesai melaksanakan tugas studi atau telah ujian akhir, sehingga tidak mengganggu perkuliahan mereka, sedangkan dokter yang melakukan pengobatan ada yang telah lulus ujian dokter dan diawasi oleh doter senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kenangan manis disana, seorang dokter muda yang cerdas, bisa berimprovisasi dalam melakukan pengobatan, saya ingat seorang mahasiswa yang mendapat kasus darah tinggi, sedangkan obat darah tinggi tidak disediakan karena selama survei tidak ditemukan kasus darah tinggi. Ketika pasien datang cukup tinggi, tetapi ia katakan tinggi sedikit, agar pasien tidak stress katanya. Waktu pasien menanyakan pantang, ia katakan tidak ada pantang, tetapi garam kurangi, kalau bisa tidak, agar jangan ada perlawanan dalam hati si pasien untuk melanggar pantang, kemudian diberi vitamin C, dan vitamin lainnya, kemudian diminta sambil pulang cari seledri untuk diremas dan diminum airnya, kalau ada kumis kucing, rendam dengan air panas, minum airnya, katanya itu obat herbal yang merangsang banyak kencing, yang bisa melarutkan garam dalam darah, dan dibuang pada waktu kencing, dan pasien diminta banyak minum. Untuk meyakinkan ia doter hebat, dimana ada keluahan pasien dilengketkan stetoskop termasuk dibahu belakan, kening dan belakang kepala. Mahasiwa lain yang melihat sang “dokter cerdas” berpraktek terpaksa menahan tawa, untuk mejaga wibawa sang dokter, setelah pasien pergi, ketawa meledak, sang dokter cerdas senyum-senyum sambil menerangkan alasan ia memperlakukan pasiennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sore hari setelah penat bekerja dengan penduduk desa, diadakan oleh raga masal mejelang magrib bersama orang desa yang sama-sama gotongroyong dari pagi sampai sore tanpa henti. Pada waktu olah raga tersebut ada pertandingan bola persahabatan, ada diantara pemain dari warga desa yang keseleo, dokter cerdas bertindak sebagai dokter pertandingan, langsung memeriksa pasien sesuai “standar prosedur” termasuk memeriksa kaki yang keseleo dan dengkul diperiksa dengkulnya dengan stetoskop, diputuskan tidak boleh melanjutkan, pasien diberi obat penghilang rasa sakit, dan minta bantuan “dukun urut pertandingan” melakukan terapi penyembuhan dengan minyak gosok. Pertandingan selesai sang pasien sembuh. Minta tolong dukun urut pertandingan karena sang doter tidak ahli fisoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mengerjakan saluran irigasi yang menjadi tugas pokok mahasiswa fakultas pertanian diperkirakan tidak akan selesai sesuai jadwal, karena sulitnya medan ditebing sungai, sedangkan batu diambil dari dasar sungai yang cukup dalam dan terjal. Masyarakat sangat membutuhkan irigasi tersebut, dan diharap selesai sesuai jadwal, maka secara suka rela mansyarakat menambah tenaga untuk gotong royong, demikian juga mahasiswa mengerah dari semua kotingen untuk gotong royong menyelasaikan irigasi tersebut, dua hari menjelang penutupan kegiatan selesai, pada hari penutupan irigasi bisa berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pertenakan, waktu penyuluhan tenatang rumput gajah, ketika itu belum ada rumput gajah di desa tersebut belum dikenal rumput gajah, selesai penyuluhan masyarakat langsung berebut bibit rumput gajah, bibit satu truk langsung ludes, dan besoknya sudah ditanam di lahan masing-masing. Sedangkan untuk peragaan dan kebun bibit terpaksa didatangkan bibit baru dari Padang Menggatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, tidur di tenda-tenda yang dipinjamkan KODAM, untuk penerangan dengan lantera di dalam tenda dan obor diluar tenda, karena desa tersebut tidak ada listrik, mahasiwapun tidak berkeinginan menggunakan listrik, ruang makan merangkap ruang diskusi dengan menggunakan lampu pertromak, suasana desa betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaca pembukaan dan penutupan sangat sederhana, cukup sedikit pidato dari Bapak Fasli Djalal, kemudian camat atau kepala desa waktu itu, kemudian tiap hari kerja keras di proyek masing-masing bessama orang desa, malam penyuluhan dilanggar-langgar dan menyebar sesuai jadwal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Prof Harun Zein, Gubernur Sumbar, berjanji akan datang mengunjungi KKM, tetapi tidak ditentukan waktunya. Beliau datang sendiri, tanpa pemberitahuan baik kepada Universitas maupun Dewan Mahasiwa UNAND. Ketika akan makan malam, sedah Magrib beliau datang, makan bersama dengan piring kaleng antri seperti mahasiwa, ya makan orang lapangan, kemudia dilanjutkan dengan diskusi apa saja sampai larut malam. Beliau menerangkan tentang filsafah pembanguanannya, visinya, strategi dan program, masalah-masalah dan tantangan yang dihadapi termasuk issu-issu yang menerpa pribadinya, banyak konsep pembangunan daerah atau pedesaan yang dapat saya pertik dan masih relevan sampai sekarang, malah konsep tersebut sangat tepat dengan otonomi sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya belajar kepemimpinan, secara aklamasi saya diangkat menjadi ketua kontingen, dari fakultas pertanian, diantara paserta badan saya yang paling kecil untuk menggerakan anggota kontingen untuk kerja keras siang malam dengan displin tinggi, kalau tidak demikian target tidak tercapai. Pertama yang saya lakukan adalah meminta komitmen kepada seluruh anggota kontingen malakukan segala kesepekatan, dan kami mampu melaksakan tugas dengan baik.&lt;br /&gt;Kegiatan tersebut, non kurikuler, semata pengabdian kepada masyarakat, jadi semua yang ikut untuk siap berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hendak saya sampaikan berdasar pengalaman, sepanjang suatu program yang dapat menyelasaikan masalah orang desa, partisipasi masyarakat akan timbul malah luar bisa, diluar dugaan. Program itu harus dirumuskan bersama, dikerjakan bersama, dan ambil peran masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mejadikan pertanyaan mungkinkah Kemah Kerja Mahasiwa tersebut dapat digiatkan oleh Ditjen Dikti, Depdiknas, yang konseptor, penggagas, penggeraknya adalah Dirjen itu sendiri, dan beliau sangat tahu hasil evaluasinya. Kemungkinan beliau lupa dan beliau malu hati mengatakan itu konsepnya, dan perpengalaman melakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira gerakan Kemah Kerja Mahasiwa dapat dilakukan oleh perguruan tinggi atau gabungan perguruan tinggi terutama di daerah, untuk sedikit memberi sumbangsih atau darma bakti pada desa-desa sulit dan terpencil. Banyak himah, suka duka yang dihadapi dan menimbulkan kenangan manis. Tidak terpaksa dan tidak dipaksa, karena tidak ada nilai akademisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam merumuskan program biarkan mahasiwa dan orang desa yang merumuskan program dan kegiatan, tanpa campur tangan birokrat kampus dan birokrat pemerintah, sehingga membelenggu kreativitas mereka, kalau dipercaya mereka bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu untuk pengembangannya perlu pengkajian, karena zaman tiga darsa warsa yang lalu tidak sama dengan sekarang. Selamat Berkunjung Ke Jambi , Bung  Fasli Djalal, teruskan perjuangan anda seperti idealisme anda ketika menjadi mahasiwa Fakultas Kedoteran UNAND dan Ketua Dewan Mahasiwa UNAND, lembut, santun, istiqamah berjuang. [Jambi, 12 Juni 2009, Dasril Daniel, Dosen Stipol NH, Jambi]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3074972834062662586?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3074972834062662586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/kemah-kerja-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3074972834062662586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3074972834062662586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/kemah-kerja-mahasiswa.html' title='KEMAH KERJA MAHASISWA'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-2622820625128303468</id><published>2009-06-10T06:25:00.001+07:00</published><updated>2009-06-13T22:35:31.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perguruan tinggi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profesional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmuwan'/><title type='text'>MENJADI SARJANA ILMUWAN, PROFESIONAL ATAU PENGANGGURAN</title><content type='html'>Dewasa ini terjadi pengangguran tingkat tinggi, artinya yang paling banyak menganggur tersebut adalah tamatan perguruan tinggi S1 (bachelor degree) atau setara sarjana muda tahun 06-70 an, sarjana tanggung atau sarjana yang belum sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S1 sebenarnya bukan orang yang siap latih, tetapi siap untuk melanjutkan pada tingkat sarjana, atau pakai istilah masa lalu, tingkat dochtoral, dan kalau kita berpatok pada hal masa lalu tersebut sepantasnya tamatan perguruan tinggi S1 banyak menjadi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kerja swasta, tidak terlalu memikirkan S berapa yang mereka sandang, dan berapa lebar ijazah yang mereka miliki, yang penting kemampunya dalam bekerja. Celakanya pemerintah menyamakan sejak dahulu sampai sekarang, sarjana yang telah melalui pendidikan tingkat dochtoral (setara S2) dengan S1, yang setara dengan sarjana muda masa lalu, dengan pangkat awal IIIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan terjadinya pengangguran tersebut bermacam-macam, salah satunya adalah tamatan perguruan tinggi (S1) tidak profesional, dan ini bisa dipahami karena ilmu yang dikuasainya masih tanggung, mereka sebenarnya belum siap pakai atau siap latih, tetapi siap lanjut, menjadi setara dengan sarjana tahun 70-an yakni S2. Untuk hal ini sebaiknya, S1 dan S2 menjadi satu paket seperti masa lalu. Celakanya S2 pada dewasa banyak yang tidak relevan dengan S1-nya, maka banyak sarjana S2 jungkir balik, dasar tidak kuat tetapi S2 dibidang tertentu. Dunia usaha swasta bereaksi, bila akan menerima S2 dengan persyaratan S1 yang relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila memandang lebih dalam, suatu perguruan tinggi akan menghasilakan sarjana apa? Ilmuwan, profesional, pencipta lapangan kerja atau pengangguran. Sering tidak terumuskan dengan baik, dan mengambang. Pada tingkat pendidikan menengah hal ini telah terumus dengan baik, yang ingin mejadi profesional sekolahnya di SMK, sedangkan yang untuk melanjutkan di SMA. Alumni SMK yang akan memperdalam ilmunya, lanjut ke politeknik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecendrungan memperbaiki perguruan tinggi ini embriyo sudah ada, dimana Fakultas Kedoteran Univesitas Indonesia, ada Fakultas Kedoteran yang akan menghasilakan dokter ilmuwan, dokter profesional untuk pengobatan modern, profesioanal untuk obat-obat herbal. Jadi mahasiwa yang masuk sudah jelas hendak kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia butuh sarjana yang ilmuwan, karena penelitian kita jauh tertinggal dari negara-negara lain, dengan sarjana yang ilmuwan ini penelitian akan berkembang, sarjana yang ilmuwan ini akan mengabdi sebagai peneliti dan dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarjana yang dicadangkan untuk mengisi lapangan kerja diberbagai profesi lainya, tentu harus diciptakan sarjana yang profesional pula. Banyak hal yang mempengaruhinya seperti tersedianya laboratorium, workshop (bengkel kerja), sarana dan porasarana latihan, perpustakaan, kurikulum yang pas dan dosen profesional dibidangnya selain profesinya sebagai dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perhatikan fakultas kedoteran, hampir semua dosen pada fakultas kedoteran dosennya berprofesi sebagai dokter, sekurangnya praktek pribadi di sore atau malam hari, dan malah banyak yang berprofesi sebagai dokter di rumah sakit, fakultas kedoteran menghasilkan tenaga profesinal yang lebih baik dibanding yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama, pada jurusan arsitektur, rata-rata dosen pada jurusan arsutektur berprofesi sebagai arsitek diluar waktu mengajar, dan menghasil sarjana arsitek yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang timbul, bagaimana dengan jurusan lain, banyak diantara dosennya hanya sebagai dosen saja, kalua demikian, akan sulit menghasilkan tenaga profesional dibidangnya. Dosen yang profesional dibidangnya ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalamannya berkembang terus, dan ia bisa menularkan kepada mahasiwa dunia nyatanya, bukan hanya teori yang dibuku-buku tebal itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekurangnya seorang dosen harus selalu meneliti, mengamat, diskusi, dan menulis. Kegiatan tersebut bukan karena terpaksa karena untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat, tetapi sebagai panggilan jiwa. Ia akan dapat mengimbangi dosen yang berprofesi sesuai dengan bidang yang diampuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memciptakan lulusan yang bisa menciptakan lapangan kerja, atau entrepreneur ini sangat dibutuhkan, karena entrepreneur Indonesia masih rendah atau dibawah 2 persen, yang baik itu diatas 4 persen dari penduduk, sehingga bisa mencitakan lapangan kerja. Entreprenur tidak bisa diajarkan, karena ia merupakan sikap mental, tetapi dididikan, maka dosen untuk entreprenur juga harus entrpreneur, sehingga semangat dan kiat menjadi entrepreneur itu bisa dirangsangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perguruan tinggi tidak fokus seperti diatas, apa lagi dengan target sebanyak-banyaknya meluluskan sarjana, tanpa mempertimbangan kulalitas dan fokus untuk sasaran-saran tertentu, maka perguruan tinggi tersebut perguruan tinggi pencipta sarjana instan, pencetak ijazah, dan pencetak pengangguran. Perguruan tinggi pencetak pengangguran perguruan tinggi yang berdosa kepada bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian pengaguran atau tidak juga sangat tergantung kepada mahasiwa, atau lebih tepat niat mahasiswa memasuki perguruan tinggi tersebut, apakah untuk menacari status dan secarik kertas ijazah, atau memasuki perguruan tinggi untuk lebih pandai, cerdas dan terampi. Hasilnya apa yang diniatkan, untuk mecari status atau secarik kertas ijazah, hasinya sarjana pengangguran, dan tergolong pengkhianat diri sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-2622820625128303468?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/2622820625128303468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/menjadi-sarjana-ilmuwan-porofesional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2622820625128303468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2622820625128303468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/menjadi-sarjana-ilmuwan-porofesional.html' title='MENJADI SARJANA ILMUWAN, PROFESIONAL ATAU PENGANGGURAN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-8860406774040050138</id><published>2009-06-05T08:00:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T08:05:41.296+07:00</updated><title type='text'>PEMIMPIN   SEDERHANA</title><content type='html'>Bulan-bulan terakhir ini seluruh Warga Negara Indonesia tersita dan disita perhatiannya untuk menentukan calon pemimpin bangsa, siapa yang akan dipilih diantara warga kita sendiri untuk memipin kita lima tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mempelajari ilmu kepemimpin, kriteria sangat banyak, namun pada tulisan ini saya akan mengemukaan kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merumuskan kesederhanaan itu tidaklah mudah, karena kata-kata sederhana kata-kata relatif, sulit merumuskannya. Namun menurut saya sederhana mengkonsumsi sesuatu sesuai kebutuhan, tidak berlebihan atau boros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan mengapa hidup harus sederhana? Dari sisi agama setahu saya semua agama menganjurkan untuk hidup sederhana atau tidak berlebih-lebihan, tetapi saya tidak membahas dari sisi agama, karena bukan bidang yang saya kuasai, tetapi dari sisi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hidup berlebih-lebihan, akan mengkonsumsi atau menggunakan barang jauh melebihi dari kebutuannya. Hidup sederhana bukan berarti tidak perlu pakai mobil, televisi, komputer, rumah, dan lain sebagainya, tetapi cukup untuk kebutuah dan peralatan itu fungsional, dan dapat digunakan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu keluar butuh dua mobil, ya cukup memiliki dua mobil saja, kemudian memliki satu rumah seluas 100 meter2, halaman tidak terlalu luas, pakaian tidak terlalu banyak, bisa dipakai berkali-kali, bukan setiap penampilan harus berpakaian baru. Kendati mampu membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hidup sederhan adalah orang yang rasional, sehingga semua harta benda miliknya dapat digunakan secara optimum, untuk itu ia tidak berkeinginan memiliki semuanya, seperti tidak perlu memliki villa yang luas dengan halaman yang luas, tetapi cukup menyewa saja, karena akan digunakan tidak setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang yang sederhana menggambar orang itu rasional, orang yang mempu mengendalikan hawa nafsu, jadi pemimpin perlu rasional, dan perlu mampu mengendalikan diri, karena untuk mengendalikan pengikutnya harus rasional. Orang yang tidak mampu mengendalikan diri orang tersebut tidak akan mampu pula mengendalikan orang lain. Orang yang tidak mampu mengendalikan diri ia akan memaksakan kehendaknya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sederhana, orang yang dalam hidupnya tidak banyak menggunakan barang-barang, artinya orang yang tidak banyak menggunakan sumberdayaalam dan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita renungkan satu mobil sedan, membutuhkan baja lebih dari satu ton, satu ton baja berton-ton batu yang mengandung besi yang ditambang, berapa luas lahan yang harus dikorbankan. Untuk mengolah besi mejadi satu mobil berapa megawatt listrik digunakan, atau berapa ton solar yang dibakar, dan hasil perapa karbon dioksida yang dilepas ke angkasa, yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global. Lahan yang dibuka untuk tambang hutan harus digundul, lingkungan rusak yang menyebabkan longsor, sulitnya air untuk pertanian yang juga akan menyensarakan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita analisa lagi besi beton yang digunakan untuk membangun rumah, villa, beserta pagar, berapa lagi hutan dirusak, banjir yang ditimbulkan, gan rumah kaca yang terlempar ke udara, petani dan orang lain yang terganggu kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun rumah, berapa puluh ton bata, tanah liatnya diambil dari alam dan kerusakan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan membutuhkan semen puluhan ton, pasir, koral, sama halnya dengan besi beton, bata, dihasilan dari tambang, merusak alam. Jadi orang hidup yang tidak sederhana adalah orang perusak alam, apakah wajar kita memilih pemimpin orang yang senang dan besenang-senang dengan merusak lingkungan dan menyesengsarakan orang lain. Sedangkan pemimpin dalah orang yang mesejahteraan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bermewah-mewah biasanya punya halaman rumah dan villa mempunyai halaman yang luas-luas, artinya dengan kemampuan pribadinya ia mengurangi kesempatan kepada orang lain untuk mendapatkan lahan untuk dapat hidup layak, kata ekstrimnya, orang yang memliki rumah dengan halaman sangat luas adalah pencipta atau mendorong terciptanya tuna wisma atau gelandangan.&lt;br /&gt;Halaman villa yang sangat luas di pergunungan, artinya mengurangi kesempatan petani untuk berusaha, rusaknya tata air, artinya orang yang bermewah-mewah orang yang meyesengsarakan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diteruskan lagi analisisnya, akan sangat panjang sekali, anda akan bosan membacanya, merampas hak anda untuk menganalisis lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bermewah, mewah adalah orang yang hedonis, tak peduli dengan orang lain. Orang yang bermewah-mewah orang yang menganut pahan kapitalis, leberalis, atau neo liberal, dia akan mengambil segalanya, karena ia mampu. Dengan kemapuannya ia mengalahkan orang lain dan menyesengsarakan orang lain, menyebabkan kerusakan alam global, kemiskinan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan adalah apakah kita wajar memilih seorang pemimpin yang bermewah-mewah dengan kekayaanya, sebaliknya apakah kita tidak pantas memilih orang yang sederhana. Ditambah lagi orang yang sederhana tidak tergiur untuk menumpuk-numpuk harta, artinya orang sederhana tidak tergiur untuk korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaya tidak dilarang, agamapun tidak melarang orang menjadi kaya, tetapi orang yang sederhana, kekayaannya bisa mensejahteraan orang lain dengan membayar pajak dan zakat. Uang yang berlebih disimpan di Bank, berputar dan diputarkan oleh orang lain menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerja untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah khalifah dimukan bumi, kita ini pemimpin ditataranya, sekurang menjadi pemimpin untuk dirinya, makan wajib hidup sederhan, mencelakai orang lain hidup bermewah-mewah. Tidak wajar memilih pemimpin yang hidup berlimpah kemewahan, karena ia akan menajdi idola banyak orang, artinya kita akan mengembangbiakan virus kesengsaraan kepada banyak orang terutama orang yang lemah dimana saja ia berada. [Dasril Daniel, Jambi, 5 Juni 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-8860406774040050138?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/8860406774040050138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/pemimpin-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8860406774040050138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8860406774040050138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/pemimpin-sederhana.html' title='PEMIMPIN   SEDERHANA'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3980691189627811465</id><published>2009-06-02T23:56:00.000+07:00</published><updated>2009-06-02T23:56:15.435+07:00</updated><title type='text'>PEMIMPIN YANG MEMIMPIN PERUBAHAN</title><content type='html'>Saya punya baju ketika saya membuat baju tersebut, sangat menarik, nyaman saya memakainya, sekarang baju tersebut, tidak nyaman lagi saya pakai, ronanya sudah pudar modenya sudah ketinggalan. Ketika baju itu tidak nyaman, apakah saya salahkan tailor yang membuatnya, atau kain yang menysusut, kain yang pudar, atau badan saya yang melar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya akan membuat baju baru lagi, disainer dan tailor sedang saya pilih, mana disain yang sesuai untuk lima tahun akan saya pakai baju tersebut dan nyaman. Tailor mana yang bisa memilih kain dan corak yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman punya tantangan sendiri, masa lalu, masa sekarang tidak sama dan tidak pernah ada yang sama, apakah saya akan memakai baju dengan ukuran masa lalu, atau masa sekarang, untuk saya pakai masa yang akan datang. Apakah baju menyesuaikan dengan badan saya atau badan saya yang akan menyesuaikan dengan baju, atau desainer dan tailor yang membuat penyesuaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kehidupan bernegara juga begitu barang kali, ada istilah yang sangat populer yaitu lingkungan strategi, EKPOLSOSBUD, yaitu ekonomi, politik, sosial dan budaya. Lingkungan strategi ini berubah, makan kebijakan pemerintah juga berubah, program pembangunan juga berubah, yang tidak berubahan adalah visi bangsa yaitu masyatakat adil makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan strategi lima tahun kedepan tidak sama dengan lima tahun yang lalu, dan tidak sama pula dengan lima tahu sebelum-sebelumnya. Kalau mekaji baju-baju zaman tersebut (kebijakan negara) kaji juga lingkungan strategi ketika itu, sehingga tidak mudah salah-menyalahkan, pada ketika itu benar, tetapi dengan zaman sekarang tidak cocok lagi. Kedaan masa lalu tersebut biar menjadi kajian para desainer dan tailor, tidak perlu dibesar-besarkan, apa lagi  kalau melihatnya satu sisi saja, tidak semua sisi, akan menimbulkan perpecahan dan kebencian sesama bangsa, akan menimbulkan gunjing terus menerus, salaing salah, dan dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang desainer merangkap tailorlah yang menhkajinya, hasil kajiannya tidak perlu dibeberkan dimasyarakat, tetapi suguhkanlah gambar desain, blueprint untuk masa datang. Gambar desain dan blueprint tersebut bukan karena desain masa lalu yang salah, tetapi karena tuntutan zaman yang berbeda. Perubahan dilakukan bukan karena masa lalu yang salah, tetapi masa depan yang berbeda, jadi positif saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilu presiden bulan juli rakyat akan memilih desainer sekaligus tailor yang punya desain dan rancang bangun yang terbaik, desainer/tailor tersebut sudak punya rekam jejak yang baik yang mampu membuat baju kesejahteraan untuk seluruh warga bangsa yang lebih baik. Apakan desainer/tailor yang lama atau yang baru, tidak masalah yang penting desain dan rancang bangunnya cocok untuk kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu mengembar-gemborkan perubahan, karena perubahan tersebut akan tetap terjadi, tidak perlu menyebut alasan perubahan karena kesalahan masa lalu (kendati ada), tetapi kita berubagah karena tunntutan lingkungan strategi yang berubah. Saya kira inilah yang dikata kampanye yang santun, kampanye yang tidak menggores hati, kampanye yang kadang kala menepuk air didulanh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kampanye perubahan karena tuntutan masa depan yang berubah, dan rakyat memlih, yang kalah akan legowo, tidak menimbulkan dendam politik yang tidak berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berubah, karena tuntutan zaman kita berubah, mari kita berubah kearah yang lebih baik menuju masarakat adil makmur, adil dalam kemakmuran, makmur dalam berkeadilan. Kita butuh pemimpin yang kreatif dan proaktif. Lebih baik proaktif lamban, dari pada raktif cepat. Secepat-cepat orang reaktif akan kalah oleh orang proaktif lamban. Selamban-lamban orang proaktif dia berdiri didepan zamannya. Pemimpin yang tahu  ranting akan menusuk, dahan yang akan menimpa, pemimpin yang tahu ikan dalam air tahu jantan berinanya, pemimpin yang tahu hari akan hujan, atau cerah, pemimpin yang sedia payung sebelum hujan. Pemimpin yang berani mengambil keputusan yang tidak populer tetapi memberi kebaikan jangka panjang. Apakah ada diantar pasangan calon pemimpin negara lima tahun yang akan datang? Kalau ada pilihlah. Kalau tidak ada pilih yang terbaik diantara mereka, sambil memanjatkan doa kepada Allah, semoga beliau menjadi pemimpin dihati rakyat, tidak pemimpin dimaki rakyat, karena ia suka memaki orang lain (Dasril Daniel, Jambi, 3 Juni 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3980691189627811465?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3980691189627811465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/pemimpin-yang-memimpin-perubahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3980691189627811465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3980691189627811465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/06/pemimpin-yang-memimpin-perubahan.html' title='PEMIMPIN YANG MEMIMPIN PERUBAHAN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3130531051482986783</id><published>2009-05-30T20:40:00.001+07:00</published><updated>2009-05-30T20:40:56.521+07:00</updated><title type='text'>PERLOMBAAN POLITIK</title><content type='html'>Bulan bulan mendatang kita melakukan Pemilihan Presiden, suatu arena pertandingan politik akbar, yang hasilnya lebih nyata dibanding dengan Pemilihan Umun Legislatif, dan biasanya lebih seru, tanda tanda akan seru tersebut telah terlihat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan presiden tahun 2009 ini akan lebih seru dibanding dengan pemilihan presiden sebelumnya, karena para pasangan para calon, secara individual mempunyai popularitas yang sama, kemudian setiap pasangan calon ada jenderalnya, jadi kemungkinan semua pasangan calon selain mempergunakan strategi politik yang lazim digunakan oleh para politikus, tidak tertutup kemungkinan mempergunakan strategi militer dalam memenangkan pertempuran, termasuk teknik intelligence meliter dalam mengumpulkan informasi pihak saingan. Sudah ada yang mengatakan akan menggunakan teknik gerilya dalam mencari dukungan oleh masing-masing tim sukses. Keadaan ini sangat dimungkinkan, karena konon kabarnya ketua masing-masing tim sukses adalah mantan jenderal. Dan yang tidak saya harapkan menggunakan strategi spionase militer dalam melumpuhkan pihak lawan, karena pemilu bukan arena perang dengan negara asing, tetapi pesaingan politik dalam kerangka demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilu legislatif yang lalu dalam kampanye, telah menggunakan gabungan strategi komunikasi pemasaran dan komunikasi politik, termasuk strategis dan taktisnya, dalam pengumpulan informasi bagi partai politik besar, telah pula menggunakan market intelligence, sadar atau tidak sadar, karena mereka telah menggunakan konsultan dalam kampanye. Pada pemilihan presiden yang akan datang akan menjadi tiga disiplin ilmu akan bermain yaitu strategi dan taktis komunikasi pemasaran, politik dan militer. Tidak ada yang salah sepanjang pemilu itu dilihat sebagai suatu perlombaan politik, untuk menjadi pemenang demi kesejahteraan rakyat, melalui mendapatkan kekuasaan politik, atas ridha Allah. Dan jangan terjemahan sebagai pertandingan politik, menang melalui menghancurkan lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam mengamat perkembanganya juga dengan pendekata tiga disipli ilmu tersebut, tidak cukup dengan pendekatan ilmu politik saja, bisa salah analisa dan salah kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih mempermudah pengertian perbedaan pertandingan dengan perlombaan, akan familiar dengan contoh olah raga tertentu. Perlombaan, seperti  lari seratus meter, ada atura, ada jalur, ada taktis, ada strategis, ada power. Pada perlombaan itu, para peserta berlari pada jalur tertentu, tanpa ada menyinggung pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang pertandingan, sebagai contoh saya ambil contoh olah raga tinju, ada aturan, ada taktis, trategis, wasit, power, tetapi tidak ada jalur. Menang dengan melumpuhkan lawan, memukul bagian-bagian tubuh yang vital, atau barkibat vatal, yaitu geger otak sehingga KO pertandingan dengan full body ccntacks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi pada pemilu mendatang ada tiga pasang, kalau pemilu tersebut seperti pertandingan tinju. Tiga pasang bertanding dalam satu arena, bisa tanding keroyokan, yang kuat dikeroyok sampai KO, kemudian setelah itu lapis berikutnya, baru bertanding ulang, bisa yang menjadi pemenang bukan yang terbaik, karena yang terbaik telah KO di ronde awal. Yang rugi adalah seluruh bangsa selama lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat fenomena yang ada sekarang apa yang digunakan apakah perlombaan atau pertandinga seperti yang diilustrasikan diatas, kalau saya melihat ada yang ingin berlomba, maka ia menyapa dengan saingan politik, tetapi ada yang ingin bertanding, menyapa dengan lawan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengharap dan barangkali semua rakyat yang mempunyai kesadaran politik, mengharapak pemilihan besok ini dijadikan perlombaan akbar, yang berbudaya dan santun, tidak ada yang cedera karena lawan, tetapi kalah karena ketidak mampuan diri sendiri meyakinkan masyarakat dengan program yang berorientasi kepada kebutuhan, dan harapan rakyat, tidak ada kampanye kotor, dengan menyebut kelamahan atau kekurang lawan, tetapi bisa membuat program yang dapat memperbaiki kelemahan lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon  presiden juga manusia, yang punya kelebihan dan kekurang. Calon presiden dan wakil presiden semuanya pernah menjadi petinggi di negara ini, masing-masing punya kelebihan dan kekurang serta kekhilafan dalam memimpin bangsa ini, baik kapasitas presiden, wakil presiden, menteri, jenderal. Sebagian anak bangsa ini tahu jejak kariernya. Dengan menyebut kekurang saingan, akan saling membuka borok  saja, dan akan membuat dendam politik. Kalau para elite mempunyai dendam politik, tentu akan melukai hati anak bangsa, melukai hati orang baik-baik. Pemaaf adalah cara yang elegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada elite-elite yang lain jangan kondisikan pemilihan presiden ini sebagai pertandingan tinju, mengkompori situasi, karena karena bisa terjadi kebakaran politik nasional, yang bisa menyebabkan perkelahian di akar rumput yang terprovokasi. Kalau itu terjadi perlombaan yang indah dan elegan menjadi pertandingan yang diikuti oleh kerusuhan massa, tak obahnya seperti pertandingan sepak bola nasional. Amit amit cabang bayi, amit amit cabang bayi. Dasril Daniel, 30 Mei 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3130531051482986783?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3130531051482986783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/perlombaan-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3130531051482986783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3130531051482986783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/perlombaan-politik.html' title='PERLOMBAAN POLITIK'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3933684810320803470</id><published>2009-05-23T22:31:00.000+07:00</published><updated>2009-05-23T22:33:23.446+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produksi dalam negeri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bupati'/><title type='text'>ANDAI KATA SAYA JADI BUPATI</title><content type='html'>Siapapun bisa mengandai-andai, andai-andai itu suatu lamunan, tidak ada yang bisa melarang, itu betul-betul hak azazi manusia yang paling azazi, dan tidak perlu perlindungan KOMNAS HAM, atau KOMISI HAM PBB, tentu kalau lamunan itu ada dalam hati atau pikiran, tetapi kalau lamunan itu diucapkan dengan lisan atau ditulis, agak punya resiko di cimeehkan orang dengan kata-kata populer “sipungguk ridukan bulan” atau mersi (miring sedikit), atau dikatakan orang gila. Jadi orang gila juga enak barangkali, karena tidak dimakan hukum, orang gila kalau korupsi, tidak berurusan dengan KPK, orang gila membunuh tidak masuk lapas, paling masuk rumah sakit jiwa. Jadi orang gila adalah status yang paling hebat, sakitnya orang gila tidak ada yang dipercaorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya melamun jadi bupati. Saya bagi lamunan saya pada anda semua, lamuan itu antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Semua mebel yang ada di ruang kerja saya, semuanya buatan daerah tersebut, kendati penampilanya sederhana, saya akan pakai, dan begitu juga mebel dikantor SKPD, dan kantor instasi pusat di daerah. Pada mebel tersebut dicatumkan kata “buatan kabupaten anu”. Mungkin mebelnya kualitas dan desain masih kurang, saya tugaskan, dinas yang menangani industri untuk membina dan diadakan pelombaan desain mebel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Pada rapat, harus mengkonsumsi kuliner tradisonal kabupaten tersebut, yang bahan bakunya tersedia di kabupaten tersebut, termasuk menyuguhkan kepada tamu kehormatan kabupaten. Kalau penampilanya sederhana, atau rasa kurang berkenan dengan selera orang luar, saya minta Tim Gerakan PKK, dan SMK jurusan boga, untuk mengadakan modifikasi dan perlombaan. Dan saya akan tegas, akan melarang kuliner yang berbahan baku terigu, yang seratus persen impor, untuk urusan pribadi teserah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.saya akan menggunakan mobil butan dalam negeri, dan melarang pembelian mobil yang build up impor, termasuk untuk kendaraan tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Pengadaan barang keperluan dinas menggunakan produksi dalam negeri, tidak ada komponen bangunan yang menggunakan bahan impor, karena semuanya sudah ada buatan dalam negerinya, sepanjang produksinya buatan lokal, harus menggunakan buatan lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Saya akan copot kepala SKPD yang dalam pengadaan barangnya mengunakan barang impor, sepanjang buatan dalam negerinya ada, dan inspektur daerah akan saya perankan untuk mengecek kebenaranya, yang dibantu oleh Dinas terkait seperti PU dan Peridustrian untuk membatu pengecekan barang dan bangunan. Sertiap kotrak dengan pihak ketiga harus mencantumkan penggunaan produksi dalam negeri. Ternya ada, maka barang tersebut dikembalikan, bahan bangunan diganti atas tanggungan pemborong karena melanggar kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala unit vertikal yang saya tidak berwenang menggantinya, bila ketahuan tidak menggunakan kuliner tradisonal, mebel lokal, menggunakan produk impor, sedangkan produksi dalam negerinya ada saya usulkan untuk diganti, karena tingkat rasa nasinalnya rendah, tidak peduli dengan produksi dalam negeri dan produk lokal, artinya orang yang tidak pantas jadi pejabat. Orang bermental anak jajahan tidak pantas menjadi pemimpin di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Pada setiap hari tertentu, semua pegawai negeri di Kabupaten yang saya pimpin, harus pakai batik, dan setiap acara informal saya akan menggunakan batik temasuk istri saya, dan mencantumkan setiap undangan acara informal, agar undangan mengenakan batik atau pakaian tradisonal yang sesuai dengan keadaan. Batik dan pakaian tradisonal adalah lambang nasionalisme dan produksi dalam negeri. Saya akan kembangkan batik di daerah saya, dengan ragam hias lokal, kendati mutunya kurang baik, saya akan pakai, dan saya menghimbau pejabat mengenakan batik dengan ragam hias terdisonal dan buatan kabupaten saya itu, bila produksi telah memungkinkan, saya akan wajibkan pegawai negeri mengenakan batik lokal pada hari tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Saya akan hilangkan pakaian dinas yang mengarah seperti pakaian militer, pakai polet dan kantong tertutup. Pakaian dinas saya sesuaikan dengan tugas-tugas khusus, guru tidak pakai uniform, puskesmas, rumah sakit uniformya disesuaikan sebagai dengan dengan tugasnya sehari-hari. SARPOL PP tidak mengenakan uniform seperti Brimob, atau tentara, yang bisa mempengaruhi ia bertinda. Pakaian itu adalah komunikasi non verbal yang bisa mempengaruhi pemakainya dan orang lain, melalui pakaian saya ciptakan birokrasi yang dekat dengan rakyat, pelayan yang baik dan santun, bukan seperti legiun asing dalam perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azan Magrib berkumandang, lamunan saya hentikan [Jambi, 23/05/09]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3933684810320803470?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3933684810320803470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/andai-kata-saya-jadi-bupati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3933684810320803470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3933684810320803470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/andai-kata-saya-jadi-bupati.html' title='ANDAI KATA SAYA JADI BUPATI'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-8408595169064453808</id><published>2009-05-23T12:16:00.000+07:00</published><updated>2009-05-23T12:17:28.179+07:00</updated><title type='text'>CINTAI MEREK DAGANG NASIONAL</title><content type='html'>Merek, brand, cap atau nama. Kata shakepere, apa artinya nama, tetapi tidak bagi urusan bisnis atau ekonomi, merek adalah uang, aset, keuntungan dan devisa. Suatu iklan yang sangat bijak “apakah yang dimakan mereknya ?” Saya tidak tahu, berapa triliun rupiah atau milyar dollar uang kita, uang anak bangsa ini yang mengalir keluar negeri untuk membayar royalti merek, sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat disepanjang jalan kota besar, hotel, rumah sakit, mobil, sepeda motor, toko-toko, restoran, warung kopi, supermarket yang menggunakan merek asing. Lebih lanjun kita perhatikan produk makan, minuman, perlengkapan pribadi, jam tangan, pakaian, sampai celana kolor adan pakaian dalam, peralatan kantor dan sederet merek produk barang dan jasa, yang menggunakan merek asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bangga para elit politik dan elit lainya mengunakan produk barang dan jasa yang bermerek asing tersebut. Dengan pamer ia meperagakan mondar mandir dengan mobil merek asing dan buatan luar negeri, berapat dihotel bermerek asing, menggunakan pakaian merek asing dan serba luar negeri. Berbarengan dengan itu mereka berteriak nasinalisme, ekonomi kerakyatan, cintai produk dalam negeri, anti kapitalis anti liberalisasi, berjuang demin wong cilik, Orang awam bingung yang benarnya apa, perbuatanya atau perkataanya. Susahnya kita yang berbudaya paternalistis, ikut-ikut pula meniru sesuai kemampuanya. Yang berpunya meniru habis, yang pendapatan sedang semampunya, yang berpendapat kecil, ya sekadar beli sabun mandi, odol, kue kecil, coklat dan barang-barang kecil lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha semakin tertarik memproduksi barang dan jasa bermerek asing dengan under lisence, waralaba, atau kemitraan strategi, jangan salahkan mereka, jangan salah rakyat kecil, jangan salah kan pula pemerintah kerena tidak memproteksi, sakitnya menjadi pemerintah yang sekarang, setiap hari makan buah simala kama. Yang salah itu adalah para elite politik, para selebriti, dan pare elit lainya, serta dibiakan oleh media masa terutama media pandang dengar yang sangat pengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya apakan ada merek nasional yang merambah keluar negeri, ada tetapi masih sangat terbatas, seperti bidang perhotelan, restoran, pesawat terbang PTDI (CN 235), garbarata. Artinya kita mampu untuk itu, tetapi sayangnya merek tersebut tidak populer di dalam negeri, bahkan menjadi anak tiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita belajar dari seorang tua legendaris dunia Mahatma Gandhi, dengan politik swadesinya, yang konsiten dilaksankan oleh anak bangsanya, berapa merek mereka berkibar di luar negerinya dan sampai kenegeri kita, negerinya akan menjadi super power baru. Kiat apa, omong doang, lain kata, lain perbuatan, selogan wong cilik, kebangsaan, ekonomi kerakyatan dipakai semasa kampanye saja, sudah itu keluar aslinya, memeting diri sendiri, mau senang sendiri, tidak memikirkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sebagian anak bangsa ini terutama elite-nya suka menggunakan merek asing, karena kita masih bermental anak jajahan, ke-Belanda-Belanda-an, suka yang asing-asing. Kita ini Malin Kundang Modern, yang durhaka kepada Ibu Pertiwi, mengunakan nama ibu pertiwi hanya untuk kampanye, sesudah itu jeritan hati Ibu Pertiwi tidak pernah didengar apa lagi diindahkan. Ibu pertiwi kita baik hati, tidak akan nenyumpahi atau mengutuk anak cucunya, tetapi Malin Kundang Modern membuat kutukannya sendiri. Kutukan itu sudah dirasakan oleh anak cucu Ibu Pertiwi, ekonomi kita dijajah asing, selera kita dijajah saing, cara pandang dan cara berpikir kita juga dijajah asing, Ibu Pertiwi sekarang lagi meratap di singgasanyan, karena anaknya Malin Kundang Modern sedang menerima kutukannya sendiri. Entalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-8408595169064453808?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/8408595169064453808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/cintai-merek-dagang-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8408595169064453808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8408595169064453808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/cintai-merek-dagang-nasional.html' title='CINTAI MEREK DAGANG NASIONAL'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-8559943186528886365</id><published>2009-05-22T18:45:00.000+07:00</published><updated>2009-05-22T18:45:22.453+07:00</updated><title type='text'>KITA CINTA MAKANAN TRADISONAL</title><content type='html'>Makanan tradisonal adalah hasil kreativitas nenek moyang bangsa sendiri, yang selalu dimodifikasi oleh anak cucunya yang kreativ dari dulu sampai sekarang, mungkin bisa belanjut pada masa yang akan datang. Berlanjut atau tidak sangat tergantung pada kita, kalau kita bangga dan senang mengkonsumsi makanan tradisonal itu, tentu akan berlanjut, tatapi makanan tradisonal tidak kita pada tempat yang terhormat dalam hati dan lidah kita, maka makanan tradisonal itu akan punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang masih berlanjut krativitas itu, karena orang yang mencintainya masih banyak, bagaimana dengan generasi yang akan datang. Seseorang akan sangat senang dengan makanan yang biasa dimakannya waktu kecil dan remaja. Anak cucu kita saat ini sudah kita latih sengaja atau tidak dengan makanan dan kuliner asing, maka ketika mereka dewasa, mereka akan mencintai dan bangga dengan makanan dan kuliner asing, jangan salahkan anak cucu kita tersebut, karena kita yang membuat mereka seperti itu waktu mereka anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan tradisonal umumnya mengunakan bahan baku dan bumbu yang ada dilingkungannya, sehingga kalau kita cinta, bangga dan mengkonsumsi makanan tradisonal, dan mewariskan kebanggaan tersebut kepada anak cucu, artinya kita cinta kepada produk dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta pada produk pangan tradisonal berarti menciptakan lapangan usaha bagi usaha kecil, pertanian di pedesaan, menciptakan lapangan pekerjaan diberbagai sektor terutama usaha kecil. Orang pintar mengatakan ekonomi kerakyatan. Ekonomi tidak dengan berteriak dimimbar politik, tatapi dengan perbuatan nyata, kendati dengan mengkonsumsi makanan tradisonal, buah dan sayur lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada diantara kita yang tidak cinta dengan makanan tradisonal, artinya kita mau merawat warisan nenek moyang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cinta dengan makanan mungkin kita menjadi Malin Kundang Modern, yang durhaka kepada Ibu Pertiwi, Ibu Pertiwi kita tidak akan mengutuk kita, tetapi kita yang menciptakan kutukan untuk kita sendiri dengan mencipatakan pengangguran, kemiskinan, urbanisasi dan bisa-bisa menjadi kerusuhan sosial. Malin Kundang Modern menciptakan kutukan sendiri.&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila kita bangga dengan makanan tradisonal kita, maka makanan tradisonal kita bisa masuk pasar global, bukan tidak ada, kendati sekalanya masih kecil, seperti rendang padang, sate madura, gado-gado betawi, atau restoran padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpulang kepada kita, akan menjadi Malin Kundang Modern, atau makanan atau kuliner tradisonal merambah pasar global yang setara dengan ayam goreng, roti bantat, roti lapis sayur daging dari negeri sono-no, apa kurangnya kita, tidak banyak, yaitu sebagian diantara kita bermental anak jajahan, bangga dengan produk asing dan selain itu kita banyak tahu yang baik tetapi tidak mau berbuat baik atau kita memang Malin Kundang Modern.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-8559943186528886365?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/8559943186528886365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/kita-cinta-makanan-tradisonal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8559943186528886365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8559943186528886365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/kita-cinta-makanan-tradisonal.html' title='KITA CINTA MAKANAN TRADISONAL'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-4269509158130756104</id><published>2009-05-06T13:43:00.000+07:00</published><updated>2009-05-06T13:44:07.134+07:00</updated><title type='text'>KALAH  BUKAN  KIAMAT</title><content type='html'>Hidup adalah persaingan, baik sesama manusia, maupun dengan hewan dan tumbuhan. Manusia ingin jadi pemenang dalam perseingan itu, sehingga manusia selalu berlomba untuk mendapatkan sesuatu. Baik berupa kekayaan, kesenangan, pacar atau apa saja. Semuanya ingin mendapatkan yang terbaik, terbanyak, tertinggi terbesar, tercantik dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja dalam perlombaan itu tidak selalu mendapatkan apa yang dinginkan, karena keterbatasan kemampuan dan ada tangan Tuhan yang mengatur diatasnya. Waktu tidak mendapatkan apa yang dinginkan tersebut, manusia memvonis dirinya kalah. Kekalahan sering disikapi dengan keputus asaan, yang diakhiri dengan menciptakan kiamat sendiri dengan bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa merefleksikan pikiran kita pada masa lalu, banyak penemuan besar di bidang ilmu pengetahuan, setelah penelitinya gagal berulang-ulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hasil karya sastra besar, hasil tulisan sastrawan tersebut ditolah berkali-kali oleh penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perhatikan pula negara-negara yang kalah pada perang dunia menjadi negara maju, melebih kemajuannya dari negara yang mengalahkannya pada perang dunia tersebut, seperti Jepang dan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita lihat sekarang ini, banyak caleg yang kalah dalam pemilu menderita sakit jiwa, Ujian nasional dijadikan momok oleh sementara orang, yang membuat murid-murid kelas terakhir menjadi strees berat, sedang tidak lulus ujian nasional bukan berarti kiamat. Buruh PHK, pejabat kehilangan jabatan, menjadi muram, karena mereka menganggap kehilangan pekerjaan atau jabatan itu adalah kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menyikapi hal yang tidak mengenakan dalam hidup atau keinginan yang belum atau tidak tercapai, secara positif, hanya dianggap proses hidup, proses pematangan, keberhasilan yang tertunda dan sikap positif lainnya, mereka tidak stress atau dipresi maka akan timbul pemikiran-pemikiran baru yang cemerlang, ada daya dorong baru dalam dirinya, sehingga tercipta loncatan-loncatan baru dalam hidup. Korban PHK menjadi pengusaha sukses. Orang kehilangan jabatan menciptakan gagasan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekakalah, kegagalan, tidak tercapai keinginan bukanlah kiamat, kecuali yang punya diri sudah memvonis itu adalah kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal manusia tidak pernah mati, kecuali kalau ia mematikan akalnya sendiri. Sehingga kalau bertemu dengan masalah hambatan atau masalah jangan sebut mati aku, tetapi pikirkan apa akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini tidak selalu senang, tetapi susah diperlukan juga, seperti yang dikatakatan budayawan Prof Dr Soejatmiko (alm), susah itu, diantara dua senang, senang itu diatara dua senang. Senang dan susah sesuatu yang relatif, tidak ada dikatakan senang kalau tidak ada susah, tidak ada susah kalau tidak ada senang, maka hidup susah juga diperlukan, untuk merasakan kenikmatan senang. Senang-senang susaha, susah-suasah senang, Senang susah, susah senang, nikamati saja. Itulah hidup. (Dasril Daniel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-4269509158130756104?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/4269509158130756104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/kalah-bukan-kiamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4269509158130756104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4269509158130756104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/05/kalah-bukan-kiamat.html' title='KALAH  BUKAN  KIAMAT'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3443286270965463234</id><published>2009-04-24T10:04:00.000+07:00</published><updated>2009-04-24T10:05:20.706+07:00</updated><title type='text'>KESALAHAH MANAJEMEN PEMBANGUAN</title><content type='html'>Menurut Pengajar Magister Perencanaan Kota dan Daerah (MPKD) yang juga Ketua jurusan Perencanaan Kota Universitas Gajah Mada (UGM) Sudaryono mengatakan, manjemen pembanguan infrastruktur di daerah pasca otonomi daerah (otda) justru memburuk, sehingga banyak pembangunan yang sia-sia(Kompas, 24 April 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan dengan cermat, sebenarnya bukan manajemen pembangunan infrastruktur saja yang memburuk di daerah pasca otonomi daerah, tetapi juga manajemen sumberdaya manusia, manajeman keuangan, manajemen palayanan masyarakat, manajemen sistem informasi, manajemen kependudukan dan lain sebagainya. Kendati tidak semua daerah yang demikian, ada juga satu dua daerah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen pemerintahan atau yang lazim disebut adminitrasi pemerintahan, tidak sama dengan manajemen perusahaan sendiri, manajemen partai politik atau manajemen organisasi sosial, jauh lebih rumit dari itu, ketidak mampuan memenej daerah itulah dampakanya, infrastruktur, palayan yang kurang baik, banyak tuntutan admistrasi negara oleh pegawai dan masyarakat, ujung-ujungnya kepala daerah mondar madir ke kantor KPK, dan bermuara di Rumah Penjara atau Rumah Sakit. Ini harus dihindari semenjak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca otonomi daerah, umumnya kepala daerah bukan berasal dari birokrasi, tetapi berasal dari berbagai latar belakan pendidikan dan profesi, sehingga begitu masuk birograsi mereka gagap adamistrasi negara, maka dalam memimpin pemerintah daerah banyak diwarnai oleh latar belakannya, kadang kala di setir oleh tim sukses atau sponsor mereka. Sebelum menjadi kepala daerah, masa kampanye banyak berjanji tanpa dipikir dan tidak tahu dampaknya, mereka pada awal-awal pemerintahan sering seradag-serudug membabi buta dalam manajemen pemerintahan, sering terjadi yang aneh-aneh. Sering kali pula tidak mau menerima masukan dari bawahan dengan alasan bawahan tersebut orang yang tidak loyal (diangkat oleh kepala daerah yang lama), saran diterima dengan rasa curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Disamping itu, orang yang selama ini tidak berkuasa, menjadi orang berkuasa, dihormati mendadak oleh banyak orang sehingga lupa daratan seperti “sibuyung baru berkeris” tidak boleh dibantah, tidak boleh berbeda pendapat dengan bawahan yang sudah banyak makan asam garam birokrasi, dan sering memaksakan kehendak. Disini awal mulanya mismanajemen pemerintah tersebut, untuk memperbaikinya menjadi sulit, dan perlu tekad, keberanian dan kerja keras oleh kepala daerah yang sadar kesalahan manajemen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang kali untuk mengatasi kepala daerah salah manajemen, perlu kepala daerah dan wakil kepala daerah pemula di masukan diklat “Manajemen Pemerintahan dan Pembangunan” yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat lembaga yang tepat adalah Lemhanas, atau diserah pada universiatas yang kridibel untuk pelatihan tersebut. Bila kepala daerah tidak bersedia, pemerintah pusat memberi sangsi dengan mengurangi DAU atau DAK untuk daerah tersebut.(Dasril Daniel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3443286270965463234?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3443286270965463234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/04/kesalahah-manajemen-pembanguan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3443286270965463234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3443286270965463234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/04/kesalahah-manajemen-pembanguan.html' title='KESALAHAH MANAJEMEN PEMBANGUAN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-1655823565936685542</id><published>2009-04-21T20:34:00.000+07:00</published><updated>2009-04-21T20:35:32.852+07:00</updated><title type='text'>SIAP MENANG, TIDAK SIAP KALAH</title><content type='html'>Kita telah beberapa hari selesai pemungutan suara PEMILU LEGISLATIF, sudah ada mengarah pada tidak mengakui hasil pemilu, sudah disediakan banyak kambing hitam, bermacam-macam upaya dari yang kalah untuk bisa menjadi menang, sekurangan saingan (saya tidak suka menggunakan kata lawan) politik untuk menang dengan mudah, dicari bergaining ini itu, sekurangnya ada yang didapat. Mereka lupa dengan semboyan yang sering diucapkan “SIAP KALAH dan SIAP MENANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian seperti ini, sudah sangat sering terjadi semenjak digulirkannya PILKADA, sesudah PILKADA, diikuti dengan ritual, tuduh menuduh curang, tidak adil, politik uang dan sebaganya, kemudian demonstrasi yang kadangkala diboncengi dengan anarkisme, tuntut menuntut di pengadilan, ribut terus sampai pelantikan kepala daerah. Memang tidak semua pilkada yang demikian, tapi sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita lihat pula pada pertandingan sepak bola, olah raga yang paling populer di negeri ini, hampir setiap pertandingan besar, klup dan komunitas yang kalah tidak senang, maka mencari kambing hitam lagi, yakni wasit curang dan tidak adil, diburu dan dipukul, pemain tidak mengejar dan menendang bola, tetapi mencari lawan untuk ditendang dan berkelahi. Suporter ikut-ikut pula masuk lapangan mengeroyok wasin dan klup lawan. Selesai pertandingan, perkelahian diteruskan di jalanan, merusak fasilitas umum, membuat sibuk dan menyusahkan poilisi dan masyarakat sekitar stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala seperti ini tren atau budaya ? trend yang berkelanjutan menjadi kelaziman, kelaziman dalam jangka waktu yang panjang menjadi budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pertanyaan banyak orang sederhana, adalah akan dilanjutkan tren “SIAP MENANG dan TIDAK SIAP KALAH DIIKUTI DENGAN MENGAMOK atau ANARKIR. Mentang-mentang kata “amok” sedikit bahasa Indonesia/Melayu yang diadopsi menjadi bahasa Inggris, akan dipupulerkan lagi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para elite politik tidak rindu masyarakat sejahtera dan damai di bumi nusantara ini atau lebih senang menghabiskan energi untuk bersitegang urat leher dan mengamok, untuk kekuasaan. Katanya kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat, belum berkuasa saja membuat rakyat gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tidak rindu senyumnya ibu pertiwi, atau tega melihat ibu pertiwi menagis sedih melihat anak cucunya berebut roti kekuasaan. Apakah tidak takut kalau ibu pertiwi kehilangan kesabaranya, sehingga keluar kata kutukan seperti Emak Malin Kundang. Igstifarlah, [Dasril Daniel, Jambi, 21 April 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-1655823565936685542?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/1655823565936685542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/04/siap-menang-tidak-siap-kalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1655823565936685542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1655823565936685542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/04/siap-menang-tidak-siap-kalah.html' title='SIAP MENANG, TIDAK SIAP KALAH'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-7629897433051755883</id><published>2009-03-20T21:42:00.000+07:00</published><updated>2009-03-20T21:43:15.864+07:00</updated><title type='text'>KRISIS ITU RAHMAT</title><content type='html'>Umumnya lonjakan ekonomi dan teknologi terjadi sesudah krisis berlalu, namun sebaliknya bisa terjadi juga lonjakan pasien rumah sakit jiwa diwaktu krisis, apakah benar krisis itu rahmat. Ada  orang tertekan dengan adanya krisis, sehingga menjadi pasien rumah sakit jiwa tersebut diatas, keluarganya  berantakan, harta habis dan bahkan ada yang sampai bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis itu memang menyakitkan dan membuat orang jadi tertekan, tetapi dengan kondisi tertekan tersebut akan timbul daya dorong dan kreatifitas, suatu naluri untuk mempertahankan hidup dan kehidupan. Oleh sebab itu krisis yang melanda kita harus disikapi dengan pemikiran positif dan tetap memelihara harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit orang korban PHK, menjadi pengusaha sukses. Waktu di PHK, dengan modal kecil memulai usaha dengan kecil-kecilan, pedagang asongan, atau pedagang kaki lima, kemudian dia berkembang. Pada saat krisis ekonomi, daya beli masyarakat menurun, maka yang biasa makan di hotel restoran berbintang, sekarang makan di restoran kecil, yang biasa makan di retoran kecil, makan di rumah / atao pondok makan kaki lima. Yang biasa makan makanan impor, sekarang mengkonsumsi produk dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang pariwisata juga demikian, orang kaya yang biasa melancong keluar negeri, dalam keadaan krisis cukup berlibur di dalam negeri, makan-makanan local, member kehidupan kepada usaha kecil menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi krisis akan bisa juga menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerja baru, tetapi peluang yang besar tersebut adalah sector usaha kecil dan informal. Sehingga sector informal menjadi katup pengaman ekonomi nasional. Usaha kecil-kecil dan informal ini lah yang akan berkembang menjadi usaha kecil menengah dan formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi krisis akan terjadi lonjakan, kalau mayarakat merespon krisis dengan positif dan pewmerintah khususnya pemerintah kabupaten/kota memfasilitasi untuk itu dengan membuat kebijakan-kebijakan khusus atau darurat untuk mengantisipasi keadaan krisis. Jadi kebijakan pemerintah diwaktu krisis tidak sama dengan kedaan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing tingkat pemerintahan tersebut membuat kebijakan “tanggap krisis” kalau pemerintah pusat dikenal dengan kebijakan stimulus ekonominya, tampaknya pemerintah daerah tidak terdengar atau terbaca ada kebijakan tanggap krisis dalam rangka menghadapi krisis ekonomi sekarang ini. Sedangkan usaha kecil informal tersebut mereka berhadapan dengan pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas lain pemerintah daerah adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi usaha mikro, kecil dan menengah, sampai saat ini belum ada kebijakan tanggap darurat bagi mereka hamper semua sector, apakah tertutup dengan “pesta besar” demokrasi saat ini, sehingga kepala daerah yang rata-rata elit politik sibuk memikirkan pemenangan pemilu entah juga. Tetapi kalau tidak ada kebijakan tanggap krisis oleh pemerintah daerah, maka krisis ekonomi sekarang tidak menjadi rahmat, sebaliknya menjadi petaka. Semoga tidak demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun keadaan, jangan sandar kan hidup ini kepada orang lain, termasuk pemerintah, karena bisa menjadi orang yang lemah, sinis, manja, perengek dan suka menuntut, dan tidak pernah maju dan mandiri. (Dasril Daniel, Jambi, 20 Maret 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-7629897433051755883?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/7629897433051755883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/krisis-itu-rahmat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/7629897433051755883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/7629897433051755883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/krisis-itu-rahmat.html' title='KRISIS ITU RAHMAT'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-74497015403618850</id><published>2009-03-10T11:39:00.000+07:00</published><updated>2009-03-10T11:40:27.687+07:00</updated><title type='text'>DIVERSIFIKASI PRODUK</title><content type='html'>DIVERSIFIKASI produk ditujukan untuk membuat produk tahan lebih lama, mengarah kepada produk siap konsumsi / digunakan, memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen, memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan  dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk divesifikasi produk ini diperlukan kreatifitas, inovasi, penelitian, modal, promosi atau komunikasi pemasaran, bantuan dari pemerintah untuk usaha kecil dan menegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diversifikasi produk artinya menganeka ragaman produk. Jadi diawal satu produk utama dapat dibuat berbagai produk. Contoh mudahnya adalah pisang. Pisang yang dimakan segar atau dibat makanan basah  dapat diversifikasi, menjadi pisang sale, kripik pisang, tepung pisang. Kripik pisang dideversifikasi lagi dengan berbagai varian bentuk, seperti bulat kecil, lembaran panjang tunggal atau berbentuk stikc. Keripik pisang dikembangkan lagi dari sisi rasa, seperti rasa tawar, rasa asin, rasa coklat, rasa bawang goring dan macam-macam lagi. Dari sisi pembungkus, pertama dijual dalam bentuk curah, kemudian dengan bungkus plastic, kaleng, bungkus plastic dalam kotak, bungkus aluminium foil dengan isi nitrogen. Dari ukuran, juga ada variannya dari beberapa gram dalam satu kemasan sampai hitungan kilo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk makanan tradisonal umumnya tidak menggunakan teknologi tinggi, yang sangat berperan disini adalah kretifitas, inovasi, jeli melihat peluang pasar, berani memulai, dan berpromosi. Kelompok ini sangat cocok untuk industr mikro/kecil/menegah, baik dikota maupun didesa, yang peting instasi Pembina tingkat kabupaten kota bersedia mendapinggi sebagai kosultan teknis produksi,  manajemen, membantu promosi, memediasi kemitraan dan sumber permodalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diversifikasi tetap berorientasi pasar yakni mempertimbangkan kebutuhan, selera, harapan, daya beli dan segmen pasarnya. Untuk industry pedesaan yang perlu dipertimbangan adalah ketersediaan bahan baku lokal, tentu ada program bersama antara dunia usaha dan pemerintah. Dari sisi pemerintah tentu juga ada program dan kerjasama terpadu antar lemabaga yang bertanggung jawab ketersediaan bahan baku, instansi yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai inspirasi, kita dipedesaan (kabupaten) punya macam-macam hasil pertanian, seperti padi, jagung, kentang, singkong, kedele, kacang tanahubi rambat, cabe, bawang, tomat, ikan, ayam, kambing, sapi, kopi, tebu, aren, duren, nenas, jambu, ketimun, pisang, mangga dan banyak yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya berapa macam produk makanan yang bisa dibuat dari bahan baku utama diatas, siapa tenaga kreatif yang member pandangan kepada usaha kecil tersebut dan membina mereka, bagai mana pula memeitrakan diantara mereka, sehingga mereka bisa keluar dengan merek yang sama, tercapai keekonomiannya, dan memitrakan merekan dengan sumber permodalan, distributor atau eksportir serta menstandar mutu produk. Untuk usaha kecil ini perlu bantuan pemerintah sebagai pendamping, diperlukan konsultan (penyuluh, saya lebih senang menyebutnya konsultan) dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya dulu tenaga penyuluh di instansi masih sangat kurang disektor produksi (pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan), pengolahan (industry), distribusi (perdagangan) kemitraan dan permodalan(Koperasi), dengan adanya otonomi, diharapkan mereka lebih kuat karena kordinasinya instansinya pada tingkat kepala daerah, tetapi kenyataan malah paradok tenaga penyuluh beralih tugas ke structural sehingga penyuluh berkurang, malah ada yang tidak ada penyuluh. Kemudian kepala SKPD orang-orang yang tidak mengerti teknis kerja dinas yang dipimpinnya, dan sering gonta ganti pejabat dasarnya penggantian tidak kuat, lebih cendrung karena selera kepala daerah atau kata lain pertimbangan politik. Sehingga pembinaan yang mengarah pada diversifikasi produk menjadi terbengkalai, SKPD jalan sendiri-sendiri, karena untuk menonjolkan hasil kerja, sehingga kurang suka kerja terpadu seperti yang dibutuhkan dalam pengembangan/diversifikasi produk. Celakanya kepala daerah sibuk dengan urusan politik dan sering direcoki elit politik local dan DPRD yang tidak mengerti masalah yang melekat didaerahnya, dan banyak kepentingan pribadi dan kelompok, lupa kepentingan bersama. Sehingga keluarlah program etalase, bagus di etalase, tidak sebagus didapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diversifikasi sangat perlu, untuk memberikan lapangan usaha, kerja dan pendapat kepada masyarakat dan dunia usaha. Bisa dicapai dengan keterpaduan semua stake holder, untuk meningkatkan daya saing dan mapu bersaing di pasar nasional dan internasional. Pemerintah memfasilitasi dengan pendampingan untuk usaha kecil/menegah, regulasi dan deregulasi, peran kepala daerah sangat menetukan, pemerintah pusat mendampingi pemerintah daerah (kalau pemerintah daerah mau, kadang-kadang kepala daerah tidak mau pula).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas pemerintah, agar produk pedesaan dan daerah, adalah infrastruktur yang tidak mungkin dibangun oleh masyarakat, sehingga produk itu berdaya saing di pasar local, nasional, internasional. Mempermudah legalitas (perizinan), merasionalkan pungutan resmi, menghilangkan pungli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau satu visi dalam diversifikasi produk ini, dalam waktu dekat akan lebih banyak keaneka-ragaman produk di pasar, yang mengisi pasar dalam negeri dan ekspor, serta berkurangnya ekspor, lebih tinggi  perumbuhan ekonomi daerah dan nasional, berkurangnya pengangguran, bertambahnya pendapatan masyarakat dan berkurangnya orang miskin, kata kunci kordinasi dan keterpadua, ingat filsafat sapu lidi. Dengan mengunakan filsafat sapu lidi, rasanya tidak ada yang tidak bisa, kecuali kalau Allah berkehendak lain. [Dasril Daniel, Jambi, 10/02/09]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-74497015403618850?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/74497015403618850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/diversifikasi-produk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/74497015403618850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/74497015403618850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/diversifikasi-produk.html' title='DIVERSIFIKASI PRODUK'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-4508789075032583142</id><published>2009-03-09T14:40:00.000+07:00</published><updated>2009-03-09T14:41:17.651+07:00</updated><title type='text'>DIVERSIFIKASI PRODUK, PASAR, DAN PELAKU</title><content type='html'>KRISIS ekonomi yang melanda negara maju dan telah berimbas ke Indonesia. Maka sering orang memperbincangan di berbagai media tentang proteksi, penggunaan produksi dalam negeri, penurunan  dan uapaya peningkatan ekspor, mencari  negara tujuan ekspor baru, mengembangankan industri hasil pertanian untuk mengolah komoditi asalan, dan mengekspor dalam bentuk barang jadi, peningkatan nilai tambah, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya yang diperbincangan tersebut merupakan obat untuk mengatasi krisis ekonomi, banyak diperbincangkan karena sekarang sedang dilandan krisis dan selalu ramai diperbincangan ketika ada krisis, kalau keadaan sudah kembali normal, sama-sama pula melupakan, biasa “panas panas tahi ayam” sebentar juga dinging, lupa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang harus dianut oleh suatu perusahaan, daerah, maupun negara agar perusahaan atau ekonominya selalau meningkat dan berkembang dan memberikan nilai tamba dan meciptakan lapangan kerja dan lain sebagainya . seperti  yang diperbincangan tersebut, yaitu dengan melakukan diversifikasi produk, pasar dan pelaku. Kalau lengah maka terjadi stagnan atau  terjadi penurunan. Jadi ada atau tidak ada krisis harus diupayakan terus diversifikasi.   Pada  keadaan tidak krisis ekonomi peluang terjadi  keberhasilan  diversifikasi lebih tinggi, karena banyak investasi, pasar agak longgar untuk dimasuki  karena kurang proteksinis. Tetapi dengan adanya krisis bagi bangsa kita menimbulkan kembali semangat diversivikasi tersebut. Karena kita bangsa pelupa dan suka terlena, barang kali ?. Terlena dijalan raya bisa ditabrak mobil, mengerikan hi hi hi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priinsip pembangunan ekonomi di sektor riil, dan didukung oleh sector fiskal dan moneter dari tahun 1968 (Repelita I) sampai sekarang sama. Yang berbeda adalah tinggi rendanya semangat, gonta-ganti kebijakan departemen, gonta ganti  kebijakan kepala daerah, kurangnya kordinasi, keterpaduan antara pemerintah dan swasta, sehingga kadang kala yang terjadi kontra produktif dari prinsip tersebut. Misalnya ada daerah yang sangat terlalu bersemangat meningkatkan PAD-nya atau membiarkan semaraknya pungli, sehingga investasi mengendor. Tentu hal ini menghambat diversifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program diversifikasi, tidak bisa dijalankan hanya oleh pemerintah saja, baik oleh pemerintah pusat atau daerah tertentu saja, program diversifikasi tidak bisa dikerjakan oleh satu depertemen  atau dinas saja, dan program diversifikasi tidak bisa dilakukan oleh swasta saja. Bisa dilakukan dengan keterpaduan diantara semuanya. Untuk terpadu harus ada koordinasi, kata yang sangat mudah diucapkan, sangat sulit dilakukan, sehingga ingin terpadu menjadi teradu, ya beginilah jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi lain adalah gonta ganti baju, ganti pejabat ganti baju pembangunan, tidak mau meneruskan yang lama, cari versi baru biar dikatakan hebat, karena yang digantikan lawan politik, atau pejabat pada tataran yang berbeda berbeda partai, maka tidak mau ikut daerah dibawahnya. Sehingga kadang kala, diversivikasi mendekat ke tujuan, kadang kala menjauh dari sasaran, kendati sudah diikat dengan Rencana Pembanguanan Jangkan Panjang Nasional (RPJP Nasional). Pada hal RPJP Nasional itu undanga-undang yang mengikat seluruh warga Negara dan Lembaga Negara. Itu karena kita bangsa pelupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kenal dengan program agropolitan,  klaster industri, pembanguan kawasan terpadu, program agribisnsis, Indonesia in Cooperated , semuanya masuk pada pembangunan ekonomi terpadu, tapi nama program yang dipopulerkan bermacam-macam, yang intinya diversifikasi produk, pasar dan pelaku juga ya itu itu juga, karena tidak paham isi, maka tidak terjadi keterpaduan, apa lagi ada ego sektoral, ego wilayah, dan gengsi dan ketidak atahuna sang kepala, maka tidak tercapai keterpaduan tadi. Diversifikasi diabaikan, sekarang ada sentakan ingat lagi, ya begitu seterusnya. China, India , Malaysia maju pesat, kita maju lambat, syukur masih maju, kan masih banyak pembanding Negara yang mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepan kita tingkatkan kordinasi dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan  sampai evaluasi, kita padukan sejak dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai evaluasi, kita hilangkan ego wilayah, ego sector insyaalah, pemabunan ekonomi akselerasinya akan lebih tinggi, mampu keluar dari krisis sebagai pemenang malalui diversivikasi produk, pasar dan pelaku. Semoga. (Dasril Daniel, Jambi, 09/03/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-4508789075032583142?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/4508789075032583142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/diversifikasi-produk-pasar-dan-pelaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4508789075032583142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4508789075032583142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/diversifikasi-produk-pasar-dan-pelaku.html' title='DIVERSIFIKASI PRODUK, PASAR, DAN PELAKU'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-7986358394753625395</id><published>2009-03-08T00:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-08T00:21:55.561+07:00</updated><title type='text'>SEBARKAN VIRUS KEBAIKAN</title><content type='html'>SETIAP hari melalui media masa kita disuguhkan berita perang, terror, bom mobil, bom bunuh diri, dimana orang saling membunuh yang dia kadang tidak tahu untuk apa ia membunuh, yang dibawa sadar kita seolah-olah dalam pikiran kita jiwa manusia tidak ada harganya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari juga kita disuguhkan dengan film, acara-acara telvisi, sinetron dan berita-berita kemewahan, semenjak pagi sudah ada acara hiburan, berbagai sinetron, music langsung, seolah-olah dunia ini hanya hura-hura, kemewahan, tidak perlu kerja keras, kota-kota dengan penuh kesenangan dan kemewahan, sehingga tartaric orang dating ke kota besar mengadu nasib untuk meraih kemewahan yang ada dalam sinetron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu kita disuguhkan pula pada media masa tentang berita perampokan, tipu menipu, korupsi, demnstrasi rusuh, perkelahian antar pelajar, mahasiwa, kampong. Kemudian berita perselingkuhan, kawin cerai, narkoba, pembunuhan, dan berita-berita mengerikan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut yang lain ada berita-berita yang membuat kita risih, seperti berita kemiskinan, gelandangan, penggusuran pedagangan kaki lima, kecelakaan lalu lintas, korban bencana, dan berbagai berita yang menusuk rasa kemanusiaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tidak salah serunya, adalah berita politik, yang disuguhkan benar sendiri, yang lain salah, kemudian saling salah menyalah, membuat dunia terasa tidak ada yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beritanya tidak salah, bukan dibuat-buat dan benar-benar terjadi. Sinetron, film, dan lain sebagainya, ya bisa dimaklumi namanya juga hiburan, mana yang laku saja, karena virus negative yang menyebar selama ini, hibura yang laku adalah yang negatif-negatif pula, selera rendah karena memang selera kita sudah setiap hari disuguhkan yang rendah-rendah, sampai sampai dewasa ini orang baik, dan berbuat baik adalah hal yang salah, dan melawan arus, ada orang yang hidup sederhana dianggap orang yang bodoh, karena tidak mau mengambil kesempatan, dan tidak mau menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang kali otak dan hati bangsa kita yang sudah dikuasi aroma negative sudah saatnya dinetralisis dengan aroma positif, sehingga mind set kita menjadi positif. Barang kali sudah perlu lebih diekspos berita orang yang mau berkorban untuk orang lain, orang dan berita tentang pelestarian alam, dokter/perawat yang tekun mengobat pasien tanpa meminta bayaran, guru-guru sedehana yang mendidik orang-orang desa terpencil atau suku terasing, berita orang yang mau membantu orang gelandangan, dan tidak perlu mengsekspose kemiskinan secara berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang mengkspose berita orang yang mau berkorban untuk orang lain mungkin bisa merubah mind set negative menjadi positif, akan semakin banyak orang yang mau berkorban untuk orang lain, orang-orang yang kerja keras, sabar, tekun. Membuat orang malu berbuat jahat, tidak mau menipu, korupsi, tipu menipu, seleingkuh dan kekerasan, mencontek, sogok menyogok  dan kegiatan buruk lainnya, dan berita baik, berita prestasi, berita mau berkorban bisa menjadi virus kepada banyak orang member inspirasi kepada orang lain, inilah yang disebut virus kebaikan, yang bisa berkembang biak untuk orang lain dan  kita untuk berbuat baik dan mau berkorban. (Dasril Daniel, Jambi, 080309)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-7986358394753625395?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/7986358394753625395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/sebarkan-virus-kebaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/7986358394753625395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/7986358394753625395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/sebarkan-virus-kebaikan.html' title='SEBARKAN VIRUS KEBAIKAN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-2981035241046879900</id><published>2009-03-03T20:54:00.001+07:00</published><updated>2009-03-03T20:54:56.834+07:00</updated><title type='text'>Hanya Kita Yang Bisa Merubah Nasib Kita</title><content type='html'>Akhir-akhir ini banyak tuntutan kepada pemerintah ini dan itu, hal itu tidak salah, karena memang banyak dan hampir semua, elite politik dalam kampanye pilkada maupun pemilu menjanjikan yang muluk-muluk, seolah-olah kalau dia menjadi sesuatu semua masalah Negara, provinsi, kabupaten/kota selesai, mereka tidak tahu berapa besar peranannya nanti, berapa kemampuan daerah untuk melaksanakan janji-janjinya itu, berapa kemampuan SDM di pemerintah untuk melaksanakan janji-janji tersebut, berapa pula sumber daya yang ada pada dirinya untuk balas jasa kepada tim sukses dan mengendalikan investasi pemilu atau pilkada, sehingga janji-janji yang tidak rasional itu tidak dapat dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesranya hanya satu bulan, kemudian mereka dapat tekanan dari sana sini, rakyat menuntut apa yang ia janjikan. Rakyat tidak salah, karena mereka menuntut janji pemimpin mereka. Janji adalah hutang, janji adalah kewajiban yang harus ditunaikan, dan dosa kalau tidak dipenuhi, dosa kepada Tuhan bisa minta ampun, dosa kepada manusia, minta maaf kepada manusia, sampai ia memaafkan, kalau tidak, terpaksa dibawa sampai keakhirat. Itu kalau percaya. Syarat seorang wakil rakyat atau kepala daerah adalah orang yang bertaqwa, tentu mereka tahu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak lain adalah rakyat menjadi sangat tergantung kepada pemerintah, berkurang kemadiriaanya, lama-lama Indonesia menjadi bangsa yang lemah dan bangsa yang lemah karena diciptakan sendiri oleh “elite”-nya sendiri. Jangan sesali pada suatu saat Indonesia menjadi bangsa lemah dan perengek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu filsafah bernegara adalah Negara atau pemerintah kemampuanya terbatas, kebutuhan dan harapan rakyat tidak berhingga. Hal ini yang sering dilupakan atau para elit politik tidak tahu, karena menjadi politikus tidak belajar ilmu politik, atau mungkin menjadi politik dadakan, sehingga timbulah janji-janji yang tidak rasional itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tentu tidak ingin bangsa ini menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang perengek, bangsa yang tergantung kepada bangsa lain, oleh sebab itu  kita bangkitakan kemandirian bangsa ini, kembalikan kilas sejarah bangsa kita ini pada satu abad yang lalu yakni gerakan Budi Utomo dan  dengan kerakan kebangkitan  nasional yang merupakan gerakan kemandirian bangsa, membuahkan kemerdekaan tahun empat puluh lima. Gerakan kemadirian Mahatma Gandhi, menghasilakan kemerdekaan India dan kamajuan seperti sekarang ini. Banyak nagara berkembang menjadi maju dan Negara yang terpuruk akibat perang dunia bangkit dengan gerakan kemandirian.&lt;br /&gt;Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kalau kaum itu tidak ada keinginan merubah nasibnya, artinya untuk merubah nasib harus ada keinginan yang kuat. Untuk merubah nasib tidak bisa sendiri-sendiri, harus berkaum-kaum atau berkelompok. Dengan kelompok bisa membangun kekuatan, dengan kelompok kita bisa saling mengisi, memadu kelebihan, menekan kelemahan. Dengan berkelompok, sedikit bantuan stimulant bisa menghasilakan yang lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya petani atau nelayan, buruh, pengusaha kecil/mikro adalah sekolompok masyarakat yang kurang sejahtera, jangan terlebih dahulu mengharapakan bantuan dari luar lebih dahulu, karena akan menjadi kaum yang lemah, kaum yang perengek, kaum yang penuntut ada tidak pernaha akan manju. Kompak bangun saling tolong menolong, bangun rasa kebersamaan diantara kita. Padukan kekuatan, hilangkan kelemahan. Dengan rasa kebersamaan dan saling membantu kita maju bersama, tanpa mengganggu atau merecokan orang lain. Jangan menuntut ini itu, keciali hak dan janji orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang tidak sama, ada kelebihan dan ada kekurangan. Tuhan memerintah setiap yang punya kelebihan wajib memberikan kepada yang kurang, tetapi tidak ada perintah Tuhan yang kurang mengemis kepada yang lemah. Karena yang meminta itu tidak baik, karena merendahkan harga diri. Tetapi yang berlebih tidak membantu yang lemah juga dosa, karena pada kelebihan itu ada hak orang lain. Kalau itu tidak diberikan, maka kita hidup ditengah masyarakat yang tidak sejahtera, akibatnya hidup menjadi tidak nyaman, itu mungkin bentuk dosa yang dirasakan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pandai mengajar yang bodoh, itu wajib, yang kaya menolong yang miskin, itu juga wajib, yang kuat menolong yang lemah wajib juga. Kalua kita bisa tulis baca, terpikul kewajiban mengajar yang buta huruf. Yang ada rezki berlebih berkajiban membantu yang miskin, yang kuat sudah jatuh kewajiban memapah yang lemah, dokter wajib mengobati yang sakit. Diminta atau tidak diminta, dibayar atau tidak dibayar. Tidak selesai dengan membayar pajak kepada pemerintah, atau membayar zakat saja, sehingga kewajiban menjadi lunas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bayar pajaknya  tidak sebagai mana mestinya atau menipu pajak, atau oknum penguasa (termasuk oknum yang ada diberbagai lembaga Negara)  dan pengusaha ada pula yang korupsi  dan berjamaah lagi. Ada hak nagara yang dirampok, artinya ada hak rakyat yang dicuri, bisa hak orang yang sudah meninggal, hak orang yang masih hidup atau hak calon orang, kepada siapa minta maaf, dimana minta maaf, kapan minta maaf. Kalau kita bangsa yang beriman dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tentu tahu itu, apakah artinya dosa atau dalam pengertian karma, tergantung kepercayaan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah menunaikan kewajibanya kepada rakyat semaksimal mungkin dan seadil mungkin, dan sejujur mungkin dan yakin semua itu diniatkan untuk kesejahteraan rakyat.  Aka nada tuntutan yang berlebihan, instropeksi diri, mungkin ada janji yang tidak terpenuhi, tetapi ada kritik maklumi, memang pemerintah tidak akan dapat memenuhi seluruh harapan dan kebutuhan rakyat. Tidak ada suatu kebijakan pemerintah akan memuaskan seluruh rakyat, kritik tidak perlu bereaksi berlebihan, kritik dijadikan multivitamin yang member semangat untuk kerja lebih baik lagi, gunakan untuk memperbaiki diri kedalam, tidak usah cari kambing hitam, kendati kambing hitam murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih pemimpin dan dalam hal ini termasuk jangan pilih orang yang berjaji yang tidak rasional, dan jangan pilih mereka yang baik, dermawan, sok akrab mendadak, tetapi pilih orang yang berjanji rasional, punya jejak karier yang baik dan selama ini dalam berkarier mensejahteraan orang lain, dan telah teruji dengan segala situasi. Jangan pilih orang yang suka mengemis, termasuk mengemis dukungan dengan segala rayuan gobalnya, karena pemimpin orang yang tidak suka mengemis dalam bentuk apapun, pemimpin orang yang mandiri dan punya keteguhan hati. Tidak mungkin orang berwatak pengemis bisa menjadi pemimpin. Pemimpin adalah orang dibesarkan oleh orang lain karena selama hidupnya membantu dan membahagiakan orang lain dengan apa yang ada padanya, sekurangnya petunjuk, nasehat, atau senyum. Memang jarang orang seperti itu, tetapi bukan tidak ada, cari orang itu, mungkin mereka tidak berkampanye. Masih ada waktu menjelang pemilu. Tidak perlu Golput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin hidup sejahtera bersama, hidup bahagia bersama, tunaikan semua kewajiban dengan sukarela atau lebih dari sekadar kewajiban, sebelum yang punya hak menuntut. Jangan yang punya hak menuntut, itu tidak baik, karena memalukan, malu kepada bangsa lain, malu kepada orang lain, malu kepada keluarga, malu kepada diri sendiri, malu kepada Tuhan yang telah member kita kelebihan. Apa kah kita sudah tidak punya rasa malu, seperti yang ada di Ranggunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elite juga demikian, berjanjilah, berfikirlah secara rasional, dan bekerjakan keraslah, karena anda pemimpin, berikan segala kemapuan anda untuk kesejahteraan anak bangsa, kalau tidak suatu saat ada jatuh kelembah kehinaan, hina yang paling sakit adalah merasa hina berhadapan diri sendiri dan diahadapan Tuhan, kemana saja terbawa terus, anda bisa senyum dengan semua orang, tetapi menjerit bila berhadapan dengan hati nurani sendiri, hati nurani tersebut dibawa kemana pergi. Pada hakikatnya semua orang punya, kecuali yang sudah seperti di Ranggunan itu. Elit apapun Anda. (Jambi,  03 Maret 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-2981035241046879900?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/2981035241046879900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/hanya-kita-yang-bisa-merubah-nasib-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2981035241046879900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2981035241046879900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/hanya-kita-yang-bisa-merubah-nasib-kita.html' title='Hanya Kita Yang Bisa Merubah Nasib Kita'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-4342010049605873084</id><published>2009-03-02T07:52:00.000+07:00</published><updated>2009-03-02T07:53:40.852+07:00</updated><title type='text'>NEGERIKU KEBANYAKAN PRESIDEN</title><content type='html'>Indonesia, nageriku yang kucintai, di negeri ku ini banyak presiden, preseden adalah lambing kekuasaan tertinggi di suatu negera yang system presidensial, tetapi di negeri ku tercainta ini tidak demikian. Saya coba mengimpretarisir preseden di Indonesia, seperti ada presiden hotel, presiden taksi, president sweat,  presiden partai, presiden badan eksekutif mahasiswa, presiden organisasi, president lecture, entah presiden apa lagi.&lt;br /&gt;Sehingga saya bertanya, apa pengertian presiden itu, mungkin presiden itu lambang kemewahan, maka ada presiden hotel, dan ada president sweat di hotel berbintang atau president taxi. Ya tidak, presiden bukan lambing kemewahan, presiden bukan raja masa lalu yang hidup bersenang-senang di istana, tetapi presiden zaman sekarang adalah orang yang berpikir keras siang dan malam yang kerja dua puluh empat jam untuk memikirkan bangsa, apa lagi saat-saat krisis ekonomi sekarang. Presiden ada pelayan masyarakat yang paling bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, untuk itu ia diberi kekuasaan terbatas oleh undang-undang, sehingga ia dapat bertindak bebas dalam koridor undang-undang.&lt;br /&gt;Karena presiden dilambangkan sebagai kemewahan, orang berbondong-bondong menonjolakan diri untuk jadi presiden, mengurus rumah tangga saja tidak becus, mencalonkan diri pula untuk jadi presiden. Ini sangat bisa  dimaklumi, siapa yang tidak suka dengan kemewahan, tinggal di Istana, banyak pengawal, kemana-mana dikawal, rumah tangga dijamin Negara, jamuan makan kenegaraan, bisa berteman dengan raja, presiden dan perdana menteri negeri asing. Asyik nggak tu. Kalau ada acara nasional dan internasional, presiden ditunggu banyak orang wajah terpampang di TV local, nasional dan internasional. Kalau ada presmian proyek besar juga demikian tetapi yang paling mengasyikan adalah menandatangani prasasti diatas relief batu, suat saat nanti mungkin ratusan atau ribuan tahun yang akan dating relief itu masih ada, tanda tangannya masih bisa dibaca orang, karena sudah menjadi situs purbakala dan dimuseumkan, kalau tidak keburu kiamat.&lt;br /&gt;Bagai mana pula dengan presiden oraganisasi sosial, presiden partai, presiden badan eksekutif mahasiswa, yang tidak bebas bertindak, mengambil keputusan atas kesepakatan pengurus yang dulu dikatakan disebut dengan istilah ketua, bukan kepala atau presiden.  Mungkin preseden itu lambing kekuasaan, maka yang sudah disebut presiden mungkin mengasosiasikan dirinya sebagai presiden republic yang menganut system presidensial pula, maka berlomba-lomba pula ingin jadi presiden. Presiden atau mantan presiden semacam ini ikut-ikutan pula berlomba atau bertarung menjadi  untuk menjadi presiden di negeriku. Kebanyak orang ini lantang pula mengritik sana-sini, yang ia lupa adalah mengkritik dirinya, karena mereka lupa berkaca diri karena kesibukan dan kerasak kerusuk selama ini untuk mencari pendukung dan mencari dana pendukung dan mengemis doa kepada banyak orang.&lt;br /&gt;Inilah nasib negeriku, yang diciptakan oleh anak bangsanya sendiri, karena berawal memplesetkan bahasa kejalur yang tidak benar, sehingga terperangkap oleh makna dan rasa behasa itu sendiri. Kalau negeri ini berantakan jangan dikambing hitamkan Tuhan, dengan kata-kata itu sudah takdir. Itu bukan takdir, itu adalah nasib yang diciptakan sendiri. Sekadar lamunan sendiri dari orang yang tidak mau dan tidak mampu jadi presiden, preseden jenis apapun, semoga  lamunan ini tidak menjadi aliran sesat yang menyesatkan, karena di negeri ini sudah banyak orang tersesat di kota yang banyak rambu dan ada peta. Semoga (Dasril Daniel, Jambi, 02 Maret 2009).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-4342010049605873084?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/4342010049605873084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/negeriku-kebanyakan-presiden.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4342010049605873084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4342010049605873084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/03/negeriku-kebanyakan-presiden.html' title='NEGERIKU KEBANYAKAN PRESIDEN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-8245737781093121192</id><published>2009-02-26T21:30:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T21:31:12.057+07:00</updated><title type='text'>BIOPORI DI PERKEBUN SAWIT</title><content type='html'>Sebagaiman diketahui, tanaman kelapa sawit salah satu jenis tanaman yang sangat banyak menyerap unsure hara dan air, kelapa sawit ada yang mengklasifikasi tanaman yang kurang ramah lingkungan. Dewasa ini luas kebun kelapa sawit di Indonesia berkembang dengan  pesat sekali sejalan dengan perkembangan permintaan terhadap crude palm oil (CPO) yang diolah lebih lanjut untuk berbagai jenis pangan seperti minyak goring, margarine, sabun, dan bahan baku penolong pada berbagai produk pangan. Akhir-akhir ini, CPO diolah menjadi bio-diesel dan green-diesel sebagai bahan bakar untuk transportasi dan industry, sebagai bahan pencampur atau pengganti bahan bakar fosil (BBM), yang lebih ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tingginya animo masyarakat dan dunia usaha untuk membuka kebun sawit baru, luas kebun sawit yang ditaman pada lahan yang tingkat kemiringan tinggi. Akar sawit yang merupakan akar serabut, system perakarannya yang dangkal kurang mampu menahan air dalam tanah dan aliran air permukaan (run off) yang tinggi ketika hujan, sehingga bias menimbulkan banjir di hilir, terkikisnya permukaan tanah yang mengandung humus, keruh dan mendangkalnya sungai-sungai, dan dampak negative lainnya. Ketika musim kemarau lahan mongering, pertanaman sawit itu sendiri kekurangan air, sungai-sungai mendangkal, sungai sebagai prasrana transportasi menjadi terganggu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kondisi diatas menyebabkan pupuk yang diberikan kepada pertanaman baik organic atau non organic  menjadi berkurang efektifitasnya, hanyut (leaching) ketika musim hujan, dan kurang melarut ketika musim kemarau sehingga tanaman sulit menyerapnya. Seperti diketahui pupuk mahal, dan biaya pemupukan juga mahal. Pekebun sawit bias dapat untung dari usahanya, sedangkan masyrakat dan Negara rugi karena dampak lingkungan akibat perkebunan sawit. Tentu kondisi ini sama-sama tidak diinginkan oleh pekebun yang rugi karena pupuknya hanyut, kurang efektif, humus dikebunya menipis dengan cepat, sebaliknya masyarakat rugi kerena dilanda banjir pada musim hujan, kekeringan pada musim kemarau, transportasi sungai terganggu pada musim hujan dan kemarau panjang. Pemerintah juga rugi, biaya social yang dikeluarkannya lebih besar dari pajak dan retribusi yang diterima. Kalau dihentikan perluasan atau peremajaan sawit, mengakibatkan pertambahnya pengangguran dari sector hulu, hilir, jasa trasnportasi, dan jasa pendukung lainnhya, ekspor menurun, harga minyak goteng dalam negeri menjadi lebih tinggi. Keadaan yang saling merugikan ( loss-loss condition) atau makan buah simalakama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi yang saya tawarkan, adalah membuat biopori diantara pohon sawit dengan membuat lobang dengan bor tanah sedalam 1-1,5 meter, dengan diameter 10-15 cm, bagian atas diberi pipa paralon sepanjang 15 cm, agar lobang tidak tertutup oleh tanah yang runtuh dari sekitar lobang. Kedalam lobang dimasukan bekas pemberihan gulma di sekitar pohon sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat yang diterima oleh pekebun adalah menyediakan pupuk organis bagi pertanaman, menyerap air hujan, sehingga berkurangnya aliran air dan masuk kedalam tanah, pada biopori akan berkembang cacing tanah yang akan mengurai bekas gulma dan tanah disekitar biopori yang dapat dimanfaatkan oleh pertanaman sawit, kapasitas penyimpanan air dalam tanah akan lebih besar yang bias dimanfaatkan oleh pertanaman pula, dan efektifitas pemupukan akan lebih baik. Perkurangnya air permukaan akan dapat mencegah banjir dan menghanyutkan humus atau bunga tanah di perkebunan sawit, dan hasilnya adalah produktivitas kebun sawit akan meningkat, perkebunan sawit akan lebih ramah lingkungan. Namun untuk membuat biopori tentu perlu biaya, saya kira biaya yang dikeluarkan oleh pekebun sawit akan lebih kecil dari manfaat yang diterima oleh pekebun dalam jangka panjang, apa lagi kalau disbanding dengan biaya lingkungan yang dikeluarkan pemerintah dan masyarakat karena bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampai saat ini belum pernah membaca atau mendengar penggunaan biopori di kebun sawit, biopori dikembangkan di perkotaan untuk mengatasi, banjir perkotaan dan sekarang akan dikembangkan di Kebun Raya Bogor. Dengan analisa analogis, biopori ini bias dekembangkan pada perkebunan tanaman keras seperti sawit, karet, kelapa, kopi, rambutan, durian, dan tanaman keras lainnya. Semoga ada ahli agronomis, foretry dan ekonom pertanian yang menelitinya dan pekebun sawit yang mecobanya, semoga (Dasril Daniel, Jambi, 26 Februari 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-8245737781093121192?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/8245737781093121192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/biopori-di-perkebun-sawit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8245737781093121192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/8245737781093121192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/biopori-di-perkebun-sawit.html' title='BIOPORI DI PERKEBUN SAWIT'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-4030017169460781651</id><published>2009-02-21T22:05:00.000+07:00</published><updated>2009-02-21T22:07:16.053+07:00</updated><title type='text'>Fluktuasi  Harga</title><content type='html'>Dewasa ini sering dipertanyakan, harga BBM turun, tetapi harga barang beluam turun, dan biaya teransportasi belum turun, seolah-olah harga barang dan biaya teransportasi sangat ditentukan oleh harga BBM.  Dan yang mengkipas-kipas itu adalah “pakar”, “ekonom” apalagi politisi yang lebih lantang menjelang pemilu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita berpikir jernih, komponen BBM dalam harga barang tidak sebesar yang diperkirakan orang, termasuk dalam transportasi, sehingga turun naiknya harga barang adan jasa tidak selalu paralel dengan harga BBM. Banyak parameter yang membentuk harga barang dan jasa, seperti bahan baku, bahan penolong, upah, suplai, demand, cuaca, bea masuk, kurs valuta. Biasa saja BBM turun, tetapi nilai rupiah turun, sehingga komponen naik. BBM turun, banyak turun hujan, produksi pertanian terganggu, suplai berkurang, atau produksi pertanian di suatu daerah melimpah, tetapi di transportasi kewilayah konsumsi terganggu oleh banjir, tanah longsor atau gelombang tinggi, jadi tidak hanya ditentukan oleh harga BBM, yang sharing tidak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering saya baca di media, harga BBM turun, tetapi sayur mayur, bumbu, gula, ikan dan lain-lain naik, pada kenaikan harga tersebut bukan ditentukan oleh harga BBM dan transportasi saja. Kalau untuk memahami naik turunya harga kita harus banyak data, dan korelasi  data tersebut dengan kenaikan harga, dan banyak penyebab kenaikan harga tersebut sudah diluar kemampuan pemerintah untuk mengatasinya, siapapun pemerintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu harga minyak bumi melambung tinggi, sampai 147 USD per barrel, sekarang melorot tajam pual sampai mendekati 30 USD per barrel dalam waktu yang relatif singkat, ekstrim naik dan ekstrim turun, pengalaman saya mengamati perubahan harga selama 25 tahun, setiap kenaikan harga yang ekstrim akan diikuti oleh melorotnya harga dengan ekstim pula, ini sering terjadi pada harga, cabe, bawang, sehingga para pedagang dan petani mengatakan komoditi judi. Sekarang berkembang pada harga minyak bumi. Energi selama ini berasal dari minyak bumi dan gas, sekarang berkembang energi dari batu bara, CPO, Jagung dan kedele. Maka harga minyak bumi dan harga komoditi lainnya tersebut saling berpengaruh, dan ekstrim-ekstriman pula diperparah dengan perubahan iklim yang ekstrim pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi dunia usaha dan masyarakat yang disenangi adalah harga stabil, jadi ada pergerakan atau dinamika harga, tetapi tidak banyak, inflasi sekitar 2 persen pertahun, deflasi dan inflasi yang tinggi tidak diinginkan, yang sulitnya adalah perubahan cuaca yang ekstrim akibat pemanasan global tidak bisa dikendaliak manusia, apalagi pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;Saat ini harga minyak bumi sudah sangat rendah, harga BBM yang sekarang banyak orang menganggap tinggi, seolah-olah pemerintah cari untung. (memangnya pemerinntah itu pedagang minyak), dan selama ini BBM disubsidi, jadi banyak pakar dan politisi meminta harga BBM dalam diturunkan lebih rendah, kelihatanya permintaan tersebut sangat logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi perlu diingat, dan mungkin pemerintah hati-hati kalau-kalau terjadi peningkatan harga minyak bumi yang naik ekstrim, dan kelebihan pendapatan yang ada sekarang ini bisa dipakai sebagai tambahan subsidi dimasa yang akan datang, sehingga kesetabilan harga BBM akan lebih terjamin, karena setiap kenaikan harga di Indonesia berimlikasi ekonomi, sosial dan politik yang tinggi, bahkan penurunan harga BBM juga buat ribut, dan tidak rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunnya harga BBM, diluar negeri (negara maju) tidak membuat mobil lebih ramai di jalanan, karena permintaan karet juga terjadi penurunan yang tajam, di Indonesia sangat berbeda, penurunan harga BBM meyebabkan meningkatnya konsumsi BBM untuk transportasi, waktu BBM mahal Jakarta dan kota-kota besar berkurang kemacetannya, BBM turun sedikit saja Jakarta dan Kota besar lainnya kembali normal macetnya, memang kita ini tidak hemat energi.&lt;br /&gt;[Dasril Daniel, Jambi, 21/02/09]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-4030017169460781651?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/4030017169460781651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/fluktuasi-harga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4030017169460781651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4030017169460781651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/fluktuasi-harga.html' title='Fluktuasi  Harga'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-1753982480512419281</id><published>2009-02-15T20:18:00.001+07:00</published><updated>2009-02-15T20:18:58.959+07:00</updated><title type='text'>HIMBAUAN APINDO YANG ANEH</title><content type='html'>Pemerintah, sudah memulai suatu gerakan penggunaan produksi dalam negeri, dan dalam waktu dekat akan diterbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB), para menteri terkait. Sesuatu yang akan mengerakan ekonomi nasional dalam mengatasi krisis, meningkatkan daya beli masyarakat, penyerapan tenaga kerja dan dampak positif lainnya, dan tentu membuka peluang pasar bagi dunia usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari tanggal 15 Februari 2009, pada berita berjalan Metro TV, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menghimbau BUMN mempeloporinya. Bagi saya itu himbauan yang rada-rada aneh, pemerintah melakukan gerakan tersebut untuk menolong pengusaha yang sedang kesusahan, malah pengusaha sendiri yang melemparkan ke BUMN. Seharunya gerakan penggunaan produksi dalam negeri itu timbul dari pengusaha sendiri untuk meningkatkan pemasaran produk (barang dan jasa) yang dihasilkanya. Apakah dunia ini sudah terbalik-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pengusaha  Indonesia yang tergabung dalam APINDO tersebut sadar, bahwa pasar domestik adalah basis pasarnya, maka mereka harus menangguhkan pasar tersebut, sehingga Indonesia mempunyai ketahanan ekonomi, tidak dibiarkan pasar domestik yang digerogoti oleh produk-produk impor, seperti produk impor dari China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bijaknya APINDO menghimbau anggotanya untuk mempelopori penggunaan produk dalam negeri, kedalam dulu baru keluar. Tidak seperti sekarang orang dihimbau, kita tidak, sedangkan kebijakan itu untuk menolong kita, kasihan pemerintah yang seharusnya dibantu, ini malah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dipahami, karena sebagian anggota APINDO  tersebut adalah importir barang konsumsi, dan mendapat untung banyak dari kegiatan impornya tersebut, mudah-mudahan tidak pula diantaranya penyelundup impor yang dapat untung berlipat-lipat dengan mengerogoti pendapatan negara dan membunuh produsen dalam negeri. Tetapi bagi importir tersebut bisa dihimbau untuk membangun industri di dalam negeri, dengan bekerja sama dengan prinsipal di luar negeri, sehingga akan dapat pula menyerap tenaga kerja dan pendapat bagi negara dari pajak. Kok tidak sayang ya dengan negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungan bersama, kebijakan pemerintah yang begitu baik, begitu peduli kepada masyarakat kecil, dan tidak merugikan dunia usaha, malah ada yang tidak menyambut dengan keikhlasan, mau jadi apa bangsa kita ini.  [Dasril Daniel, Jambi, 15/02/09]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-1753982480512419281?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/1753982480512419281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/himbauan-apindo-yang-aneh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1753982480512419281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1753982480512419281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/himbauan-apindo-yang-aneh.html' title='HIMBAUAN APINDO YANG ANEH'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3907170243930185754</id><published>2009-02-15T08:50:00.001+07:00</published><updated>2009-02-15T08:50:50.808+07:00</updated><title type='text'>GERAKAN PENGUNAAN PRODUKSI DALAM NEGERI</title><content type='html'>Pemerintah dengan diterbitkannya sudah menerbitkan ketentuan penggunaan produksi dalam negeri, dan pemerintah telah pula membatasi impor dengan mengatur pelabuhan yang tertentu untuk impor, sehingga produk impor tidak leluasa masuk ke dalam negeri, hanya pada pelabuhan tertentu saja. Sedangkan barang impor yang dibutuhkan dan belum ada di produksi didalam negeri bisa masuk pada berbagai pelabuhan dengan dispensasi tertentu. Kebijakan itu agar tidak melanggar ketentuan WTO, kalau melanggar tentu kita disanksi. Instruksi presiden dalam penggunaan produksi dalam negeri tentu hanya untuk sektor pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga akan menstimulus perusahaan sepatu dengan menyiapkan suatu aturan pegawai menggunakan spatu dalam negeri, tentu saja mungkin dalam disediakan anggaran untuk membeli sepatu dinas. Kalau demikian, tentu pemerintah pusat hanya menyediakan anggaran untuk pegawai pusat, sedangkan daerah tidak akan terjangkau. Bisa dimaklumi adanya rencana pemerintah pusat itu, karena perusahaan sepatu dalam negeri sangat terpukul dengan krisis ekonomi global dan akan terjadi PHK massal yang bisa mencapai 30 persen dari buruh perusahaan sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pemerintah pusat tersebut tentu tidak cukup, karena pegawai yang terbanyak bukan pegawai pusat, tetapi pegawai daerah yang menyebar di seluruh Indonesia, dan pemerintah daerah yang selama ini memberikan pegawainya baju dinas setiap tahun, dan pakaian dinas tersebut tidakan akan lusuh bila dipakai setahun. Pemerintah daerah yang mungkin segera melakukan gerakan penggunaan sepatu dalam negeri dari mengalihkan anggaran baju dan jelana menjadi pembelian sepatu tanpa mengganggu anggaran. Rancan pemerintah pusat tersebut yang akan bisa direspon oleh pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan produksi dalam nenegeri tidak selesai dengan kebijakan pemerintah saja, karena pemerintah tidak mungkin mengatur penggunaan produksi dalam negeri pada masyarakat dan swasta, karena akan ada aturan internasional yang akan dilanggar dan akan ada pengekangan pada masyarakat yang akan menimbulkan protes dari masyarakat. Seperti yang terjadi di AS sekarang masyarakat memprotes akan diterbitkan kebijakan hanya menggunakan produk Amerika saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri, akan dapat mengurangi impor, meningkatkan cadangan devisa, menstabilkan nilai tukar rupiah. Nilai rupiah yang stabil dibutuhkan untuk mengerakan ekonomi masayrakat dan stabilitas ekonomi. Dengan ekonomi yang stabil akan ada pertumbuhan dan pembangunanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri akan menghidupkan produsen dalam negeri, mengurangi PHK, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan daya beli masyarakat, mengurangi penggangguran dan terciptanya pertumbuhan ekonomi dan meciptakan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau analisa terbalik, tidak menggunakan produksi dalam negeri, sedangkan produk tersebut ada buatan dalam negeri adalah orang yang tidak ingin mensejahterakan kehidupan masyarakat sekitarnya, orang yang ingin hidup ditengah kemiskinan, orang yang ingin menyesengsarakan saudara sendiri, orang yang membuat keluarganya menjadi pengangguran, yang pada gilirannya hidupnya tidak akan nyaman atau menyakitkan dirinya sendiri. Kalau menyakitkan diri sendiri adalah perbutan dosa. Perbuatan dosa adalah haram. Dosa adalah hal yang harus dihindarkan oleh semua penganut agama. Apa jadinya kalau majelis ulama atau mejelis agama-agama lainya mengharamkan penggunaan produk impor sepanjang ada produksi atau produk subsitusinya ada didalam negeri. Tentu akan diprotes ramai-ramai seperti fatwa rokok pula. Tentu bukan itu pula yang kita kehendaki hidup terkekang dengan yang haram-haram.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu jadikan prinsip dalam hidup selama ada produksi dalam negeri, penggunakan produk dalam negeri, itulah pengejawantahan rasa kebangsaan, rasa hidup senasib sepenanggungan, kalau mau Indonesia Negeri Nyaman Sejahtera. Dan itulah yang digerakan oleh Mahatma Gandhi dalam gearkan swadesainya, itu pula prisnsipnya hidup orang Jepang, dan Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penggunaan produksi dalam negeri ada stigma negatif dalam masyarakat, yakni produk dalam negeri mutunya rendah dan harganya mahal. Kalau demikian maka tidak ada produksi dalam negeri yang bisa masuk pasar glabal atau ekspor, karena persaingan di pasar internasional sangat ketat baik mutu maupun harga. Itu adalah bukti mutu dan harga produksi dalam negeri bisa bersaing. Kendati barang jadi yang masuk ke pasar internasional dengan merek global, baik sepatu, garmen, makanan dalam kemasan. Karena pengusahan kita tidak percaya diri masuk pasar internasional, dan biaya promosi yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, merek-merek asing itu digunakan juga didalam negeri tanpa mencantumkan buatan Indonesia (made in Indonesia, assembling in Indonesia, packaging in Indonesia) karena tidak percaya diri dan karena ada stigma diatas, sebagian masyarakat bangga menggunakan produk asing (mental anak jajahan barangkali), sehingga biaya royaltinya yang sangat besar dibayar kepada pemegang merek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja produksi dalam negeri harganya lebih mahal, karena produksinya yang terbatas, sehingga biaya produksi dan biaya pemasaran lebih tinggi per unitnya, dengan meningkatnya konsumsi produk dalam negeri tentunya harga akan lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan merek asing, Indonesia di jadikan tukang jahit kampung, bahan, merek, desain dipegang oleh pemegang merek, dengan ketentuan yang sangat ketat, sehingga dengan mudah memutuskan hubungan kerja, hal ini terjadi pada garmen dan alas kaki, sekali memutuskan hubungan kerja terjadi PHK puluhan ribu, sudah selayaknya Indonesia mengembangkan merek sendiri, sehingga pasar lebih stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan penggunaan produksi dalam negeri ini tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh dunia usaha, partai politik, organisasi masyarakat, pendidik, ulama dan tokoh agama dan gerakan semua orang semua warga bangsa, baik yang ada dalam negeri maupun di luar negeri, assosiasi pengusaha yang terhimpun dalam KADIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah krisis global adalah masalah bersama bersama pula kita mengatasi, pemerintah nasioanal (pusat), pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat sesuai porsi kita masing-masing, insyaallah kita akan cepat keluar dari krisis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai politik gunakan tema kampanye penggunaan produksi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengatasi pengangguran, dan mengentaskan kemiskinan. Siapa yang berani, itu partai yang pro rakyat, pro pengangguran, pro buruh, pro orang miskin. Siapa berani ???&lt;br /&gt;[Dasril Daniel, 15/02/09]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3907170243930185754?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3907170243930185754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/gerakan-pengunaan-produksi-dalam-negeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3907170243930185754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3907170243930185754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/gerakan-pengunaan-produksi-dalam-negeri.html' title='GERAKAN PENGUNAAN PRODUKSI DALAM NEGERI'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-2668929584426032010</id><published>2009-02-13T21:19:00.000+07:00</published><updated>2009-02-13T21:20:33.949+07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI POLITIK MENJELANG PEMILU</title><content type='html'>Kurang dua bulan menjelang Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009, sudah lebih banyak spanduk dan media komunikasi lainnya di jalan-jalan di seluruh pelosok tanah air, terutama di tempat konsentrasi penduduk yang rapat. Dan semakin banyak pula sosialisasi diri yang dilakukan para caleg, dimaklumi pada pemilu legislatif yang akan datang, pemenang ditentukan berdasarkan perolehan suara terbanyak, mempersibuk para candidat “memperkenalkan” diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan memperkenalkan diri tersebut sangat pula dimaklumi, disamping saingan yang sangat benyak, juga karena banyak para caleg memang orang yang tidak dikenal di daerah pemilihannya, tidak pernah bersentuhan dengan masyarakat dan tidak ada pula jejak karier yang dikenal masyarakat bahkan oleh kader partai di daerah pemilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara apa memperkenalkan diri, siapa patner yang akan digandeng, ya suasah, paner yang bisa digandeng adalah uang, semua menggunakan uang, semua diupah, tidak ada lagi sukarela, sehingga komunikasi politik sudah semakin sama dengan komunikasi pemasaran atau komunikasi bisnis, salah-salah terjebak pada politik uang. Pada komunikasi pemasaran pemasangan baliho, spanduk, umbul-umbul dan media komunikasi, pemerintah kabupaten/kota mendapat penerimaan dari pajak berupa pajak reklame, tetapi pada komunikasi politik pemda dapat repotnya, pada saatnya media kampanye ditinggalkan begitu saja dan mengotori kota. Pada saat yang akan datang sebaiknya juga memajaki media kampanye politik sama dengan media promosi laiinya, sekurangnya mendapat diskon tertentu, dan perlakukan saja perda yang ada, sehingga peletakan media kampanye terkendali dan PAD meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pemilu semua caleg memperkenalkan diri dengan segala cara, dan dengan segala mendia, dan dengan segala pesan. Dua bulan mejelang hari pemungutan suara, sudah semakin jelas belangnya para candidat, ada yang suka cari salah orang, menyampaikan pesan tidak santun, menhalalkan segala cara dalam berkampanye sampai melanggara aturan, mengunakan uang dalam membujuk orang, mejadi legislator sebagai profesi, tidak sebagai wadah pengabdian dan segala macam cara memperlihatkan belangnya, sehingga mempermudah calon pemilih menentukan pemilih  namun mungkin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg  idealis yang tidak akan naik kepermukaan, karena selama ini orang idealis tidak akan mampu membiayai kampanya yang biayanya sangat besar, barang kali masyarakat mencari tahu siapa caleg idealis tersebut untuk dipilih disamping caleh populer yang mampu membiayai kampanye, supaya tidak salah pilih wakil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya “memperkirakan” panwaslu, penyidik polri, jaksa, dan hakim tidak repot dengan adanya pemilu ini, tetapi perkiraan saya itu meleset, kenyataan bawaslu sudah mulai direpotkan menurukan media kampanye di tempat terlarang, penyidik, jaksa, dan hakim sudah repot, karena dibeberapa daerah sudah ada perkara pemilu masuk pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu adalah pesta demokrasi, memestakan orang untuk menjadi orang terhormat, yang akan berkiprah di lembaga yang terhormat pula, tentu pemilu menjadi pesta orang beradab, penuh dengan sopan santun dan etikah, patuh dengan aturan, karena mereka itu akan membuat aturan di negara tercinta ini. Banyak orang akan gotong-royong suka-rela dalam mengsukseskan pesta tersebut, karena kalau pestanya gagal orang senegeri akan malu, pesta yang menyenangkan untuk semua orang, tidak pesta yang menyesakan dada karena suasana tidak nyaman, karena disuguhi pesan-pesan yang tidak membuat kalbu tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan ya, pemilu di negeri ini yang membuat orang nyaman, orang nyaman  dalam menentukan pilihannya, dan nyaman pula sesudah pemilu, karena pilihannya kerja baik dan benar, lembaga legislatif diisi oleh orang baik dan benar, sehingga sesudah menentukan pilihannya ia tidak merasa berdosa karena memilih orang yang salah, sehingga memberi andil untuk kerusakan negeri, semoga saatnya nanti datang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ampuni kami yang salah memilih wakil kami di lembaga legislatif karena ketidak tahuan kami, dan kalau ia menyeleweng disaat menjadi legislator karena kami tidak berniat ia menjadi legislator yang menyeleweng, sehingga bangsa ini menjadi morat marit karenanya. Kami tidak ingin melalui tangan kami negeri ini rusak sehingga kami bersalah dengan ratusan juta warga negeri ini. Semuanya itu karena kenaifan dan kelemahan. Amiiiiiiin.  [Dasril Daniel, Jambi, 13/02/09]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-2668929584426032010?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/2668929584426032010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/komunikasi-politik-menjelang-pemilu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2668929584426032010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2668929584426032010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/komunikasi-politik-menjelang-pemilu.html' title='KOMUNIKASI POLITIK MENJELANG PEMILU'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-1058076055168583619</id><published>2009-02-09T20:27:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T20:29:29.938+07:00</updated><title type='text'>NEGERI SERBA SALAH</title><content type='html'>Suatu negeri di sudut bumi bernama Negeri Serba Salah. Di negeri tersebut tidak ada orang yang tidak salah, kecuali dirinya yang menyalahkan, apapun yang diperbuat atau dikatakan orang salah. Berbuat salah, tidak berbuat juga salah, cepat berbuat salah, lambat berbuat juga salah, yang tidak pernah salah adalah diri yang menyalahkan, yang lain salah. Kawan salah, lawan apalagi, saingan juga salah. Sehingga agar tidak salah orang lebih hati-hati bicara dan bertindak juga salah, penuh keyakinan tinggi slah, tergugup kerena sering disalahkan.&lt;br /&gt;Setelah saya mencari-cari dimana salah negeri itu, entah betul entah salah, mungkin salah dan siap untuk disalahkan. Penyebabnya adalah mahalnya harga cermin, sehingga orang negeri serba salah tidak pernah bercermin diri, jadi ia tidak tahu salahnya, dan lebih sering mengunakan teropong serba salah, sehingga dapat melihat salah orang dan salah kecil terlihat salah besar.&lt;br /&gt;Anehnya tidak satupun orang mau dikatakan salah, biar disamber gledek, atau coklat valentine juga tidak mau dikatakan salah, kalau ia ternyata salah, tetap juga tidak mau mengaku salah, kalau didesk terus maka ia akan mencari kambing hitam, karena kambing hitam dinegeri serba salah itu sangat murah dan paling murah.&lt;br /&gt;Kambing hitam di negeri serbasalah tidak pernah mengembek karena lidanya sudah di jadikan sate, kambing hitam negeri serba salah tidak takut di tarik ke sungai, seperti kambing kambing negeri lain, rasanya telah mati sejak virus serba salah berkembang dinegeri serba salah.&lt;br /&gt;Itu sedikit cerita tentang negeri serba salah, mungkin cerita ini salah, saya siap menerima salah, sebelum orang lain menyalahkan saya, kendati begini atau begitu cerita ini salah, karena saya menyampaikan dengan cara yang salah dan media salah.&lt;br /&gt;Terjebak di negeri serba salah he he he. Siapa yang salah, dan akan salah besar kalau dikatakan Tuhan yang salah, saya ingatkan jangan salahkan Tuhan  (Dasril Daniel, Jambi, 090209)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-1058076055168583619?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/1058076055168583619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/negeri-serba-salah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1058076055168583619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1058076055168583619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/negeri-serba-salah.html' title='NEGERI SERBA SALAH'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3335399116237210388</id><published>2009-02-08T09:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T09:24:07.213+07:00</updated><title type='text'>BERBEDA PADA TATARAN, HARMONI TERCIPTA</title><content type='html'>SETIAP hari kita menikmati masakan  dengan berbagai cita rasa, pada masakan tersebut ada berbagai bahan baik bahan utama maupun bumbu-bumbunnya, bila dimakan satu persatu dari komponen yang ada dalam masakan tersebut rasanya bisa tidak enak, rasa bumbu yang pedas menyengat, aroma bawang yang tidak enak, bau jengkol atau petai yang menyakitkan hidung, rasa garam yang asin, rasa pare yang pahit, rasa cuka yang asam, kecap yang asin, terasi dengan rasa yang tidak kakru-karuan.&lt;br /&gt;Sebelum belum dimakan bahan pembangunan makanan itu ada yang keras, ulet, lembut, cair, kristal dan hampir tidak ada yang enak kalau dimakan mentah, tetapi setelah dimasak oleh juru masak yang pandai, rasanya menjadi enak nikmat yang membuat lidah berdecak-decak, sesudah makan menimbulkan gairah baru, kalau kekenyangan jadi susah berdiri.&lt;br /&gt;Ada kalanya dari bumbu yang sama, dengan cara masak yang berbeda menghasilkan masakan yang berbeda, walau bahan baku yang sama dan takaran sama hasil berbeda oleh juru masak yang pintar, tetap enak.&lt;br /&gt;Ada lagi bahan sama, cara masak sama berdasarkan resep yang sama, juru masak juga sama, perbedaanya hanya berbeda waktu memasukan yang berbeda kendati urutan sama, juga akan menghasil cita rasa yang berbeda, oleh juru masak yang pakar, hasilnya juga enak. Kita yang tidak pandai memasak menghasilkan masakan yang tidak enak.&lt;br /&gt;Kemudian, wadah yang  digunakankan juga berbeda beda, ada yang pakai panci, wajan, belanga, dan ada pakai kompor gas, bara api, kayu bakar, oven, presscooker dan lain, tidak semuanya pas, juru masak yang smart sangat tahu dengan wadah apa dia memasak.&lt;br /&gt;Hikma dari masakan diatas adalah :&lt;br /&gt;Pertama masakan yang nikamat itu dihasilkan dari berbagai perbedaan, jadi untuk menghasilkan yang lebih baik diperlukan perbedaan.&lt;br /&gt;Kedua, masing-masing komponen perbedaan itu sering kali tidak enak, namun kalau pandai mengkelolanya, yang tidak enak menjadi enak&lt;br /&gt;Ketiga, kalau dalam suatu diskusi atau perbedaan ada momennya, kalau momennya tepat perbedaan menjadi harmoni, tetapi asal beda pada waktu yang tidak tepat juga tidak menhasilkan sesuatu yang baik, jadi momentum juga perlu diperhatikan agar menhasilkan masakan yang enak tersebut.&lt;br /&gt;Keempat, perbedaan tersebut tidak bisa disembarang tempat, ada berbeda di kampus, berbeda di parlemen, berbeda dipartai, berbeda dirumah tangga, berbeda di ruang publik, berbeda di media masa. Kalau tempat berbeda kita jaga, harmoni akan tercipta perbedaan yang harmoni. Saya ingat kata-kata Bung Hatta menasehati waktu terjadi peristiwa PRRI di Sumatera Barat, kata-kata beliua “bergelutlah dalam tikar yang selembar” dalam pengertian berbeda pada tempatnya, jangan sampai keluar dari koridor. Kalau bergelut dihalam, jangan sampai ke jalan raya, tentu akan berbahaya.&lt;br /&gt;Kelima adalah perbedaan itu dapat menjadi harmoni, kalua cerdasnya pemimpin yang mengelola perbedaan terbut, sehingga menghasilakan yang harmoni, kalau dia tidak pandai mengelola perbeda juga tidak menhasilkan yang nikmat.&lt;br /&gt;Harmoni dalam perbedaan tersebut juga ada dalam konser atau orkestra, perbedaan dalam alam, perbedaa dalam tari, perbedaan dalam drama. Pada hakikatnya sama.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada bangsa kita sekarang, berbeda dalam rumah tangga, dibawa kemedia masa, seperti di infotimen, bukan tambahnya baik, tetapi malah cerai, berbeda pendapat ilmiah seharunya di mimbar perguruan tinggi, dibawa di media masa, dimedia masa yang mendengar dengan tataran yang beragam, menjadi ribut.&lt;br /&gt;Berbeda di parlemen, di bawa dimedia masa, yang seharusnya pada sidang tertutupa dibicara pada sidang terbuka, karena ada kebebasan bicara yang dilindungi hukum atau ada kebebalan hukum bicara dalam kebebasan berbicara.&lt;br /&gt;Perbedaan dalam partai juga dibawa ke kemasyarakat, juga membuat masyarakat galau, yang berbeda menjadi berkelahi akhirnya keluar dari partai dan membuat partai baru, suatu saat negeri ini menjadi negeri 1001 satu partai, kalau pemilu, kertas suara seluas lapangan bulutangkis.&lt;br /&gt;Kita juga berbeda dalam satu negara di bawa ke fora internasional, akhirnya diadu-adu negara lain yang punya kepentingan.&lt;br /&gt;Berbeda dalam tataran hukum, berbeda yang tidak dalam tataran hukum, maka terjadi makar, anarkisme, tuntut menuntut di pengadilan dan lain sebaginya.&lt;br /&gt;Kalau mau masalah tidak menjadi melebar-lebar berbeda pada tempatnya, berbedalah pada momennya, berbeda pada tatarannya, berbedalah pada tikar yang selembar, akan menimbulakan harmonis, dinamika, kreativitas, inovasi dan membahagiakan orang banyak, membahagiakan kita semua. Perbeda itu penting, tinggal bagaiman kita semua memenej perbedaan, kita semua pemimpin pada tataranya, pandai-pandailah mengelola perbedaan, kalau kita tidak mau dibakar oleh perbedaan tersebut.&lt;br /&gt;Pepatah Minang, mengatakan bersilang api dalam tungku, maka apinya hidup, perbedaan pada tataranya dinamika, untuk mencapai tujuan, tetapi api dalam tungku tidak bisa dikelola dengan baik bisa apinya padam, nasi tak masak, atau apinya besar dapurnya yang terbakar.&lt;br /&gt;Kita semuanya pemimpin, kita yang membuat visa bangsa ini tercapai, atau kita dihancurkan oleh pecah belah yang kita buat sendiri. Terserah kita, karena nasib bangsa ditangan kita, apakah rumah bangsa ini kita bakar, sehingga anak cucukita tidak punya rumah bangsa lagi, atau kita pelihara dan renovasi (baca refrmasi) menjadi rumah yang nyaman untuk kita dan anak cucu kita kelak. Itu pilahan kita. [Dasril Daniel, Jambi, 080209}&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3335399116237210388?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3335399116237210388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/berbeda-pada-tataran-harmoni-tercipta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3335399116237210388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3335399116237210388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/berbeda-pada-tataran-harmoni-tercipta.html' title='BERBEDA PADA TATARAN, HARMONI TERCIPTA'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-9013346874915087464</id><published>2009-02-03T13:46:00.000+07:00</published><updated>2009-02-03T13:47:17.743+07:00</updated><title type='text'>KAMPANYE PEMILU ALTERNATIF  2</title><content type='html'>SEPANJANG jalan dan persimpangan dimana-mana kita melihat berderet-deret baliho politik dalam rangka kampanye calon legislatif, semuanya untuk menarik perhatian calon pemilih, sedangkan yang menyangkut pesan-pesan substansial seperti track-record, misi, tekad kalau mereka berhasil menjadi anggota legislatif hampir tidak ada.  Semuanya menampilkan foto diri terbaik dengan latar belakang identitasi partai perahunya, kadang ditambah dengan latar belakang foto tokoh pimpinan tertinggi partai atau tokoh terkenal atau tokoh yang dikenal masyarakat lokal. Apakah salah ? ya tidak salah.&lt;br /&gt;Tetapi saya teringat teknik periklanan masa lalu yang terkenal, yakni “Kecap No 1” tanpa mencantumkan komposisi isi kecap, dengan latar belakang ibu-ibu cantik sedang memasak. Jadi iklannya hanya untuk menarik perhatian orang banyak, karena mereka kebanyakan bukan tokoh atau idola anak muda yang dikenal masyarakat karena belum banyak atau belum berbuat kepada masyarakat. Sangat bisa dipahami.&lt;br /&gt;Diperhatikan pada media masa cetak dan elektronik, apa lagi semenjak majelis ulama memfatwakan tidak ikut pemilu haram, tentu berlaku untuk umat Islam. Perdebatannya adalah kemungkinan yang akan menjadi golput tersebut adalah pemilih pemula. Kalau pendapat itu bisa diyakinkan para caleg, sasaran kampanye adalah untuk anak muda tersebut. Teori komunikasi pemasaran mengatakan kampanye (periklanan, promosi) harus fokus pada target pasar. &lt;br /&gt;Kalau ada caleg akan fokus pada target pemilih anak, maka penampilannya seperti yang diinginkan anak muda, seperti pakai pakaian minim, modist, kalau perlu berpakaian seperti pesta Hallowen (berpenampilan setan), tidak pakai jas, berpeci, pakai kebaya dan yang sopan-sopan lainnya. Atau berpenampilan semi porno (undang-undang pornografi apakah sudah diundangkan atau diperlakukan ?)&lt;br /&gt;Kalau dengan penampilan pakaian minim itu dijamin akan menarik perhatian masyarakat dan jadi buah bibir masayarakat, maka yang bersangkutan mendapat iklan gratis. Kalau penampilan yang sangat menarik masyarakat dijamin pula bila ditempatkan pada simpang yang ramai banyak terjadi kecelakaan, karena perhatian menuju baliho yang bahenol tersebut.&lt;br /&gt;Tentu dengan harapan waktu hari pencontrengan banyak orang yang ingat pada baliho politik yang berani dan aneh tersebut, banyak anak muda mencontreng yang berkampanye tersebut, dan ia dapat suara yang banyak, melebihi kebutuhan, dan mungkin bisa dijual kepada caleg separtai (apakah ada aturanya di partai atau tidak saya tidak tahu) dapat uang lagi.&lt;br /&gt;Siapa berani mecoba kampanye “aneh” , “kreatif” atau  “gila” seperti diatas tersebut, mumpung orang sekarang tidak peduli cara yang penting hasil.&lt;br /&gt;Ini ide gila, aneh atau kreatif, entahlah, kata sebagiaan orang sekarang “zaman edan”, ya edan-edanan saja, yang penting menang, atau ada yang mengatakan sekarang zaman “jahiliyah” ya jahil saja, yang penting menang. Mumpung belum ada yang coba, coba-coba tarik perhatian publik, walau tidak menang, tapi jadi terkenal, uang habis masih ada untungnya, he he he.&lt;br /&gt;Saya tidak menganjurkan, Cuma mengajak berpikir kreatif dan alternatif.(Dasril Daniel, Jambi, 030209)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-9013346874915087464?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/9013346874915087464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/kampanye-pemilu-alternatif-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/9013346874915087464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/9013346874915087464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/kampanye-pemilu-alternatif-2.html' title='KAMPANYE PEMILU ALTERNATIF  2'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-5481892737058224541</id><published>2009-02-02T21:01:00.001+07:00</published><updated>2009-02-02T21:01:54.447+07:00</updated><title type='text'>PERAN STAF AHLI PEMERINTAH DAERAH</title><content type='html'>Staf ahli Kepala Daerah,suatu jabatan baru sesuai dengan PP 41 Tahun  2008 secara teoritis suatu jabatan yang sangat strategis, karena merupakan “otak” atau “konsultan” Kepala Daerah dibidang tertentu atau bisa disebut juga tim kreator di pemerintah daerah.&lt;br /&gt;Tetapi yang sebenarnya adalah tergantung kepada kepala daerah  dan staf ahli tersebut. &lt;br /&gt;1. Kalau kepala daerah tidak memilih berdasarkan keyakinan ia mampu dan mempunyai keahlian dibidangnya, tentu kepala daerah tersebut sudah apriori terlebih dahulu, sehingga tidak akan memperhatikan masukan dari yang bersangkutan. Seharus hal yang demikian tidak perlu terjadi kalau kepala daerah objektif dalam memilih orang yang diangkat, tetapi bisa dengan alasan lain kepala daerah menunjuk dan mengangkat orang tersebut, akibat staf ahli tidak berfungsi dan bisa frustasi.&lt;br /&gt;2. Stah ahli sendiri, kalau mereka menyikapi jabatan staf ahli adalah suatu amanah dan cocok dengan keahliannya, ia bisa bekerja mereka akan tenang sebagai staf ahli, sebaliknya  kalau yang bersangkutan tidak mempunyai kemampuan sebagai staf ahli, masih merasa pejabat struktural yang punya power, anak buah, berbagai fasilitas ; tidak mampu segera beradaptasi dengan jabatan baru, staf ahli menjadi jabatan neraka ber AC, atau frustasi sepanjang hari, tidak produktif dan akan semakin jauh dengan kepala daerah, sebaiknya cepat minta pensiun.&lt;br /&gt;Tugas Staf Ahli, harus sesuai dengan Tupoksi staf ahli tersebut, nomenklatur dan tupoksi staf ahli masing-masing daerah tidak sama, namun sebagai garis besar kelaziman pada Kementrian atau Departemen  adalah.&lt;br /&gt;a. Memberikan masukan kepada kepala daerah baik diminta maupun tidak. (proaktif dan kretifitas sendiri) sesuai bidang keahliannya.&lt;br /&gt;b. Memberi pertimbangan tertentu terhadap sesuatu kasus, diminta atau tidak kepada kepala daerah.&lt;br /&gt;c. Masukan tersebut baik secara lisan maupun secara tertulis secara langsung, karena tidak etis staf ahli memberi masukan kepada kepala daerah diketahui olah orang banyak. (bagaimana pula memberi nasehat/masukan dengan bersorak) kecuali kepala daerah yang meminta pendapat pada rapat.&lt;br /&gt;Staf ahli bisa bekerja bila mereka terbuka dengan semua data/informasi yang ada di pemerintah daerah tersebut maka semua unit harus terbuka informasi kepada staf ahli. Data/informasi yang dibutuhkan staf ahli  tidak selalu tersedia, maka seluruh SKPD terkait harus mau memberikannya.&lt;br /&gt;Dan sebaliknya seorang staf ahli secara proaktif mengumpulkan data dan informasi sesuai dengan bidang tugasnya dari berbagai sumber seperti  koran lokal, koran nasional dan koran daerah lain, internet dan sumber-sumber lainnya. Suatu kasus yang terjadi diderah lain tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pula didaerah sendiri. Dengan mengkaji hal-hal yang terjadi daerah lain, staf ahli sudah punya konsep pemecahan, bila ada kemungkinan  akan terjadi didaerah sendiri, staf ahli telah memberi masukan kepada kepala daerah, sehingga kepala daerah tidak terdadak dengan keadaan yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;Staf ahli juga mengamati perkembanga didaerah lain, dengan demikian akan ada ide-ide kreatif dari staf ahli yang disampaikan kepada kepala daerah, bila ide tersebut bisa diterima oleh kepala daerah, tentu akan ditindak lanjuti oleh unit yang bertanggung jawab. &lt;br /&gt;Semuanya ini dikerjakan sendiri, tanpa ada staf. Semenjak pengumpulan data/informasi, mengolah, menganalisasa, sampai menyajikan kepada kepala daerah baik lisan atau tulisan. Bila direspon oleh kepala daerah, maka staf ahli sendiri yang berargumen tanpa bantuan orang lain pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian tugas seorang staf ahli, mecari seorang ahli tidaklah mudah, apalagi kalau di kabupaten/kota . Sumber daya manusianya sangat terbatas karena:&lt;br /&gt;1. Terbatasnya seorang ahli untuk spesialis tertentu di Pemerintah Daerah, dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang pas, karena pejabat umumnya orang generalis lebih cendrung memehami manajemen/administrasi pemerintah. Sedangkan staf ahli adalah pegawai negeri sipil aktif. Namun staf ahli dapat konsultasi kepada pakar yang ada didaerah tersebut.&lt;br /&gt;2. Di rekrut dari perguruang tinggi kuat dengan ilmiah, tetapi kurang memahami administrasi/ manajemen pemerintah dan aturan-aturan yang melekat. Tetapi mereka sudah biasa kerja mandiri, menganalisa dan menulis.&lt;br /&gt;3. Sumber staf ahli lainnya adalah widyasura di Diklat Pemda, sebagian dari widiyaswara telah unzur, tidak mengikuti perkembangan pemerintahan dan tenaga yang potensial pun terbatas. Kalau widyasura yang tidak pernah bekerja di operasional, mereka akan seperti dosen perguruan tinggi.&lt;br /&gt;4. Yang mendekat ideal adalah mantan pejabat eselon II atau mantan pejabat esolon III senior yang masih aktif. Kelemahannya adalah, mereka ini sudah tidak biasa kerja sendiri, terbiasa menggunakan staf yang banyak, sudah sudah tidak terlatih lagi melakukan analisa dan menulis laporan, dan kebanyakan tidak bisa atau terbiasa menggunakan ICT.&lt;br /&gt; Kelemahan dari nomor 4 ini akan dapat diatasi dengan:&lt;br /&gt;a. Melengkapi satu kelompok staf ahli dengan staf pelaksana orang yang bisa menggunakan komputer untuk pengetikan, jemput-jemput data ke instansi  dan membantu untuk mejelajah di internet.&lt;br /&gt;b. Kepala daerah secara proaktif meminta pendapat para staf ahli, sehingga staf ahli merasakan manfaatnya dalam organisisi, membangkitkan harga diri, dengan demikian mereka akan sangat produktif.&lt;br /&gt;c. Staf ahli baik perorangan maupun bersama diikut sertakan pada rapat staf terkait, sehingga akses informasi kepada mereka terpelihara. Dalam hal ini juga termasuk mengikut sertakan staf ahli dalam kunjungan kerja dan membuat laporan sendiri, bisa saja laporan staf ahli berbeda dari laporan staf tidak masalah, karena sudut pandang yang berbeda, staf struktural ada kepentingan, staf ahli netral saja, sehingga laporan HBS dapat dikurangi.&lt;br /&gt;d. Memfasilitsi staf ahli melakukan pengamatan di masyarakat, dunia usaha, karena laporan staf ahli yang berdasarkan keahlinnya akan sangat berguna sebagai Second Opinion bagi kepala daerah.&lt;br /&gt;e. Staf operasional sangat sibuk dengan kesehariannya, sedangkan staf ahli mengamat, menganalisa segala hal, maka staf ahli akan banyak mengeluarkan ide kreatif dalam koridor kebijakan yang ada, maka staf ahli difungsikan sebagai tim kreator pemerintah daerah.&lt;br /&gt;Kepala daerah kurang baik membunuh karahter seorang staf ahli, dengan menjadikan mereka ketimun bungkuk dalam organisasi, karena apapun dan bagai manapun staf ahli dipilih, ditunjuk dan diangkat oleh kepala daerah, artinya kalau staf ahli dijadikan ketimun bungkuk yang salah kepala daerah karena tidak bijak dan teliti waktu memilih.&lt;br /&gt;Staf ahli bisa dan biasa mengeluarkan pendapat yang berbeda dengan kepala daerah, karena memandangnya berbeda, pandang yang berbeda itulah yang akan dapat menyempurnakan kebijakan. Perbedaan pendapat dengan staf ahli diperlukan kalau organisasi mau jalan dengan baik.&lt;br /&gt;Namun staf ahli juga punya etika, antara lain &lt;br /&gt;1. Tidak boleh membocorkan apa-apa yang diimput kepada kepala daerah apa lagi kepada media massa, kecuali atas kehendak kepala daerah. Jadi masukan kepada kepala daerah sebaiknnya langsung, tidak dibaca oleh orang lain.&lt;br /&gt;2. Jangan kecewa masukan dari staf ahli tidak dilaksanakan oleh kepala daerah, karena ada pertimbangan lain, yakini diri masukan staf ahli sudah menjadi pertimbangan oleh kepala daerah, dan yang bertanggung jawab adalah kepala daerah, bukan staf ahli. &lt;br /&gt;Tulisan ini sebagai wacana saja, semoga bermanfaat (Dasril Daniel, Jambi, 020209)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-5481892737058224541?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/5481892737058224541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/peran-staf-ahli-pemerintah-daerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/5481892737058224541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/5481892737058224541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/peran-staf-ahli-pemerintah-daerah.html' title='PERAN STAF AHLI PEMERINTAH DAERAH'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-1674679795951841865</id><published>2009-02-01T18:20:00.001+07:00</published><updated>2009-02-01T18:20:55.293+07:00</updated><title type='text'>BERUPAYA, BERDOA, BERSYUKUR  dan BERBAGI</title><content type='html'>Orang  bijak mengatakan “di ujung pendakian ada penurunan dan di ujung penurunan ada pendakian” kemudian mereka mengatakan “waktu mendaki siap untuk menurun dan setiap menurun siap untuk mendaki”, kalau tidak mau ketinggalan dari orang lain, atau tergagap karena datangnya suatu kedaan yang terjadi. Setiap saat tidaklah sama, tetapi ada tantangan masing-masing. &lt;br /&gt;Budayawan Prof. DR Soejoko almarhum pada suatu tulisan mengatakan “susah itu diantara dua senang, senang itu diantara dua susah”. Ada rasa senang karena ada rasa susah, rasa susah itu karena ada rasa susah, waktu seorang mensyukuri senang karena bisa membanding dengan rasa susah, susahpun diperlukan dalam kehidupan. Orang yang senang selalu tidak bisa menikmati senang, orang susah melulu tidak bisa pula merasakan sakitnya susah.&lt;br /&gt;Seorang akan merasakan nikmatnya punya gigi yang sehat dan berfungsi, ketika mereka suatu saat mereka sakit gigi, sehingga ia akan berupaya merawat giginya. Susah, senang, sakit, sehat, nyaman dan sejenisnya adalah kata sifat, yang harus punya pembanding, oleh sebab itu tanpa pembanding tidak bisa dirasakan.&lt;br /&gt;Maka itulah apa pun yang didapat perlu disyukuri, karena apapun itu ada gunanya. Sakit gigipun ada gunanya, yaitu untuk lebih menikmati gigi sehat. Puasa yang laparpun ada gunanya, untuk menikmati kenyang. Kenikmatan kenyang bagi orang yang tidak pernah lapar sangat rendah, tetapi bagi orang yang berpuasa sehari penuh, atau orang miskin yang tidak betemu makan, rasa kenyang sangat tinggi. Bagi mereka sebungkus Nasi Padang jauh lebih nikmat dari orang kaya yang sekali makan di restoran terkenal dengan harga 1 juta rupiah sekali makan. Disana letak adilnya Tuhan. Bisa memberi kenikmatan yang luar biasa bagi orang yang bersyukur.&lt;br /&gt;Sebaliknya orang kaya yang makanannya enak, tetapi dirasasakan seperti makan sekam, karena ia tidak bersyukur atas nikmat Tuhan itu. Orang gelandangan yang menerima keadaanya dengan keichlasan, tidunya jauh lebih nyenyak dari orang kaya yang tidur dirumah mewah yang tidak pernah bersyukur. Tapi kalau sama-sama bersyukur, kalau sudah tertidur nyenyak apapun sataus sosialnya rasanya sama, yakni tidak ada rasa. Itulah adilnya Tuhan.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu apa perlu hidup ini “ngoyo” dan tidak pernah syukur, ngotot untuk mencapai sesuatu sehingga stress, dipresi, hipertensi, stroke dan akhirnya “dead”. Apakah tidak sebaiknya berupaya, berdoa, bersyukur, berbagi dengan yang lain, ujung-ujungnya bahagia, umur efektif lebih panjang.&lt;br /&gt;Bandingakan keadaan sekarang, krisis ekonomi global akibat orang-orang serakah, hedonis, kapitalis, neo liberal dinegara maju yang tidak pernah bersyukur, setiap saat berburu kenikmatan diri sendiri tanpa henti, bersyukur dan berbagi, akhirnya jatuh oleh kayanya, jatuh oleh kuasanya dan sakitnya dirasakan banyak orang yang tidak tahu apa-apa dan juga dirinya sendiri dan sakit orang lain itu pun juga kembali kepada mereka, berupa hidup tidak nyaman dikejar-kejar hutang, pintu rumah sakit jantung dan rumah penjara menunggu dengan dengan sabar untuk menyedot kebahagiaan, kebebasan, kehormatan dan hartanya dengan sabat dan setia.&lt;br /&gt;Tinggal pilihan kepada kita, Tuhan sudah memberikan petujuk dalam kitab suci yang mungkin jarang dibaca, dan tidak dipahami secara utuh.[Dasril Daniel, Jambi, 010209]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-1674679795951841865?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/1674679795951841865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/berupaya-berdoa-bersyukur-dan-berbagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1674679795951841865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1674679795951841865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/berupaya-berdoa-bersyukur-dan-berbagi.html' title='BERUPAYA, BERDOA, BERSYUKUR  dan BERBAGI'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-5130920496760873746</id><published>2009-02-01T16:04:00.000+07:00</published><updated>2009-02-01T16:05:46.904+07:00</updated><title type='text'>METODA KAMPANYE ALTERNATIF</title><content type='html'>Sudah lama berlangsung kampanye pemilu, ada satu gaya yang sama dari seluruh caleg, yakni pencalegkannya atas kehendaknya, bukan atas kehendak partai atau orang lain, ia men-caleg karena ada agenda, kampanye sekadar memperkenalkan diri kepada calon pemilih dengan harapan tentunya akan mencontreng nomor calegnya. Kemudian mereka mengemis doa dan dukungan. Ada yang mengemukakan organisasi yang dipimpinnya. Celeg terkesan mengkampanyekan partai pengusung.&lt;br /&gt;Anggota legislatif adalah orang yang akan mewakili konsetuenya lembaga legislatif, seharunya dari mulai pencalegkan mereka atas kehendak dirinya, sehingga pribadi, kelompok, komunitas atau organisasi yang mendukung itu yang lebih aktif berkampanye untuk orang yang dipercaya mewakilinya dalam lembaga legislatif, kesan itu tidak ada termasuk partai pengusung. Mungkin itu yang sebenarnya caleg yang sangat berkeinginan menjadi anggota legislatif karena ada sesuatu yang diharapkan sehingga tidak malu-malu memohon doa dan dukungan, ironi sebenarnya karena menjadi anggota legislatif terkesan sebagai profesi, mata pencaharian alternatif atau tambahan, sehingga mereka dengan modal tertentu berupaya memenangkan pemilihan dan menggaji team sukses dan konsultan kampanye.&lt;br /&gt;Seharunya (eh siapa pula yang mengharuskan) tim sukses yang mengumpulkan dana, berkampanye dan menggaji konsultan untuk memperjuangan orang yang diidolakan, dipercaya yang akan memenangkan pemilu, mereka yang berkeringat memperjuangkan pemimpin mereka masuk ke lembaga legislatif untuk memperjuangakan aspirasi mereka (hal ini mungkin ada didunia khayal atau dunia idealis, tidak disini dan sekarang).&lt;br /&gt;Kalau ditanya kepada para caleg mereka menjawab ada tetapi dalam diam dan dalam bentuk uang yang disalurkan kepada partai atau tim sukses. Saya yakin itu, pertanyaanya apakah karena keyakinan luhur membela, karena rayuan, setengah memaksa, atau janji-janji tertentu (yang paling tahu tentu mereka dan Tuhan).&lt;br /&gt;Katakan ada, pakai sebagai bahan kampanye, pada baliho, leaflet, brosur, baju kaos dan media lainnya: seperti kata-kata:&lt;br /&gt;“Seluruh anggota dan pengurus organisasi anu mendukung Pak Fulan menjadi caleg no sekian, partai Nyiur Melambai no sekian, semoga memperjuangkan penciptaan lapangan kerja ….”, atau &lt;br /&gt; “Prof Dr Kepala Botak mendukung ……….” Atau&lt;br /&gt;“Masyarakat RT – RW --- Kelurahan Kolong Langit mendukung ……” atau&lt;br /&gt;“Tuan Pendek Cebol ketua organisasi akar rumput mendukung …….. dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Tidak perlu direkayasa, karena akan berbalik kalau ternyata tidak ada, tapi siapa saja yang menyatakan dukungnya dibuatkan pernytaannya, sekurangnya yang mendukung tersebut orang tua, paman, keluarga, teman sesama komunitas, atau organisasi yang ia pimpin. Cari pilihan kata yang enak dan tidak berdampak negatif dari aspek hukum.&lt;br /&gt;Kalau seperti diatas kesannya mereka orang yang tepat, karena tokoh, organisasi, atau pribadi banyak yang mendukung. Dan tidak perlu mencantumkan gambar tokoh, nanti orang salah persepsi, waktu pencontrngan gambar tokoh yang dicari.&lt;br /&gt;Kebanyak yang sekarang ada gambar para celeg di latar depan, gambar tokoh dilatar belakang, yang terkesan menjual tokoh, tidak punya keyakinan diri, sehingga belindung dengan tokoh yang ada di latar belakang, kadang tokoh yang sudah meninggal pula dan tidak pernah berhubungan &lt;br /&gt;(nasib ya nasib, mungkin yang terkesan mungkin yang sebenarnya, seperti buah manggis saja jumlah pancaran bintang sama dengan jumlah bijinya, tidak tampak orang sudah bisa menghitung)&lt;br /&gt;(Dasril Daniel, Jambi, 010209)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-5130920496760873746?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/5130920496760873746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/metoda-kampanye-alternatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/5130920496760873746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/5130920496760873746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/02/metoda-kampanye-alternatif.html' title='METODA KAMPANYE ALTERNATIF'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-6748792641896246637</id><published>2009-01-25T11:46:00.000+07:00</published><updated>2009-01-25T11:49:15.559+07:00</updated><title type='text'>HAK PREROGATIF KEPALA DAERAH  ? APA ADA</title><content type='html'>MARAK di media diberitakan daerah, penunjukan dan pengakatan pejabat. Disebutkan penunjukan dan pengangkatan pejabat, merupakan hak prerogative kepala daerah, artinya kepala daerah mempunyai hak penuh dalam menunjuk dan mengangkat pejabat, atau pembantunya. Sebenarnya yang mempunyai hak prerogative dalam mengangkat pejabat adalah presiden untuk mengangkat pejabat negara bawahannya (para menteri, dan penasehat), sedangkan untuk mengangkat Jaksa Agung,  Panglima TNI, Kapolri, sudah tidak lagi hak prerogatif penuh, karena minta persetujuan DPR.&lt;br /&gt;Presiden mengangkat meteri atau penasehatnya dapat berasal dari pegawai negeri, TNI/POLRI, politisi, orang buta hurufpun bias diangkat menjadi menteri atau penesehatnya, karena tidak ada peraturan atau undang-undang yang mengatur, tetapi mana ada presiden mau mengangkat pembantu yang buta huruf, ia akan malu, negara dan bangsa akan malu. Mungkin juga ada presiden yang mengangkat penasehat orang buta huruf atau tamat sekolah dasar, tetapi bukan untuk jabatan formal, tetapi untuk keperluan pribadi seperti ada penasehat spiritual, penasehat pribadi atau apapun sebutanya, tidak masalah secara hokum, mungkin juga pejabat negara punya penasehat “spiritual”&lt;br /&gt;Di daerah Gubernur, Walikota, dan Bupati tidak punya hak prerogatif dalam mengangkat pejabat pembantunya, karena ada aturan ada syarat. Untuk jabatan eselon tertentu harus meminta persetujuan pejabat yang lebih tinggi seperti presiden, menteri dalam negeri, atau gubernur. Dalam aturan pejabat structural harus berpangkat lebih tinggi atau sama dengan pejabat pejabat bawahannya, harus memangku jabatan eselon dibawah sebanyak dua kali, jadi tidak sangat bebas ada aturan ketat yang melekat.&lt;br /&gt;Karena seringnya pers menyebut “hak prerogative” kepala daerah, seolah terkesan pemilihan dan pengangkatan pejabat sudah merupakan hak prerogative sang kepala daerah, kalau Bapenjakat tidak berfungsi dengan baik, akan terangkat pejabat yang pangkat lebih tinggi, ini sudah melanggar undang-undang dan peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara kesatuan dengan system otonomi, bukan negara federal dengan negara bagian, yang kepala negara bagian ada sebutan menteri besar, gubernur, raja dan lain-lain yang punya hak prerogative dalam penunjukan dan pengankatan pejabat negara bagiannya, sekali kita tidak.&lt;br /&gt;Awalnya memang dari pers yang mempopulerkan hak prerogative kepala daerah, mungkin awalnya untuk menyindir kepala daerah yang sembarangan mengangkat pejabat di daerah, di awal otonomi, tetapi istilah hak prerogatif sudah menjadi biasa, dulu ditulis “hak prerogatif” sekarang tanda petiknya sudah hilang, sehingga terkesan di masyarakat, dan mungkin dalam pikiran para kepala daerah itu, benar-benar hak prerogatif. &lt;br /&gt;Seharusnya, dalam penunjukan pejabat bawahannya sesuai dengan peraturan yang berlaku termasuk proses penunjukan dan pengankatannya, sebaiknya pejabat yang diangkat pejabat yang kapabel, professional. Kapabel dan professional untuk pejabat eselon II, memang sulit mendapatkannya, karena pejabat eselon II, baru pada tingkat middle management, dimana kemampuan teknis dan kemampuan manegerialnya seimbang, tidak cukup hanya orang yang punya kemampuan manajerial saja yang kuat, tetapi kemampuan teknis rendah, karena jenjang kariernya, latar belakang pendidik, pengalaman, on job training yang dilalui rendah. Kadang kala modalnya hanya kedekatan pada pengambil keputusan, atau ada kepentingan tertentu. Kadang kala yang dicari pada orang yang “setia” pribadi kepada kepala daerah, tetapi belum tentu setia kepada “organisasi” dan “system” sehingga tidak berani berbeda pendapat kepada kepala daerah, tidak berani mengingatkan kepala daerah akan tersandung masalah, cendurung penjabat ini memberikan laporan asal bapak senang (ABS), karena modalnya disayang atasan, dan sangat takut kena marah dan suatu program kurang, belum atau tidak berhasil tidak bias menjelaskan kepada atasan, karena memang tidak memahami teknis. Dan kebanyakan sungkan mengikutsertakan pejabat lebih rendah yang menguasai teknis, kalau diikut sertakan kadang kala tidak diberikan hak mengeluarkan pendapat, karena ketahuan oleh atasan belangnya ia tidak menguasai teknis, sudah lama jadi pejabat, tidak mau belajar.&lt;br /&gt;Kalau diangkat pejabat berdasarkan karier pada SKPD nya, juga sulit, belum tentu eselon dibawahnya punya kemapuan manajerial, yang baik, mungkin ada yang baik, tetapi tertutup oleh atasannya, sehingga kemampuan tidak terbaca oleh Bapejakat sehingga tidak terekrut, kasihan mereka.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah yang dilematik tersebut, dapat ditempuh dengan pejabat yang dipilih oleh Bapejakat adalah dua orang dari SKPD, satu orang dari orang yang akan dimutasi. Calon ini diberi tahukan kepada yang bersangkutan, calon dari Bapejakat diminta menulis suatu makalah tentang organisasi yang akan dipimpinya selama 2 minggu untuk mempersiapkan diri, kemudian, Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, serta Sekda, melakukan fit and proper test, narasumber Kepala Bawasda, Bapedda, Kepala Biro Kepegawaian (sebagai nara sumber) dan tidak berhak member penilaian. Kalau jabatan tersebut membutuhkan keterampilan komunikasi berbahasa Inggris, makalah, Tanya jawab dilakukan dalam bahasa Inggris. Fit  and proper test dilakukan didepan para calon, apapu hasilnya akan dapat diterima calon, karena tim yang melakukan fit and proper test, akan hati-hati dan objektif.&lt;br /&gt;Kalau seperti diatas, akan hilang kesan pejabat eselon II jabatan politis, terekrut pejabat yang professional, Bapejakat sangat hati-hati menyampaikan usul calon, karena yang dinilai dalam fit and proper test adalah kinerja Bapejakat. Efek ganda dari ini akan meningkatkan kinerja SKPD, ada persaingan sehat diantara pejabat dibawah, yang pada gilirannya kinerja Pemda meningkat (Dasril Daniel, Jambi, 250109)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-6748792641896246637?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/6748792641896246637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/hak-prerogatif-kepala-daerah-apa-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6748792641896246637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6748792641896246637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/hak-prerogatif-kepala-daerah-apa-ada.html' title='HAK PREROGATIF KEPALA DAERAH  ? APA ADA'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-1301734413999419015</id><published>2009-01-24T23:43:00.000+07:00</published><updated>2009-01-24T23:44:31.989+07:00</updated><title type='text'>TEST KETAKWAAN</title><content type='html'>Sebagaiman kita ketahui, setiap pejabat Negara, pejabat pemerintah, tentara, polisi, dan pegawai negeri sipil, dipersyaratkan harus orang yang bertakwa, termasuk untuk seluruh anggota legislatif dan yudikatif. Semua beliau-beliau tersebut bersumpah atau berjanji atas nama Tuhan-nya. Hakim pun memutus perkara atas nama Tuhan.&lt;br /&gt;Takwa, banyak pengertian, antara lain patuh dan taat kepada perintah Tuhan, melaksanakan perintahnya, dan menjauhi laranggannya.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini, berapun pengawasan dan system yang dibuat, pasti tidak akan sempurna, berapapun hebatnya system pengawasan dan jumlah aparat pengawas, tidak akan mampu melakukan pengawasan kepada seluruh warga negara. Tidak mungkin satu orang pegawai negeri diawasi oleh seorang inspektur, seorang hakim diawasi oleh seorang anggota Komisi Yudiasial. Tidak mungkin semua telpon pejabat disadap oleh KPK atau jaksa.&lt;br /&gt;Kalau persyaratan sebagai seorang pejabat adalah orang yang bertakwa atau orang yang patuh kepada Tuhan yang diyakininya, dan telah bersumpah atau berjanji kepadi Tuhan-nya (bukan membaca sumpah, mengulang kata-kata sumpah, diambil sumpahnya atau janjinya), tentu tidak akan terjadi penyelewengan, karena orang tersebut takut akan berbuat dosa, masuk neraka, atau ada karma. &lt;br /&gt;Banyaknya penyelewengan, seperti korupsi, menyalahgunakan jabatan, berjanji palsu, suap-menyuap, saya kira pejabat yang terekrut tersebut bukan orang yang bertakwa, sehingga sumpah hanya permainan bibir saja, bukan urusan hati nurani.&lt;br /&gt;Banyak orang berpendapat, orang yang taqwa tersebut adalah orang yang nampaknya rajin beribadah, rajin besedekah, bakti, dharma, dan lain sebagainya. Memang orang yang betaqwa akan rajin beribadah, tetapi orang yang tidak bertaqwa atau keimanan/kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa pun bias rajin beribadah, ya mungkin ibadah politik, ibadah segan kepada atasan atau mertua, malu kepada bawahan, anggota masyarakat, anak, menantu dan lain sebagainya. Jadi ibadah bukan menjadi ukuran ketakwaan.&lt;br /&gt;Ahli tentang agama, kitab suci hafal, semua kaidah agama tahu, sering pula disitir dalam setiap pidato, juga bukan ukuran ketaqwaan, kita kenal sosiolog Belanda yang legendaries Snouck Hougronye, sangat paham kaidah Islam, orang menyangka ia muslim, ternyata tidak. Jadi keahliannya tentang agama juga tidak menjamin ia orang yang bertakwa.&lt;br /&gt;Undang-undang mempersyaratkan pejabat pejabat public (pejabat Negara, pejabat pemerintah, tentara, polisi, hakim, jaksa harus orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt;Ketagwaan itu urusan hati, atau kejiwaan, untuk mengetahui apakah ia orang bertakwa atau tidak tentu bias dilakukan tes kejiwaan (psikotest) untuk mengetahui tingkat ketakwaan seseorang seperti tes bakat. Pada saat ini mungkin psikolog-psikolog kita belum merancang tes kejiwaan, membuat standard tingkat ketaqwaan seseorang, atau mungkin ada, saya yang belum atau tidak tahu.&lt;br /&gt;Kalau undang-undang mempersyaratkan sesorang menjadi pejabat adalah kosekuensi, semua calon pejabat dilakukan tes kejiwaannya untuk menentukan tingkat ketakwaannya, pada level tertentu ia sudah dianggap sudah memenuhi syarat untuk menjadi pajabat.&lt;br /&gt;Test ketakwaan bukan ujian pelajaran agama, yang dialkukan oleh pemuka agama masing-masing, tetapi tes psikologi yang dilakukan oleh psikolog dengan standar tertentu.&lt;br /&gt;Pejabat yang dipilih, sebelum pencalonan, sudah terlebih dahulu, dilakukan tes kesehatan, tes kejiwaan, untuk memenuhi persyaratan sehat jasmani dan rohan sesuai undang-undang. Kerakwaan juga tuntutan undang-undang, kok tidak dilakukan.&lt;br /&gt;Bila dilakukan test ketakwaan, mungkin yang terjaring adalah orang-orang yang takwa, maka akan sangat berkurang penyelewengan, karena orang yang bertakwa takut menyeleweng, tidak mau mengambil yang bukan haknya.&lt;br /&gt;Sekali lagi tes ketakwaan bukan tes ibadah atau ilmu agama yang diakukan oleh pemuka agama, tetapi tes kejiwaan khusus yang mengukur tingkat keyakinan, kepatuhan  seseorang terhadap Tuhannya masing-masing.&lt;br /&gt;Effek ganda akan terjadi peningkatan pendidikan keaagamaan dimasyarakat, sehingga tingkat ketakwaan masyarakat juga bertambah, semakin banyak orang yang beriman dan bertakwa akan semakin berkurang penyelewengan, karena ia meyakini semua perbuatannya diawasi oleh Tuhan yang diimaninya, dan pasti ada ganjaranya baik dunia maupun di akhirat. Ini sebuah renungan saja, tentu lebih lanjut psikolog yang merenung, kalau ada yang sependapat tentu mau berbuat sesuatu. (Dasril Daniel, Jambi, 240109)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-1301734413999419015?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/1301734413999419015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/test-ketakwaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1301734413999419015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1301734413999419015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/test-ketakwaan.html' title='TEST KETAKWAAN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-2540393823920962264</id><published>2009-01-20T21:45:00.000+07:00</published><updated>2009-01-20T21:46:34.849+07:00</updated><title type='text'>PERTANIAN KREATIF</title><content type='html'>Tahun 2009 dicanangkan sebagai Tahun Indonesia Kreatif.  Pada tahun ini akan dikembangkan ekonomi kratif, khususnya industry kreatif.&lt;br /&gt;Industri kreatif adalah Industri-industri yang mengandalkan kreatifitas individu, keterampilan serta talenta yang memiliki kemampuan meningkatkan taraf hidup dan penciptaan tenaga kerja melalui penciptaan (gagasan) dan eksploitasi HKI. (Diambil dari definisi UK Department of Culture, Media and Sport, 1999).&lt;br /&gt;Industry diterjemahkan kedalam bahasa indonesia, bisa menjadi industri seperti industri mobil, industri mainan, atau industry diretjemahkan menjadi usaha, atau bisnis, seperti pada istilah industri parawisata, industri keuangan (perbangkan, asuransi dll), industri pelayaran (jasa pelayaran) atau industri jasa.&lt;br /&gt;Yang masuk dalam industri kreatif itu ada yang menaytakan 12, 14 atau lima belas. Yang versi empat belas seperti berikut:&lt;br /&gt;1. periklanan,&lt;br /&gt;2. arsitektur,&lt;br /&gt;3. pasar seni dan barang antik,&lt;br /&gt;4. kerajinan,&lt;br /&gt;5. desain ,&lt;br /&gt;6. fesyen ,&lt;br /&gt;7. video, film dan fotografi, &lt;br /&gt;8. permainan interaktif, &lt;br /&gt;9. musik, &lt;br /&gt;10. seni pertunjukan, &lt;br /&gt;11. penerbitan dan percetakan, &lt;br /&gt;12. layanan komputer dan piranti lunak, &lt;br /&gt;13. televisi dan radio, &lt;br /&gt;14. riset dan pengembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang paling tepat digunakan istilah&lt;br /&gt;1. Ekonomi kreatif&lt;br /&gt;2. Industri kreatif&lt;br /&gt;3. Ekonomi/industri kreatif.&lt;br /&gt;4. Usaha kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara agraris, yang saat ini petani tidak mendapatkan nilai tambah yang tinggi, karena unsur kreatifitas belum banyak dimasukan ke bidang pertanian.&lt;br /&gt;Banyak negara agrasis maupu non agraris mendapat nilai tambah dari pertanian kratif yang berdasarkan budaya lokal, jepang dengan bonsainya, Belanda dengan keanekaan ragaman bunga tulipnya, Thailad, Singapura dengan anggrek silangnya, Amerika menghasilkan semangka berbentuk kubus. Petani atau penjual kembang mengokulasi berbagai kembang bougenvile dalam satu batang, pohon buah kate, yang bisa berbuah dalam pot yang tidak terlalu besar. Petani didesa melakukan persilangan tanaman, mengokulasi berbagai jenis, apakah ini termasuk pertanian kreatif karena ada unsusr kreativitasnya. Kalau merujuk, pada kelompok diatas, bisa saja masuk riset dan pengembangan, tetapi bisa juga tidak karena kreativitas dan keterampilam pelaku.&lt;br /&gt;Pangan, bisa dikatakan produk pertanian, diolah menjadi produk, seorang ahli kuliner atau koki jempolan dengan kraestivitas, menghasilakan suatu masakan yang unik, enak dan hargannya bisa lima puluh kali lipat dari bahan bakunya, apakah ini termasuk  pertanian kreatif, atau karena dijual direstoran terkenal karena branding atau periklanan, dikategorikan menjadi industri kreatif, apa memang begitu.&lt;br /&gt;Bagaimana pula peternakan ikan hias, mengawinkan berbagai subspesies dalam satu spesies, menghasilakan subspesies baru yang unik, oh itu termasuk riset dan pengembangan. Saya tidak tahu, saya mengaharapkan komentar anda semua apa ada yang dikatakan pertanian kreatif, kalau apa saja yang dikelompokan pertanian kreatif, saya menunggu respon anda, berdasarkan repon anda semua bisa terumuskan apa yang dikatakan pertanian kreatif atau memang tidak ada yang disebut dengan pertanian kreatif. Saya mengharapkan partisipasi anda. Dan terima kasih. [Dasril Daniel, Jambi 200109]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-2540393823920962264?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/2540393823920962264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/pertanian-kreatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2540393823920962264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2540393823920962264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/pertanian-kreatif.html' title='PERTANIAN KREATIF'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3589906327572634757</id><published>2009-01-19T19:55:00.000+07:00</published><updated>2009-01-19T19:56:37.891+07:00</updated><title type='text'>WEB/SITUS  KAMPUS HENDAK KEMANA ?</title><content type='html'>Kampus perguruan tinggi merupakan suatu komunitas dan lembaga yang diyakini oleh masyarakat tempat berkumpulnya orang pandai, pintar, cerdik, smart yang doyan berbagi ilmu pengetahuan. Lembaga yang penuh dengan hasil kajian dan pengamat. Orang-orang yang berpandang jauh kedepan mendahului zamannya, bebas pengaruh politik, berkata dan berpendapat berdasarkan keyakinan ilmiah yang siap diuji secara ilmiah.&lt;br /&gt;Masyarakat, yang ingin mengembangkan, dan meningkatkan kemampuan diri sangat membutuhkan siraman ilmu dari perguruan tinggi baik langsung dengan kuliah disana, atau tidak langsung dengan belajar secara mandiri dengan orang kampus, baik melalui buku, makalah, menganalisa hasil penelitian, seminar dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Di Kampus berkumpul kreator, inovator, peneliti, penulis yang sangat berkeinginan hasil karyanya dinikmati oleh masyarakat, buah pikiranya dapat dilaksankan, sekurangnya menjadi inspirator bagi orang banyak. Baik berupa temuan teknologi yang sudah memliki hak cipta untuk diproduksi oleh industri, atau konsep buku yang baik untuk diterbitkan dan mengisi toko-toko buku dan perpustakaan dimana saja, konsep program yang bisa dilaksanakan oleh pemerintah atau swasta. Dari hasil jerih payahnya tersebut, mereka berpendapatan untuk melanjutkan dan mengembangkan penelitiannya, dan dapat mendidik anak biologisnya sebagai penerus generasinya, dan anak didiknya penerus pemikiranya ke genarasi berikutnya. Mereka berpendapatan lebih tidak untuk kaya tujuh turunan, tapi berpendapatan ia tenang mengajar, mendidik, meneliti, tanpa memikirkan dapur istrinya agar terus mengepul.&lt;br /&gt;Dilain pihak industri juga membutuhkan hasil teknologi dari hasil pemikiran dan temuan anak bangsa yang pas diterpakan di negara sendiri atau negara lain, penerbit juga mengingikan konsep buku bermutu yang layak dipasarkan, LSM, swasta, dan pemerintah juga membutuhkan konsep program kreatif, inovatif yang dapat menyelesaikan sebahagian masalah bangsa yang berasal dari anak bangsa yang menengeti, memahami dan merasakan masalah tersebut.&lt;br /&gt;Alumni, kalau ia benar-benar kuliah yang benar di perguruan tingginya, ia akan bangga dengan perguruan tingginya, dia ingin tetap belajar dari almamaternya, walau profesinya sudah macam-macam, domisilinya juga tersebar dari desa, kota bahkan diluar negeri, guru tidak pernah berhenti dalam hati anak muridnya, kendati anak muridnya sudah S3, guru SD nya tetaplah guru dalam hatinya yang selalu dihormatinya. Walau sudah jadi apa dia di masyarakat tetaplah mendapatkan siraman ilmu dari almamaternya, dan berkeinginan berinteraksi dengan almamaternya.&lt;br /&gt;Kalau perguruan tinggi tidak menjadi menara gading, atau istana diatas awan, perguruan tinggi tersebut harus membumi, mengetahui harapan dan kebutuhan masyarakat, oleh sebab itu sangat dibutuhkan masukan dari alumni, dunia usaha, pemerintah dan masyarakat luas. Kebutuhan dan harapan itu dinamis, perguruan tinggipun harus dinamis, program perguruan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan publik.&lt;br /&gt;Media komukasi yang menjembatani lembaga / komunitas perguruan tinggi dengan publik dan alumninya yang murah dan menjangkau seluruh dunia adalah melalui internet. Internet di Indonesia sudah bisa masuk desa atau kecamatan barbagai lapisan masyarakat dapat mengakses.&lt;br /&gt;Bagi kampus besar bisa memliki web karena harus membayar, kampus kecil bisa menggunakan blog sosial gratis.&lt;br /&gt;Kampus di Indonesia sudah ribuan, seribu saja yang memliki web dan blog gratis yang menayangkan satu artikel atau makalah satu hari, akan bertebaran ilmu pengetahuan seribu satu hari, dua puluh lima ribu dalam satu bulan, tiga ratus ribu satu tahun yang berasal dari kampus, baik dosen maupun alumni. Yang semuanya itu meningkatkan kecerdasan bangsa.&lt;br /&gt;Ratusan hak cipta dan ribuan pula konsep buku, ratusan pula konsep pemikiran/ide/program ter-promosikan (komunikasi), industri, penerbit, pengusaha, birokrasi atau publik.&lt;br /&gt;Suatu malam saya gentayangan tengah malam di dunia maya ditemani  Mbah Google ke berbagai situ perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, sangat minim sekali yang saya temui seperti tulisan diatas, situs perguruan tinggi kebanyakan seperti surat kabar kampus yang memberitakan tentang kehidupan kampus, iklan program S2, S3, D3. Bahkan ada yang seperti situs purbakala, datanya sudah kedaluarsa, seperti kuburan tinggal yang sudah mati, tidak bisa diakses lagi atau tidak ada situs atau blognya.&lt;br /&gt;Disisi lain saya gentayangan di blog sosial / pribadi, banyak dosen, peneliti, profesor, profesional, mahasiswa  yang setia membagi ilmu kepada masyarakat secara gratis, dan diperbaharui tiap hari, kendati ada juga yang menjadi situs purbakala.&lt;br /&gt;Kalau ada hakcipta, ide kreatif yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lain secara komersial, dan bisa menjadi pendapatan bagi pencipta dan perguruan tingginya, termasuk konsep buku, tidak perlu diungkap panjang lebar, cukup disingkap alah kadarnya, untuk menarik minat awal bagi pengusaha yang akan dapat mengubungi penciptanya atau perguruan tinggi untuk dinegosiasi lebih lanjut. Maklum sekarang ini banyak pembajak, mereka mendapat untung besar dari pengorbanan/keringat orang lain, orang penemu dan perguruan tingginya gigit jari ditambah gigit lidah, makan hati berulam jantung.&lt;br /&gt;Apakah benar sinyalemen saya itu, mari kita buktikan dan renungkan bersama. (Dasril Daniel, Jambi 190109)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3589906327572634757?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3589906327572634757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/websitus-kampus-hendak-kemana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3589906327572634757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3589906327572634757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/websitus-kampus-hendak-kemana.html' title='WEB/SITUS  KAMPUS HENDAK KEMANA ?'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-2572185911891489670</id><published>2009-01-19T15:23:00.001+07:00</published><updated>2009-01-19T15:23:53.874+07:00</updated><title type='text'>TEKNO MATRINO MENJAWAB MASALAH BANGSA</title><content type='html'>Seperti dirasakan bersama, banyak masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini, tidak akan ada bangsa atau negara lain yang akan menjawab atau menyelesai masalah bangsa Indonesia, bangsa kita, selain bangsa Indonesia dan kita sendiri yang menjawabnya atau menyelesaikannya.&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan masalah yang dihadapi ini, sangat banyak, baik karena masalah masa lalu yang belum kunjung selesai, masalah datang karena kita sudah menyelasaikan masalah, masalah yang datang diri luar bangsa Indonesia atau masalah baru yang kita ciptakan sendiri  yang sebenarnya tidak perlu.&lt;br /&gt;Orang hidup tidak akan pernah tidak punya masalah, karena kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan itu sangat terbatas, maka ada masalah. Seluruh masalah baru selesai kalau sudah di sorga, apa yang dibutuhkan, diingikan dan harapkan dapat tanpa perlu upaya. Mudah-mudahan kita dapat masuk sorga.&lt;br /&gt;Didunia tetap ada masalah sampai kapanpun, dengan ada masalah itu terjadi dinamika hidup dan akhirnya kita akan saling membutuhkan, saling tukar menukar. Kalau tidak bisa melihat dan menempatkan masalah hidup pada proporsinya, dan tidak ada pula upaya menyelesaikannya kita akan stress terus menerus, akhirnya dipresi, timbul segala penyakit, kehidupan  menjadi neraka dunia. Masalah  harus selesaikan, bukan lari dari masalah, apa yang telah dapat diselesaikan disyukuri, maka kita dapat merasakan sorga dunia.&lt;br /&gt;Selesai suatu masalah selesai, akan timbul masalah baru, selesaikan lagi, timbul lagi. Hal itu perlu disyukuri, karena tandanya kita masih hidup. Kalau kita tidak mau menikmati masalah hidup, cepat-cepat mati atau gila, karena orang meninggal dan orang gila yang tidak merasakan masalah hidup, tapi mungkin masih ada masalah mati. Barang kali kita tidak ingin cepat mati atau gila, oleh sebab itu selesaikan masalah satu-satu, dan siap menerima masalah baru dan lihat masalah secara proporsional, dan syukuri apa yang ada. Semoga. Masalah hidup yang terbesar adalah melihat masalah tidak proporsional, dan upaya penyelesaikan masalahpun tentu tidak proporsonal, masalah kecil dibesar-besarkan, atau masalah besar dianggap tidak masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Masalah Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Kalau dirincici masalah bangsa, seribu halaman tidak akan cukup, namu ada beberapa masalah yang akan saya kemukakan antara lain.&lt;br /&gt;- Kurangnya lapangan kerja dan lapangan usaha serta pendapatan dan kemiskinan.&lt;br /&gt;- Masalah pupuk yang mahal tidak terjangkau oleh petani kecil di pedesaan dan suli mendapatkannya.&lt;br /&gt;- Sampah rumah tangga dan sampah kota yang semakin bertambah volume.&lt;br /&gt;- Transportasi yang mahal baik transportasi sampah, transportasi pupuk ke pedesaan&lt;br /&gt;- Sampah yang menumpuk, bau, mengeluarkan gas rumah kaca yang menyebab pemanasan global&lt;br /&gt;- Ketergantungan terhadap teknologi dan produk impor, yang menghabiskan devisa dan kita dijajah secara teknologi dan ekonomi olah bangsa lain.&lt;br /&gt;Sdra Ir. Dede Martino MP, pengajar dan peneliti dari Universitas Jambi, melakukan penelitian suatu alat yang relatif kecil, mudah dipindahkan, sangup mengolah sampah organik rumah tangga (halaman dan dapur)  atau restoran, untuk dijadikan pupuk organik yang dapat digunakan oleh petani baik di perkotaan, pinggiran kota sampai kepedasaan dengan biaya transportasi yang jauh lebih murah.&lt;br /&gt;Mengopersaikan alat tersebut mudah, maupu penggunaan pupuk organik cair nya. Suatu temuan yang mudah pengoperasiannya, bisa bermanfaat hasinya hasilnya, murah harganya, besar dan luas manfaatnya, bukan berasal dari penelitian yang gampang, membutuhkan waktu yang panjang, dana yang tidak sedikit, dan kesabaran yang luar bisa dan intelektual yang tinggi, Sdr Dede Martino berhasil membuat alat atau mesin pengolah sampah tanpa menggunakan energi listrik atau bahan bakar. Energi yang digunakan ada hasil proses mikro biologi dan cahaya matahari yang  menghasilkan pupuk cair.&lt;br /&gt;Alat ini bisa diopersaikan oleh petani di pedesaan terpencil sekalipun. Petani kecil, dapat menghasilkan pupuk cair sendiri, digunakan sendiri denga tidak ada tambah pekerjaan selain biasa membuang sampah ditempat sampah, sekarang sampah organiknya dimasukan alat tersebut, sdr Dede Martino menyebutnya dengan “Bio Reaktor Tekno Martino”&lt;br /&gt;Di perkotaan, alat ini cocok di rumah tangga, atau restoran, benruknya menarik, yang bisa menambah keindahan rumah dan tidak tercitra tempat sampah yang menjijikan, bisa dijadikan asessoris taman, tidak mengeluarkan bau, malah bisa mengeluarkan uang dalam bentuk pupuk cair yang laku dijual. Sampah barang terbuang menjikan dirubah menjadi uang. Falsafah Sdr Dedek Martino, sampah itu adalah uang yang berserakan, sampah bukan masalah, sampah adalah sampah bukan dibuang ketempat pembuangan akhir tetapi dibuang ketoko&lt;br /&gt;Sampah bukan barang tidak berguna, mejijikan, dan dibuang sejauh mungkin dari kehidupan, sampah harus dilihat salah satu tahapan siklus perubahan materi dialam, uang yang berserakan, dapat menciptakan lapangan kerja dan lapangan usaha baru dan mensejahterakan rakyat. Paradigma lama harus dibalik, stigma lama harus dibalik, pemulung, lapak resicling, adalah salah satu proses ekonomi peningkatan nilai tambah. Mereka adalah pahlawan lingkungan dan pahlawan ekonomi kerakyatan yang harus diperhatikan, didorong, dilindungi dan dihagai sebagai suatu profesi dan bisnis, jangan sebaliknya. &lt;br /&gt;Sampah anorganik bagianya pemulung untuk di-resicling.  Sampah oraganik bagiannya yang lain, pengolahan sampah yang dicipatakan sdr Dede Martino tidak akan menggusur profesi pemulung dan lapak.&lt;br /&gt;Setelah delapan tahun berkutat dengan penelitiannya yang dilakuka di “laboratorium dan workshop” disamping rumah, dari berbagai tahap pengujian, desain, dua terakhir sudah sampai pada pengujian di lapangan (rumah tangga dan restoran), saat ini telah melihatkan hasilnya dan masyarakat sudah menikmati hasil dan keuntungan dari alat pengolah sampah tersebut, dan permintaan sudah mulai bertambah.&lt;br /&gt; Dalam perjalanan waktu ia selalu menyempurna temuanya tersebut, berdasarkan dari repon penggunya, sehingga ia berhasil menciptakan alat berorientasi kepada kebutuhan, selera dan harapan masyarakat (konsumen atau pasar).&lt;br /&gt;Tidak ada yang sempurna buatan manusia, yang maha sempurna itu adalah Tuhan, oleh sebab itu suatu alat akan ada pembahuruan, karena ada perkembang teknologi, lingkungan, serta kebutuhan, harapan dan selera masyarakat yang selalu, berubah. Itu yang dilakukan Sdr Dede Martino, Bill Gates, kreator, inventor dunia lainnya yang selalu memyempurnakan dan membuat sesuatu yang baru, tanpa henti.&lt;br /&gt;Saat ini sudah mulai tumbuh usaha baru, yakni kolektor pupuk organik tersebut, untuk dijual kepada yang membutuhkan, sudah ada yang menjajaki untuk mengoperasikan dalam skala usaha. Dan waktu penelitian sdr Dedek Martino dibantu istri, saat ini sudah mempekerjakan satu orang. Jadi Bio Reaktor Dede Marino telah mengurang masalah sampah, pupuk, tenaga kerja, lapang usaha, lingkungan, transportasi sampah. Belum besar, sangat sedikit dibanding besar dan luasnya masalah bangsa, sdr Dede Martino telah berupaya menyelesaikan masalah bangsa, dalam diam, dengan kemampuan sendiri. Sdr Dede Martino, sedikit dari yang banyak. Semoga bisa menyelesaikan masalah bangsa ini dimulai dari yang sedikit itu. [Dasril Daniel, Jambi, 190109].&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-2572185911891489670?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/2572185911891489670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/tekno-matrino-menjawab-masalah-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2572185911891489670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2572185911891489670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/tekno-matrino-menjawab-masalah-bangsa.html' title='TEKNO MATRINO MENJAWAB MASALAH BANGSA'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-4514431178736280518</id><published>2009-01-18T21:22:00.000+07:00</published><updated>2009-01-18T21:24:10.649+07:00</updated><title type='text'>DOA : VISI, HARAPAN,  DAN DAYA DORONG</title><content type='html'>Dalam hidup ini kita sangat sering berdoa bahkan berkali-kali setiap hari, baik sadar maupun tidak sadar. Kita berdoa dalam hati, dengan suara bergumam atau suara keras bahkan dikeraskan lagi dengan alat pengeras suara serta disebar luaskan melalui media masa visual atau audio visual.&lt;br /&gt;Doa yang kita doakan itu adalah masa depan yang kita harapakan, artinya doa itu adalah visi/cita-cita dan harapan. Doa yang benar adalah doa yang keluar dari hati nurani, yang diperjelas oleh mulut dan lidah (suara). &lt;br /&gt;Hati/qalbu  adalah komandan atau penguasa tertinggi dalam diri, ia yang memerintah otak/pikiran/nalar untuk memikirkan bagaimana doa itu tercapai, dan hati akan menggerakan tubuh untuk berupaya mencapai doa tersebut.&lt;br /&gt;Tuhan memerintahkan berdoa, artinya Tuhan memerintah kita hidup bervisi atau bercita-cita. Doa itu tidak akan makbul, kalau kita tidak memikirkan bagaimana upaya untuk mencapai cita-cita tersebut, termasuk tantangan, peluang, habatan dan dorongan yang kita miliki dan kita hadapi. Doa tidak akan tercapai, kalau tidak ada upaya atau ikhtiar mencapainya, maka doa yang benar-benar keluar dari hati nurani akan mendorong orang tersebut mencapai cita-citanya atau doanya. Jadi yang berdoa untuk kita adalah kita sendiri, bukan orang lain, sekurangnya untuk urusan dunia.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan bermasyarakat, yang menentukan atau berpangaruh sangat kuat adalah pemimpin, bukan pengikut, oleh sebab itu yang utama berdoa itu adalah pemimpin untuk pencapaian cita-cita, visi pengikutnya, sehingga memberikan daya dorong pada diri sang pemimpin untuk menggerakan dirinya membawa pengikutnya kepada pencapaian cita-cita. Itulah sebanya para Nabi mendokan umatnya, kendati syakratul maut menjelang, Beliau sadar tanggung jawabnya sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;Kalau demikian, doa tidak bisa dipaksa, doa tidak bisa diminta kepada orang lain, doa tidak sekadar diucapkan, doa secara sukarela dengan kesadaran penuh keluar dari hati nurani orang yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Meng-amin-kan Doa.&lt;br /&gt;Mengaminkan doa, sama dengan berdoa, keluar dari hati juga, apa bila mendengar orang lain berdoa. Doa yang diminkan itu adalah doa yang benar-benar dimengerti dan disetujui oleh dirinya, sehingga memberikan daya dorong pada dirinya untuk mewujudkan doa yang diamikan tersebut. Jadi mengaminkan doa keluar dari hati nuraninya sendiri, tidak bisa dipaksa dan bukan karena malu dengan tetangga duduk kita dengan keras mengaminkan doa.&lt;br /&gt;Tukang doa, dan tukang aminkan doa.&lt;br /&gt;Banyak kesempatan acara, yang berdoa bukan yang punya hajat yang berdoa, atau pemimpin yang tertinggi diacara tersebut, tetapi minta tolong kepada seseorang untuk berdoa, dia belum tentu berdoa, tetapi mengucapkan kalimat-kalimat doa yang belum tentu keluar dari hatinya, kadang kala tidak tahu pula hakikat isi, dari doa tersebut, yang seperti itu adalah “tukang doa”, sering-sering pula melekat dengan jabatan formal atau nonformalnya di masyarakat.&lt;br /&gt;Para pendengar sang tukang doa, membacakan kalimat doa, dengan berbagai alasan mereka mengucapkan kata-kata amin, kadang kala ia tidak mengerti sama sekali kalimat-kalimat yang ucapkan si tukang doa, maka ia “tukang aminkan” doa.&lt;br /&gt;“doa-doa” (seolah-olah doa), tidak akan makbul atau berhasil, karena tidak ada yang berdoa dan tidak ada pula yang mengaminkan doa, sehingga tidak ada daya dorong dan ikhtiar untuk mewujudkan isi kalimat-kalimat doa tersebut.  Acara terbut bukan berdoa, tetapi doa seremonial.&lt;br /&gt;Kalau kita memperhatikan di tempat peribadatan, yang berdoa adalah pemimpin agama, atau pemimpin peribadatan tersebut, karena ia bertanggungjawab pada kemaslahatan umatnya. Dan seyogyanya, dalam acara-acara lainya, yang berdoa adalah pemimpin yang tertinggi yang berada dalam acara tersebut, bukan ditunjuk, diperintah atau diminta orang lain. Bila sang pemimpin berdoa keluar dari hati sanubarinya, yang mengaminkan doa juga keluar dari hati sanubarinya, akan kelauar pemikiran, semangat, gerakan upaya bersama untuk mewujudkan doa tersebut. Tentu doa yang dipanjatkan oleh sang pemimpin adalah kebaikan umatnya, yang disetujui oleh umatnya.&lt;br /&gt;Doa sang pemimpin adalah doa umatnya, visi sang pemimpin adalah visi umatnya, sang pemimpin tersebut disebut pemimpin partisipatif. Pemimpin yang didukung oleh rakyat karena diyakini oleh rakyat pemimpin tersebut akan membawa rakyat menuju cita-cita rakyat. Pemimpin bukan minta di doakan, dan pemimpin bukan minta dukungan, tetapi pemimpin yang mendoakan rakyat, dan pemimpin yang mendukung rakyat mencapai cita-citanya, semoga masih ada pemimpin ideal tersebut. (Dasril Daniel, Jambi, 180109)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-4514431178736280518?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/4514431178736280518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/doa-visi-harapan-dan-daya-dorong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4514431178736280518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4514431178736280518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/doa-visi-harapan-dan-daya-dorong.html' title='DOA : VISI, HARAPAN,  DAN DAYA DORONG'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-2759538617211787787</id><published>2009-01-17T14:21:00.000+07:00</published><updated>2009-01-17T14:22:15.745+07:00</updated><title type='text'>APAKAH KITA MALIN KUNDANG MODERN ?</title><content type='html'>Kita mengenal legenda Malin Kundang, anak durhaka kepada ibunya, kemudian di kutuk oleh ibunya jadi batu, saat kini apakah ada Malin Kundang yang akan dikutuk oleh ibunya, menjadi batu (baca sengsara).&lt;br /&gt;Malin Kundang dikutuk ibunya, karena ia tidak menghormati ibunya karena ia sudah kaya, mempunyai istri cantik, dan kekuasaan (nakhoda kapal). &lt;br /&gt;Kita punya budaya, kita punya lingkungan alam, kita punya ibu pertiwi (tanah air, bangsa dan negara), dan kita punya kekayaan, kita punya kekayaan, apakah kita dengan kekayaan dan kekuasan kita, kita akan jadi malin kundang pada budaya, alam lingkungan kita, bangsa dan negara kita karena kita tidak menghormati dan memeliharanya.&lt;br /&gt;Apakah kita tidak menjadi seperti Malin Kundang seperti dalam legenda, kalau ia, kutukan seperti apa yang akan diberikan oleh ibu pertiwi kita, apakah dekulturasi, dijajah oleh bangsa lain (secara budaya, ekonomi dan politik), bencana alam terus menerus, kita gontok-gontokan sesama kita, saling menekan, kemiskinan dan pengangguran yang masih tinggi, pemanasan muka bumi, tingginya air laut, putting beliung yang akan menjadi kutukan ibu pertiwi, kalau kita masih tidak menghormati dan memelihara ibu pertiwi, apakah kita akan dikutuknya dengan kerusuhan sosial, kita dijajah oleh bangsa lain secara fisik. Jangan salah ibu pertiwi yang mengutuk, kita yang membuat kutukan itu. Itu terserah kepada anak-anak pertiwi.&lt;br /&gt;Kita tidak bangga dengan budaya kita, belum tentu  salah anak muda, mungkin yang salah orang tua, kita sering membandingkan budaya asing sebagai pembanding (standar), kita lihat buku-buku ilmiah, disertasi, thesis, skripsi tentang ilmu budaya, sosial, psikologi dan ilmu humaniora lainnya, tetap saja membanding dengan pendapat-pendapat orang asing, daftar pustaka dari buku yang ditulis orang asing, secara tidak sadar, kita membangga ahli asing, budaya asing, orang asing, segala yang dari orang asing atau Barat itulah yang terbaik. Secara tidak sadar kita tidak bangga dengan bangsa sendiri, budaya sendiri, pemikiran bangsa sendiri, produksi bangsa sendiri. Kalau memang demikian apakah kita tidak sengaja sudah menjadi Malin Kundang, karena mengukur baju kita dengan badan orang lain, dan selalu merasa tidak pernah puas.&lt;br /&gt;Kita bangga, dengan teknologi asing, sepertinya kita tidak perlu menciptakan yang baru, hilangnya kreatifitas, dan inovasi baru dibidang teknologi, kita dijajah secara teknologi, apakah kita sudah dikutuk oleh ibu pertiwi, kita kurang apa, orang kaya banyak, orang pandai banyak, mengapa kita dijajah secara teknologi, apakah kita sudah dikutuk oleh ibu pertiwi.&lt;br /&gt;Kita sangat bangga dengan produk impor, dari buah, sayur, makanan jadi, restorant, kosmetik, alat elektronik, kendaraan, komputer, jasa-jasa perusahaan asing dan lain sebagainya, akibat produk dalam negeri susah dipasarkan, atau menggunakan merek-merek asing dengan membayar royalti, usaha dalam negeri terseot-seot tidak kuat bersaing dengan produk asing. Penyerapan tenaga kerja sedikit, pengangguran tetap tinggi, apakah kita akan dikutuk oleh ibu pertiwi dengan gejolak sosial, yang membuat kita susah bersama, kalau kutukan berlanjut terus kita terpecah belah, sehingga tidak ada lagi bangsa, dan negara Indonesia.&lt;br /&gt;Lingkungan kita, tidak kita pelihara dengan baik, hutan dibabat, tanah kritis bertambah, sumber daya alam tidak dikelalah secara efisien dan efektif, pemborosan penggunaan sumber daya alam yang terbatas, given, tidak bertambah yang mengakibatkan banjir, erosi, abrasi, rob yang lebih tinggi, putting beliung, bencana alam bertalu-talu tiada henti, jangan salah ibu ibu pertiwi, semuanya terjadi karena  kita tidak menghormati ibu pertiwi, tidak memelihara warisan ibu pertiwi. Itu bukan kutukan ibu pertiwi, kita tidak sengaja mengutuk diri sendiri. Kalau itu dianggap kutukan ibu pertiwi, kalau kutukan itu jadi, apakah peta Indonesia hilang dari muka bumi karena tergelam oleh air laut, atau daratan masuk kelaut karena erosi.&lt;br /&gt;Apakah kita akan jadi Malin Kundang Modern ? Entalah saya tidak dapat menjawabnya. Saya juga tidak tahu pendapat saya diatas itu benar, anggaplah suatu wacana, sebagai bahan perenungan. (DASRIL DANIEL, Jambi, 170109)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-2759538617211787787?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/2759538617211787787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/apakah-kita-malin-kundang-modern.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2759538617211787787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2759538617211787787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/apakah-kita-malin-kundang-modern.html' title='APAKAH KITA MALIN KUNDANG MODERN ?'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-6097552215788470080</id><published>2009-01-16T23:36:00.000+07:00</published><updated>2009-01-16T23:37:07.814+07:00</updated><title type='text'>AKREDITASI LEMBAGA SURVEI PEMILU</title><content type='html'>Minggu-minggi awal bulan Desember 2008 ramai diperbincangkan di media massa tentang perlu tidaknya lembaga survei pemilu di akredatasi, ada yang berpendaptat perlu dengan berbagai alasan, diantaranya untuk melindungi masyarakat atau publik. Yang merasa tidak perlu, akreditasi juga dengan alasan akan membatasi kreativitas, membatasi berkembangnya lembaga survei, tidak perlu pemerintah ikut campur, biar masyarakat yang menilai lembaga mana yang bisa dipercaya atau tidak, dan berbagai alasan lainnya.&lt;br /&gt;Suatu akreditasi dilakukan biasanya untuk menyatakan suatu lembaga tersebut kridibel atau tidak, ukuranya adalah suatu standar tertentu.&lt;br /&gt;Untuk melakukan akreditasi banyak ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, itu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama, apakah memungkinkan untuk dilaksanakan pada pemilu tahun 2009 ini atau tidak, tergantung kesiapannya.&lt;br /&gt;Pertama, menyiapkan standard akreditasinya atau dengan kata lain standardisasi mutu dari lembaga survei. Lembaga mana yang akan mensprakarsai. Lembaga yang memungkinkan adalah Badan Standard Nasional (BSN) / Komite Agretasi Nasional (KAN)&lt;br /&gt;Lembaga tersebut menyiapkan konsep standard, yang kemudian diadakan pertemuan teknis (loka-karya) dengan semua pemangku kepentingan, seperti Komisi Pemiliham Umum, Badang Pengawas Pemilihan Umum, Lembaga Survei yang ada atau assosiasinya, pakar komunikasi, statistik, ilmu politik dari perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pakar-pakar terkaitya laiinya, sehingga  menghsasilkan kesepakatan tentang standard sistem mutu lembaga survei, kualifikasi lembaga survey, standard prosedur akrediatasi dan standard lembaga akreditasi, dan standard kompentensi assesor yang akan melaksanakan akreditasi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Kedua, Standard-standard tersebut diatas, disahkan oleh pemerintah, jadi yang membuat bukan pemerintah, peran pemerintah hanya mengsahkan dari kesepakatan dalam pertemuan teknis (loka-karya) diatas. Pengesahan oleh pemerintah tersebut bisa berupa Keputusan Presiden, Keputusan Presiden tersebut sebagai pengesahan sandar  sistem mutu tersebut sebagai standard Nasional Indonesia (SNI) dan untuk dan pemberlakuan SNI tersebut secara sukarela (voluntary) atau wajib (mandatory). &lt;br /&gt;Ketiga, pembentukan lembaga akreditasi, yang independent, penyiapan sumber daya manusia yang akan melakukan akreditasi (assesor),  seperti pemilihan orang, pelatihan, pengujian kompentensi sebagai pelaksana akreditasi, pengambilan sumpah sebagai assesor dan penerbitan surat keputusan lembaga akreditasi dan sertifikat assesor.&lt;br /&gt;Keempat, melakukan akreditasi kepada lembaga-lembaga survei yang akan di akreditasi tersebut dengan membandingkan kemampuan lembaga survei tersebut dengan standard lembaga survei yang sah (SNI Lembaga Survei) . Dan menerbitakan sertfikat mutu/akreditas  kalau  sesuai standard dan klasifikasinya.&lt;br /&gt;Kelima mengumumkan hasil akreditasinya dan klasifikasi tersebut kepada masyarakat luas.&lt;br /&gt;Keenam, Secara berkala lembaga agreditasi melakukan assesmen kepada lembaga survey tersebut untuk mengetahui kridibilitasnya apakah tetap, atau berubah lebih baok sehingga bisa naik kelas atau menurun sehingga turun kalsifikasinya atau dicabut akreditasinya karena tidak memenuhi stadard.&lt;br /&gt;Prosedur seperti diatas sudah merupakan kelaziman di dunia internasional, termasuk yang dilakukan oleh Organisasi Standard Internasional (International Stndard Organization / ISO).&lt;br /&gt;Hubungan dengan Komisi Pemiliha Umum adalah bila suatu lembaga survei akan bekerja di wilayah kerjanya menerima pemeberitahuan. Kalau akreditasi dan klasifikasi diperlakukan secara wajib (mandatory), Lembaga survei pemilu yang boleh beropersi hanya yang lulus akreditasi sesuai klasifikasinya&lt;br /&gt;Namun kalau standard mutu tersebut diperlakukan secara suka rela (volutary), serifikat akreditasi dan klasifikasi hanya sebagai referensi bagi semua pihak, terutama pengguna jasa.&lt;br /&gt;Dalam standard lembaga survei tersebut bisa dipersyaratkan standard kompentensi personil, jumlah personil untuk bidang tertentu, kemampuan peralatan, pengalaman kerja lembaga dan personil tertentu dan dan sebagainya. Sehingga bisa terjadi lembaga survei pemilu yang klasifikasinya, seperti bisa menggarap nasional, provinsi, kabupaten kota atau hanya kridibel untuk pemilihan kepala desa.&lt;br /&gt;Dalam standard lembaga survei pemilu bisa pula dipersyaratkan standard minimal atau yang wajib diumumkan dalam mengumumkan hasil survei, seperti, cakupan wilayah yang diwakili, perkiraan jumlah populasi, jumlah dan prsentase sampel, metoda pangambilan sampel, metoda penentuan sampel, metoda survei, tingkat kepercayaa dan standard deviasi dan metoda survei lainnya, lembaga yang mensponsori / membiayai survei, sehingga masyarakat bisa memahami dengan lebih baik hasil survei, dan lembaga survei transparansinya.&lt;br /&gt;Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang sudah berpengalaman membuat standard baik produk barang, jasa dan sistem mutu, stndard proses. Mereka mempunya banyak ahli, dan biasa mengunakan ahli dari LIPI, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan ahli asing.&lt;br /&gt;Bila standard yang diperlakukan itu baik, dan diakui oleh negara lain, akan terbuka peluang lembaga survei pemilu di Indonesia yang terkareditasi dan kalsifikasi akan digunakan oleh lembaga internasional atau negara lain, partai politik diluar negeri. &lt;br /&gt;Lembaga survey pemilu di Indonesia akan lebih profesioal, terpercaya, baik didalam maupun luar negeri, secara mandiri lembaga survei bersama asosiasinya akan membina diri dengan pembinaan yang lebih terarah menuju sistem akreditasi dan kalifikasi dan persaingan diantara survei akan lebih fair.&lt;br /&gt;Akreditasi untuk lembaga survei pemilu, untuk pemilu dan pemilihan presiden tahun 2009 rasanya tidak mungkin dilakukan, karena proses seperti diatas akan memakan  waktu lebih dari satu tahun, jangan dipaksa-paksakan, hasilnya akan asal jadi (asal-asalan). Namun untuk masa yang akan datang saya kira perlu ada  akreditasi dan klasifikasi lembaga survei guna melindungi pengguna jasa lembaga survei termasuk publik, meningkatkan kepercayaan publik kepada lembaga survei pemilu&lt;br /&gt;Harapannya adalah adanya wacana akreditasi sebaiknya disikapi secara positif, tidak perlu apriori, akan ada intervensi pemerintah dan hal-hal lain. Standard-standard suatu hal yang biasa dimana-mana didunia yang teratur. Tanpa ada standard tidak dapat menilai kemajuan, karena tidak ada pembanding yang baku.&lt;br /&gt;Harapan lain adalah lembaga survei lokal, bisa berkembang menjadi regional dan nasional dan pada gilirannya berkiprah secara global, negeri ini punya sumber daya manusia yang besar dan bisa kerja profesional, mengukur profesional itu dengan standard, akreditasi dan klasifikasi, bukan dengan katanya-katanya, kira-kira dan penilaian subjektif lainnya. Barangkali kita semua sepakat menginginkan lemabaga survei yang ada profesional dan terpercaya, apapun hasil surveinya publik meyakinkan bahwa itu hasil kerja profesioan dan kredibel. Kalau ada perbedaan, mayarakat menerima perbedaan itu adalah hasil survei yang objektif, dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, menerima hasil yang berbeda. Berbeda yang secara statistik tidak berbeda nyata itu dianggap sama. Kalua dilakukan oleh lembaga survei yang profesional dan kredibel publik percaya. Pemilu jadi aman dan nyaman semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-6097552215788470080?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/6097552215788470080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/akreditasi-lembaga-survei-pemilu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6097552215788470080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6097552215788470080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/akreditasi-lembaga-survei-pemilu.html' title='AKREDITASI LEMBAGA SURVEI PEMILU'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-1668233155198324718</id><published>2009-01-14T13:27:00.000+07:00</published><updated>2009-01-14T13:28:13.126+07:00</updated><title type='text'>PRODUK KREATIF TIDAK TEREKSPOSE</title><content type='html'>Indonesia sebenarnya tidak kekurangan kreator dan inventor, yang banyak itu tidak terekspose ke masyarakat secara luas, hal ini disebabkan oleh beberapa hal (a) wilayah Indonesia yang luas, tersebar di lima pulau besar, dan ribuan pulau kecil. (b) transportasi dan sistem informasi yang masih belum memadai. (c) terbatasnya kemampuan media massa untuk meliput di wilayah yang luas tersebut, dan cendrungnya media massa yang kota sentris, (d) sistem informasi yang perlu dibenahi di perguruan tinggi dan lembaga penelitian baik pemerintah maupun swasta, (e) para kreator dan inventor asyik dengan kreasinya, kurang memikirkan publikasi, (f) banyaknya pembajakan hak cipta, sehingga kreator lebih senang kerja dan memanfaatkan hasil karyanya dengan diam-diam, sedangkan untuk mengurus hak cipta atau hak paten, merek sulit, membutuhkan waktu dan biaya.&lt;br /&gt;Banyak hasil temuan teknologi di perguruan tinggi dan lemabaga penelitian baik yang sudah mempunyai hak cipta maupun yang belum tidak diproduksi secara masal, karena belum ada industri yang bersedia memproduksi secara komersial, dilihat dari situs situs di perguruan tinggi maupun lemabaga penelitian jarang ada informasi tentang produk-produk apa saja yang sudah bisa diciptakan. Kalau ada inventor yang berkeinginan hasil karyanya untuk diproduksi secara komersial, menjajakan secara individu kepada industri atau lemabaga pemerintah.&lt;br /&gt;Sudah saatnya barangkali ada suatu pameran khusus untuk para kreator, dan situs khusus, atau jaringan yang menyajikan khusus untuk mereka ini. Lembaga ini dikelola oleh pemerintah, baik pusat atau daerah, sehingga kita tidak tergantung pada produk-produk impor.&lt;br /&gt;Inventor-inventor kecil di pedesaan, karena desakan hidup dan kebutuhan dengan kearifan lokalnya sudah dapat menciptakan suatu produk baru, sistem baru sesuai pula dengan lingkungannya yang dikenal dengan teknologi tepat guna baru, yang paling banyak disektor pertanian, lingkungan hidup, seperti bibit baru, pestisida dan pupuk organik, metoda bercocok tanam, memelihara ternak, pakan ternaka, memelihara ikan, pakan ikan. Ini hampir tidak terekspose, kecuali secara kebetulan. Motivasi penemuanya hanya menolong diri, keluarga dan komunitas saja, sudah terpenuhi mereka puas, mereka tidak peduli dengan hak intelektualnya, meminta ke Depkumham, mereka tidak mampu, mempertanggung jawabkan secara ilmiah juga tidak mampu. Terekspose dan dapat digunakan oleh orang lain mereka puas dan ikhlas, karena keyakinan akan menadapat pahala, apalagi mendapat penghargaan dari pemerintah plus sedikit uang, sampai mati dan anak cucu membanggakan plus orang sekampung.&lt;br /&gt;Ekspose untuk inventor kecil-kecil ini dilakukan dari mulut kekuping saja, syukur kalau Pak Kades ikut mempromosikannya. Inventor kelompok ini tertolong menyebarluaskan informasi oleh para blogger sukarela, atau pers komunitas memalui internet. Perlu dipikirkan jaringanbloger yang menyebar luaskan temuan-temuan baru kecil-kecil oleh orang kecil namun hasilanya banyak menolong orang kecil dan meringankan tugas pemerintah, dan nama baiknya dan temuanya dibajak oleh orang besar, mereka tidak tahu.&lt;br /&gt;Dalam merespon temuan-temuan baru ada beberapa kemungkinan terjadi, pertama dicemooh, kedua dikritik habis tanpa ampun, ketiga dikalaim mengambil hak cipta orang lain, keempat digunakan untuk mencari muka untuk mengambil keuntungan pribadi atau kelompok, kelima dibina sampai berkembang, keenam dibinasakan dengan ditipu orang “cerdik buruk”, ke tujuh dipuji dan diberi penghargaan. Yang baiknya kalau hasil kurang sempurna jangan diiejek, dimotivasi saja untuk penyempurnaan, kalau hasilnya baik dimotivasi untuk lebih baik lagi, dimanfaatkan sebaik-baiknya, diekspose, diberi imbalan dari jerih payahnya dan penghargaan baik oleh pemerintah atau lembaga lain.&lt;br /&gt;Bagi inventor kecil yang dibutuhkan kritik sebagai suplemen, bantuang keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adan pengembangan temuanya, dan penghargaan yang wajar. Sangat menyakitkan bagi mereka cemoohan dan kritik pedas, jangan kita jadi pembunuh kreativitas.&lt;br /&gt;Sdr Ir. Dede Martino MP, dosen Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, telah menemukan lebih tiga puluh alat-alat pertanian baru dan pengohan hasil pertanian, satu diantaranya telah terdaftar pada Ditjen HaKi, yaitu mesin pengolah sampah organik fortable dikenal dengan nama TeknoMartino, yang menghasil pupuk organik cair yang sangat membantu dalam memelihara kebersihan lingkungan, dan membantu petani dalam mengadakan pupuk organik, pengganti pupuk anorganik yang semakin mahal, tidak terekspos disitus kampusnya. Nasib yang sama banyak dialami peneliti di perguruan tinggi dan lembaga penelitian.[Jambi, 140109].&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-1668233155198324718?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/1668233155198324718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/produk-kreatif-tidak-terekspose.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1668233155198324718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1668233155198324718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/produk-kreatif-tidak-terekspose.html' title='PRODUK KREATIF TIDAK TEREKSPOSE'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-591863602596127298</id><published>2009-01-14T11:12:00.000+07:00</published><updated>2009-01-14T11:13:43.952+07:00</updated><title type='text'>MEMBANGUN MASYARAKAT INDONESIA KREATIF</title><content type='html'>Kita perhatikan negara yang maju di dunia dewasa ini dibidang ekonomi, teknologi dan seni, seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Australia, Korea Selatan, India dan negara maju lainnya. Mereka semua bangsa yang kreatif.&lt;br /&gt;Mereka menghambil hikmah dari perbedaan (bersilang kayu dalam tungku, maka apinya hidup), selalu mempalajari alam dan segala kejadian (alam terkembang jadi guru), mereka berfikir kedepan, mereka mampu melihat tanda-tanda perubahan akan terjadi sesuatu atau proaktif (cewang di langit tanda akan panas, mendung dihulu tanda akan hujan), cepat mengambil keputusan dari sedikit informasi ( bekelibat ikan dalam air, tahu jantan betinanya), kalau bertemu masalah atau hambatan dijadikan tantangan yang harus ditaklukan ( tidak bisa belayar persahu disungai, dibukit didorong, asal maksud sampai), tidak pernah mengelu dengan masalah yang menimpa, masalah yang menimpa menjadi tantangan baru dalam berfikir dan bertindak (kalau ada masalah mereka tidak mengatakan “mati denai, tetapi  mereka mengatakan “apa akal”). Semua karya kreatif dan teman berkreasi tidak dimatikan dengan cemooh, tetapi didorong. Setiap hasil penelitian yang menyimpang dari yang diharap tidak dibuang dengan alasan error, tetapi diulang dan didalami penyimpangan tersebut, karena dari hasil yang menyimpang bisa menjadi temuan baru. Mereka bangsa yang selalu belajar menurut mereka memakai istilah long life education, menurut kita belajar dari ayunan sampai keliang lahat. Mereka belajar kepada yang lebih pandai dibidangnya (berguru ke nan pandai) yang pandai tersebut tidak perlu melihat apakah ia binatang, tumbuhan, status sosial, profesi, atau embel-embel akademi), kalau orang tersebut lebih pandai dari dirinya, mereka belajar. Karena mereka berkeyakinan tiap manusia punya kelebihan dan kekurangan, belajar dari kelebihan orang lain, untuk mengurangi kekurangan kita. Mereka mengambil hikmah dari setiap peristiwa, kendati peristiwa itu menyakitkan, maka terjadi lonjakan teknologi sesudah perang, keluar berbagai teori ekonomi, sesudah krisis ekonomi, terbit karya sastra besar sesudah kehidupan tertetekan. Mereka dapat memanfaat sumber daya manusia bersasarkan kapabilitas, kompentensinya (yang buta pelepas meriam, yang buta peniup lesung, yang lumpuh penghalau burung, yang rajin disuruh-suruh, yang pandai tempat bertanya), tidak atas dasar kolusi dan nepotisme.&lt;br /&gt;Saya tidak berpretensi untuk memuji-muji bangsa lain secara berlebihan, karena membuat kita rendah diri, orang rendah diri akan dijajah oleh orang lain. Orang rendah diri tidak bisa berkreasi, orang rendah diri tidak bisa berbuat, karena takut salah. Orang takut salah tidak pernah berbuat, dia akan tercenung tiap hari disudut kamar yang suram.&lt;br /&gt;Yang ingin saya katakan nenek moyang kita, budaya kita asli kita adalah budaya masa lalu budaya kreatif sehingga bukti sejarah mengatakan kerajaan di nusantara bisa mengusai wilayah yang luas di Asia Tenggara sampai Melanesia. Menghasilkan karya arsitektur yang menkagumkan, karya sastra yang bisa dinikmati sampai sekarang.&lt;br /&gt;Tetapi kita larut dengan kejayaan masa lalu dengan mengagung-agungkan, keris sebagai karya metalurgi yang tinggi masa lalu diagungkan dan dikeramati, tetapi tidak dipelajari teknologi metalurginya. Candi, mesjid tua dikagumi dan disykaralkan, tanpa dipelajari teknologinya. Orang-orangnya diagung-agungkan dengan sangat tinggi, tanpa dipelajari metoda dan tekniknya menemukan sesuatu, melahirkan karya sastra, peralatan. Tidak mempelajari kiat-kiat memimpin sampai strategi perang.&lt;br /&gt;Budaya lama yang kreatif tersebut, sekarang dikatakan sesuatu yang kuno, perlu dimusimkan, baik bendanya, semangat dan teknologinya, dan malah dikatakan sesuatu yang kuno, tidak perlu dipakai, dikaji dan dihargai layak, kalau dihargai sering salah kaprah. Kita jadi “malin kundang” moderen yang mendurhakai “ibu pertiwi”.&lt;br /&gt;Sedang bangsa yang maju, kreatif, inovatif, proaktif tersebut melakukan apa yang diwariskan oleh nenek moyang kita, kita tidak maju karena kita durhaka terhadap nenek moyang kita, dengan menghina kearifan-kearifannya dengan kata-kata kuno. Kita dikutuk jadi “manusia batu” yang orang berlari kencang kita tetap berjalan ditempat. Kita menjadi konsumen hasil karya kreatif bangsa lain, kita banga dengan dengan mental dan pikiran kita dijajah barat dan orang asing. Kalaulah pejuang kita dulu era kebangkitan nasioanal,  pra kemerdekan dan awal kemerdekaan, mungkin Indonesia tidak jadi merdeka, atau kemerdekaan setahun jagung. Saatnya kita bangkit mereformasi diri, masyarakat dan bangsa ( membangkit batang terendam, lapuk-lapuk dikajangi, usang-usang dibarui), itu reformasi ajaran nenek moyang, tidak membuat yang baru sama sekali, seperti format ulang yang digunakan pada ilmu komputer seperti keadaan sekarang.&lt;br /&gt;Kreativitas, tidak bisa diajarkan tetapi didikan, bakat kratif pada hakikatnya sudah ada semenjak bayi, tetapi demi kepentingan orang dewasa bakat kreatif itu dibunuh pelan-pelan dengan “over protective” kepada anak, dilarang bergaul dengan anak tetangga, membelikan mainan instan, melarang ini itu demi gengsi dan keindahan rumah, takut barang-barang kotor dan alasan lainnya yang tidak rasional.&lt;br /&gt;Pembunuhan kedua masa sekolah, baik dirumah maupun disekolah. Semua pelajaran bisa mendidik kreativitas, yang utama adalah menggambar/melukis, prakarya, sastra. Terapi matematika, fisika, biologi, kimia, sejarah bisa digunakan untuk memndidik kreativitas, sekurangnya tidak membunuh bakat kreatif anak didik. Sementara guru ada guru matematik yang marah kepada murid karena menjawab soal tidak sama dengan rumus yang diajarkan, ada sementara guru senang menerima hasil prakarya yang dibeli di pasar. Marah kalau murid bertanya, yang ia sulit menjawab, atau membunuh karakhter murid dengan kata-kata pertanyan goblok, statemen orang pandir dan lain sebagainya. Tidak mau murid berbeda dari guru. Murid dianggap nakal atau menguji guru cap ini sangat membunuh karakhter murid. &lt;br /&gt;Dewasa ini dengan kemajuan teknologi informasi, tidak tertutup kemungkinan murid lebih pintar dan trampil dari guru.&lt;br /&gt;Pada masa lalu sampai pertegahan tahun 70-an, kesempatan kerja masih luas, pendapat guru sangat terbatas dan masih “Oemar Bakri”. Orang yang menjadi guru dan bertahan menjadi guru adalah orang yang berbakat dan punya cita-cita untuk menjadi pendidik, tidak peduli dengan pendapatan. Mereka pendidik sejati dengan mengerahkan kemampuanya (pisik, hati dan otak) untuk mendidik dan mengajar. Sekolah formal tidak tinggi, tepi semua sumber daya yang ada padanya dikerah untuk muridnya menjadi murid yang pandai dan cerdas, tanpa pamrih. Pelajaran tambahan di luar waktu sekolah, gratis tidak dibayar sama sekali baik oleh murid atau sekolah. Mereka malu kalau muridnya tidak lulus, malu kalau muridnya mencontek, malu kalau muridnya tidak melanjutkan pendidikan.&lt;br /&gt;Kesulitan lapangan kerja, mudahnya mengikuti pendidikan guru, kebutuhan hidup bertambah, kehidupan melai mengarah kepada materialistis, jalan pintas untuk bekerja jadi guru, sehingga ada guru yang tidak berbakat, menjadi guru, pendidikan mulai mundur. Untuk menjadi guru tidak selesai otak dan fisik serta ilmu pengetahuan yang prima, tetapi bakat sangat menentukan. Profesi guru atau dosen punya kriteria tertentu, beda dengan profesi lain, maka sebalum masuk pendidikan guru atau rekrumen guru, dilakukan psiko-test, sehingga terjaring guru yang pendidik, bikan hanya guru yang pengajar, maka kreativitas murid, kreativitas anak bangsa terbangun.&lt;br /&gt;Di perguruan tinggi, dibangun lagi kreativitas. Pada pertengahan tahun 70-an diluncurkan program mencetak “sarjana” sebabtaknya, maka dipercepat kelulusan untuk menjadi sarjana (S1), dengan sistem SKS, dapat S1 bila menyelesaikan sekian SKS, sekali menghasilkan karya ilmiah (skripsi). Dihilangkan “sarjana muda” (BChk, BA, BBA, BSc,BEc, BAe dll). Kalau dibanding kalau dikonversi SKS sarjana muda sebelum pertengan tahun 70-an dengan S1 itu sama, kalau tidak lebih baik. Sarjana waktu itu (SH, Drs, Ir, dr) waktu itu setara atau lebih tinggi dibanding S2 sekarang. Dipemerintah lulusan pendidkan instan tersebut dihargai sama dengan sarjana sebelum tahun 70-an sama sama IIIA, atau lebih tinggi dari sarjana muda. Dalam perkuliahah, tidak terbina kreativitas karena kejar tayang, S1 hanya satu kali meneliti, sangat terbatas waktu menggunakan laboratorium, diskusi, seminar selama diperguruan tinggi. S1 yang smart bukan karena sistem yang baik, tetapi bibit yang baik.&lt;br /&gt;Apalagi banyaknya ijazah palsu, ijazah asli tapi palsu (ijazah tembak) atau ijazah kebut-kebutan, kuliah sabtu sampai malam, minggu setengah hari, dua tahun tamat dapat ijazah S1, yang tarbangun kreasinya mencontek, mendekati dosen dengan ilmu pendekatan, ilmu upah-mengupah skripsi, mensiasati ujian, kalau perlu belajar sambi ujian, waktu ujian sarjana tanya sedikit, jawab sedikit, betul salah sama saja, nasehat dan arahan penguji yang banyak (belajar dalam ujian), yang penting lulus, pakai toga, foto-foto penting, kalau sudah menjadi pegawai negeri minta penyesuaian pangkat, kalau caleg, pampangan di papan kampanye.&lt;br /&gt;Kreativitasya yang tinggi adalah kreativitas yang negatif, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, hal ini harus bisa dihentikan.&lt;br /&gt;Dimasyarakat, sering membunuh kreator, karena sebagian manyarakat kita terjebak menjadi “malin kundang modern” tidak menghargai karya anak bangsa, malah mencemooh karya anak negeri berkualitas rendah, lebih senang mensitir buku atau hasil peneliti asing. Kita seharunya kalau mau membangung kreativitas bangsa adalah menganut “baik atau buruk adalah karya bangsaku” “bangga dan menggunakan karya bangsa sendiri” “mengkritik kreator secara proporsonal dan santun” sehingga keritik menjadi suplement bukan racun yang merusak dan membunuh. Menghilangkan kebiasaan mencemooh, skeptis, sinis, mengejek karya bangsa sendiri. Kalau tidak mau bangsa Indonesia, dijajah terus menerus, secara ekonomi, budaya, sosial, dan psiklogi sekarang dan pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Kita hargai perbedaan, kita bangun kreativitas, inovasi, berpikir dan berindak proaktif, alaternati, indonesia akan menguasai jagad kelak, semoga. (Jambi, 140109)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-591863602596127298?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/591863602596127298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/membangun-masyarakat-indonesia-kreatif.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/591863602596127298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/591863602596127298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/membangun-masyarakat-indonesia-kreatif.html' title='MEMBANGUN MASYARAKAT INDONESIA KREATIF'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-6690081264508970267</id><published>2009-01-14T01:45:00.000+07:00</published><updated>2009-01-14T01:46:12.028+07:00</updated><title type='text'>KRITIKUS ATAU TUKANG KRITIK</title><content type='html'>Pada masa lalu kita mengenal kritikus dibidang sastra yaitu almarhum HB Yasin. Kritiknya sangat ditunggu oleh sastrawan, penikmat sastra maupun ahli sastra. Sastrawan merasa tersanjung kalau dikritik berliu, merasa karya bermakna, dan sastra berkembang dimasanya, karena almarhum memang ahli dibidangnya, menkritik dengan santun, mengkritik dengan memberikan solusi, mengkritik tidak membunuh karakhter orang yang dikritik, kritik yang membangun.&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan sekarang melalui media massa elektronik dan cetak maupun melalui internet, banyak sekali “kritik” di  berbagai bidang atau kegiatan oleh sangat banyak “tukang kritik” dan sedikit kritikus. Tiap waktu kita disuguhkan “kritik” dari pagi sampai malam dan sampai pagi lagi untuk berbagai bidang sampai bosan dan menyebalkan dan membuat hidup tidak nyaman.&lt;br /&gt;“Kritik” yang disampaikan lebih pada kehendak/kepentingan  pribadi dari yang bersangkutan, tidak melihat masalah secara utuh atau sepotong-sepotong apakah disengaja atau karena tidak tahu. Kritik yang sangat pedas melebihi pedasnya cabe rawit, yang bisa membuat mencret orang yang dikritik atau dengan kata lain membunuh kreativitas, menghilangkan orang berani untuk berbuat, dan bisa memprovokasi orang lain.&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan si tukang kritik tersebut, tidak pula orang bodoh, banyak diantaranya, pangkal dan ujung namanya sudah ada tambahan gelar akademik, jabatanya seabrek-abrek baik di masyarakat maupun negara. Mereka si tukang kritik berlagak serba tahu, sebenarnya sedikit yang tahu, yang dipamerkan sebanarnya ketidak tahuannya, tetapi orang lain bisa  menjadi rusak. Kalau dicermati betuk, ia mengkritik sambil memamer kebodohan dirinya.&lt;br /&gt;Kritikus ada orang ahli dan berpengalaman, sehingga ia dapat melihat suatu masalah atau kejadian dari banyak aspek, dan semua  kejanggalan dapat diungkap beserta  saran perbaikan. Kritikus seorang komunikator yang baik, sehingga dengan baik pula menyampaikan pikiran, gagasan dan rasa kepada yang dikritik, sehingga maksud dari kritik itu sampai, yang dikritik berubah menjadi lebih baik dan tidak berang, malah berterima kasih. Buat apa kritik kalau orang yang dikritik marah, benci, tidak berkarya, serta orang lain terprovokasi. &lt;br /&gt;Kritik yang baik maksud sampai, orang senang dan malah berterima kasih. Itulah yang dilakukan kritikus besar kita dibidang sastra. Kritikus besar kita di dibidang ekonomi Soemitro Djojohadikusumo, MT Zen, Iskandar Alisyahbana, Andi Hakim Nasution, Johannes, dan beberapa yang lain dibidang sain dan teknologi, Buya Hamka, AR Syafruddin, Hasyim Musadi, Safei Maarif dibidang politik, sosial keagamaan. Kritik yang sejuk dimasyarakat.&lt;br /&gt;Dewasa ini, atas nama demokrasi, kebebasan mengeluarkan pendapat yang lahir bukan kritikus seperti beliau diatas, tetapi yang banyak berkoar-koar dimedia masa adalah “tukang kritik” yang membuat orang gelisah karena mengkritik tidak meliahat dari banyak sisi, tidak ada solusi, menggunakan bahasa yang tidak santun, ada kepentingan pribadi atau kelompok yang terselubung artinya mengkritik dengan tidak ikhlas. Mengkritik pada seseorang tersebut bisa berbisik, tetapi menggunakan media masa untuk berteriak.&lt;br /&gt;Kalau “tukang kritik” masih sangat banyak berkiprah di jagat Indonesia ini, pemerintah akan salalu dibuat salah tingkah, seniman stagnan, kreativitas terpasung, sain dan teknologi tidak berkembang, olah raga banyak mundur dari pada maju, menciptakan budaya kekerasan, ketertutupan, semua orang menjadi tebal kuping, karena kupingnya tuli, hati dan otak beku karena diteriaki setiap hari dengan keras dengan pilihan kata yang tidak enak didengar, bangsa kita mundur diberbagai hal kelak, semoga tidak terjadi.&lt;br /&gt;Kritik yang baik itu tidak perlu dengan pilihan kata yang menyakitkan, tetapi argumentatif yang lengkap, kata-kata yang santun, saat, suasana, media yang tepat akan lebih efektif. Itulah yang dilakukan kritukus besar kita. Masih ada kritikus seperti itu tidak banyak dan tidak populer.&lt;br /&gt;Semoga kritik lebih berkembang dimasa yang akan datang oleh kritikus yang arif dan ikhlas untuk kepentingan masyarakat luas, bangsa dan negaradan sebaliknya “tukang kritik” taubat dan berbenah diri menjadi kritikus. [Jambi, 140109]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-6690081264508970267?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/6690081264508970267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/kritikus-atau-tukang-kritik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6690081264508970267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6690081264508970267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/kritikus-atau-tukang-kritik.html' title='KRITIKUS ATAU TUKANG KRITIK'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-5977520063953209733</id><published>2009-01-13T21:50:00.000+07:00</published><updated>2009-01-13T21:51:25.382+07:00</updated><title type='text'>KEBUTUHAN, KEINGINAN DAN HARAPAN TANPA BATAS</title><content type='html'>Manusia yang utuh terdiri dari tiga unsur (a) pisik (badan dan komponennya), (b) rasa (qalbu, qalbu bukan hati/liver) dan (c) otak / pemikiran / nalar (otak tidak sama dengan benak, binatang punya benak tetapi tidak punya otak). Pisik, rasa dan pemikiran manusia ini selalu berubah, maka dikatakan manusia selalu berubah.&lt;br /&gt;Perubahan pisik, rasa dan pemikiran tersebut menyebabkan manusia selalu berubah kebutuhan, keinginan dan harapannya. Dan manusia selalu berupaya memenuhi kebutuhan, keinginan harapannya yang selalu berubah tersebut. Pada hakikatnya kebutuhan, keinginannya tersebut tidak terbatas. Jadi sudah tidak terbatas dan selalu berubah, itulah yang dikatakan dinamika hidup.&lt;br /&gt;Kebutuhan, keinginan dan harapan yang tidak terbatas dan selalu berubah tersebut tidak akan pernah mampu dipenuhi oleh kemampuan dirinya sendiri maupun alam termasuk oleh orang lain. Kalau kebutuhan, keinginan, dan harapan tersebut diperturutkan oleh individu manuasia ia akan menjadi manusia serakah, hedonis, stress terus menerus, lebih buas dari binatang buas dan akan merugikan orang lain yang lebih lemah. Maka waktu itu ia memperlakukan hukum rimba, hukum sigaragai, hukum seenaknya dewek, makan akan tercipta masyarakat amburadul, jahiliyah yang akhirnya membunuh dirinya sendiri dan peradaban.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu diperlukan agama dan moral untuk mengenadalikan kebutuhan, keinginan dan harapan yang tidak terbatas, atau manusia harus berhenti pada saat tertentu untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapannya yang tidak terbatas, dengan mengikuti koridor agama, moral, yang akan menimbulkan rasa syukur, maka ia akan hidup bahagia, dan akan pula membahagiakan orang lain. Pada saat itulah dunia menjadi syorga.&lt;br /&gt;Paham liberal telah membuat manusia jadi hedonis dan serakah, sehingga mereka mengkonsumsi sumber daya alam berlebihan, yang menyebabkan pemanasan global, rusaknya lingkungan, kelaparan dimana-mana, ketidak adilan. Timbulnya negara-negara miskin, kawasan-kawasan miskin, dan orang-orang miskin seperti terjadi dewasa ini, yang pada giliranya membuat hidup tidak nyaman, maka dunia menjadi neraka. Secara global tanda-tanda itu telah mulai dirasakan sekarang, dewasa ini rasanya tidak ada tempat yang nyaman dimuka bumi, selalu ada ancaman, seperti ancama bencana alam akibat pemanasan global, ancaman perang, kerusuhan dan teror.&lt;br /&gt;Jangan salahkan Tuhan, jangan salah alam, yang salah adalah umat manusia karena tidak mengindahkan kaidah-kaidah agama, moral dan kebutuhan, keinginan, harapan dan hak-hak orang lain.&lt;br /&gt;Sebelum neraka dunia ini datang dalam bentuk yang lebih dahsyat, mari kita merenung dan memperbaiki diri, diri sendiri, keluarga, masayarakat, bangsa dan seterusnya. Berhenti menjadi manusia serakah, karena manusia serakah berarti membunuh diri sendiri dan orang lain, menyakitkan diri sendiri dan orang lain, menekan diri sendiri dan orang lain dan seterunya.&lt;br /&gt;Mari kita bangun sorga didiri kita, keluarga dan orang lain untuk kita nikmati bersama, dengan mengendalikan diri dan bersyukur, &lt;br /&gt;Bersyukur dengan apa yang ada, bersyukur dengan meliahat orang lain yang lebih sengsara, mendapatkan kebahagian dengan membantu orang yang susah, mengajar orang yang membutuhkan, menolong orang lemah, membantu orang yang membutuhkan bantuan, menolong dengan apa yang dapat menolong, sekurangnya menebar senyum kepada orang lain, tidak menyusahkan orang lain, mendoakan yang baik untuk kebaikan orang lain, mengucapkan kata-kata santun kepada orang lain dengan keikhlasan, syorga menjelang di hati kita masing-masing. Syorga dunia atau kebahagiaan itu ada dihati kita masing-masing bukan di kekayaan, kepintaran, atau kemolekan atau keperkasaan pisik.[Jambi, 130108]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-5977520063953209733?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/5977520063953209733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/kebutuhan-keinginan-dan-harapan-tanpa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/5977520063953209733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/5977520063953209733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/kebutuhan-keinginan-dan-harapan-tanpa.html' title='KEBUTUHAN, KEINGINAN DAN HARAPAN TANPA BATAS'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-1528098852075478599</id><published>2009-01-13T19:59:00.000+07:00</published><updated>2009-01-13T20:01:09.723+07:00</updated><title type='text'>INDONESIA BANGSA KREATIF ?</title><content type='html'>APAKAH bangsa Indonesia bangsa kreatif, apakah perlu gerakan nasional untuk meningkatkan kreativitas bangsa, apakah masyarakat kita dewasa ini mendukung peningkatan kreativitas.&lt;br /&gt;Bangsa yang kreatifitasnya tinggi menjadi bangsa yang maju, semakin tinggi tingkat kreativitas suatu bangsa semakin tinggi daya saingnya, dan pada gilirannya, bangsa yang paling kreatif adalah bangsa yang menguasai dunia.&lt;br /&gt;Kerajaan di nusantara ini pernah menguasai dunia, sekurang asia tenggara, seperti kerajaan Majapahit, Sriwijaya, Melayu, artinya nenek moyang kita adalah bangsa yang kreatif. Dan buktinya sampai sekarang masih ada sekarang berupa bangunan kuno seperti candi, karya sastra, karya patung dan lainnya, yang sekarang dibangga-banggakan, tetapi semangat kreatifnya tidak pernah dikaji.&lt;br /&gt;Awal kemerdekaan, bambu runcing bisa melawan meriam penjajah, karena semangat kreatifitas bangsa memanfaatkan apa yang ada, baik di medan perang maupun diplomasi sehingga bisa mengusir penjajah, kita merdeka.&lt;br /&gt;Kreatifitas itu pulah indonesia menjadi inspirator bagi bangsa lain di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Bangsa Indonesia memimimpin dunia dan disegani oleh lawan dan kawan.&lt;br /&gt;Pada masa penjajahan kreatifitas di kekang oleh penjajah, bisa dimalumi namanya juga penjajah, Namun, masa kemerdekaan, ada periode demokrasi terpimpin, dan dilanjutkan periode demokrasi atas petunjuk yang secara tidak sadar mengekang kreatifitas. Kreatifitas sangat paralel dengan demokrasi.&lt;br /&gt;Semenjak satu dasa warsa terakhir, kita memasuki era demokrasi, dan sudah sangat maju didunia, kemudian kita juga masuk periode otonomi daerah yang sangat memungkinkan untuk berkembangnya kreatifitas, tetapi hasilnya secara makro adalah daya saing kita melemah dan bercolkol pada tinggkat yang sangat rendah, apa ada yang salah. Menurut saya tidak, secara kratifitas itu ada positif dan ada negatif.&lt;br /&gt;Kreatifitas adalah adalah kemampuan untuk mencipta / berkreasi atau kemampuan individu atau kelompok yang menciptakan sesuatu yang baru, (wawasan, konsep, metoda, sistem, produk) dengan menghandalkan keunikan. Semuanya bisa positif maupun negatif, kreatifitas tersebut seperti pisau bisa digunakan untuk kejahatan atau kebajikan.&lt;br /&gt;Yang berkembang adalah kreatifitas penjahat, kreatif membunuh, kreatif tawuran, kreatif merampok, kreatif korupsi, kreatif memeras (jinak, pakai aturan atau liar, tanpa aturan), kreatif membuat aturan yang menyusahkan orang lain atau masyarakat, kreatif membunuh karakhter orang lain, kreatif mengkeroyok orang lain secara fisik maupun politik, kreatif menggelembungkan proyek. Kesemuanya kreatifitas negatif, kreatif bersilat lidah atas nama demokrasi dan otonomi. Kreatif membuat pasca pilkada rusuh, kreatif mengangkat pejabat yang tidak tidak mampu dan lain sebagainya. Kretif mencontek dan studi contek (beda tipis dengan studi banding lemabaga negara/daerah), kreatif membuat sinetron, film dan pertunjukan selera rendah, dan lainnya yang sejenis, kreatif ilegal loging, fishing, mining, trading, manufachturing, investigating sampai ilegal jastice. Kreatifitas kelompok ini berkembang pesat dan sangat luar biasa.&lt;br /&gt;Pada sisi lain, kreatif meningkatkan efisiensi dan daya saing, kreatif menyampaikan pendapat dengan santun, kreatif membuat program yang berorientasi pada kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakat, menciptakan produk-produk baru serta karya cipta baru dibidang seni, teknologi dan humaniora sangat minim dan tenggelam dibanding kreatifitas negatif diatas.&lt;br /&gt;Jadi bangsa kita masih bangsa yang paling kreatif, tetapi kreatif salah kaprah, sehingga kita bisa pemecah rekor korupsi, daya saing, pabrik ekstasi yang besar, pengkempangan BLBI yang ratusan triliunan. Korupsi menggurita, pungli semenjak preman sampai anggota parlemen dan penegak hukum.&lt;br /&gt;Salah siapa, ya salah kita, tentu yang lebih salah yang lebih berkuasa, lebih kaya, lebih kuat, lebih pintar, walaupu tidak semua yang pintar, berkuasa, kaya dan kuat bersalah.&lt;br /&gt;Kalau tidak mau terpuruk lagi, mari kita tinggalkan kreativitas negatif, kita dorong kreativitas positif seperti harapan pemerintah.&lt;br /&gt;Perlu diingat, tidak ada kebebasan mutlak dalam berkreatif, berkreasi bebas dalam koridor, bagi orang beragama, bebas dalam koridor agama, hidup bermasyarakat bebas dalam koridor moral, hidup bernegara bebas dalam koridor undang-undang. Kreatifitas negatif diatas adalah kreatif tanpa koridor agama, moral dan undang-undang.&lt;br /&gt;Tahun 2009 dimulai gerakan peningkatan ekonomi / industri kreatif, tetapi akan tenggelam oleh kreativitas negatif diatas. Peningkatan ekonomi / industri kreatif saja tidak cukup. Perlu didasari dari budaya kreatif, demokratisasi sebagai modal dasar menciptakan budaya kreatif sudah ada, tinggal menyalurkan pada jalur yang benar yang diridhahi Allah. Semoga., JAMBI, 130109&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-1528098852075478599?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/1528098852075478599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/indonesia-bangsa-kreatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1528098852075478599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/1528098852075478599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/indonesia-bangsa-kreatif.html' title='INDONESIA BANGSA KREATIF ?'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-224690097011147750</id><published>2009-01-05T07:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-05T07:12:04.296+07:00</updated><title type='text'>HIDUP ADALAH PERSAINGAN, JADILAH MANUSIA TANGGUH</title><content type='html'>Semenjak lahir kita sudah mulai persaingan dalam hidup, persaingan tersebut akan belanjut terus sampai menghembuskan nafas terakhir. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai daya saing tinggi, mereka orang-orang tangguh, mampu bertahan dengan segala suasana dan berhadapan dengan siapa saja.&lt;br /&gt;Waktu masih kecil, masih jadi baji, balita, anak-anak kita bersaing mendapatkan perhatian orang tua dan orang-orang sekitar, berebut makanan yang diberikan ibu dengan saudara atau teman, berlomba dengan kawan dan sebagainya. Yang mendapat segalanya anak-anak yang berdaya saing tinggi, yang bertahan hidup adalah anak-anak yang fisiknya tangguh.&lt;br /&gt;Masuk sekolah, sampai menamatkan kuliah terjadi lagi persaingan, persaingan mendapat nilai yang tinggi untuk menjadi juara kelas, atau indeks prestasi yang tinggi, hanya orang-orang berdaya saing tinggi yang jadi juara kelas atau indek prestasi tinggi dan orang-orang tangguh yang dapat menamatkan pendidikan. Orang miskin bisa jadi juara, orang miskin bisa menamatkan pendidikannya sampai S3, tetapi banyak orang pintar dan anak orang kaya yang tidak dapat menamatkan pendidikannya.&lt;br /&gt;Setelah tamat pendidikan, masuk kemasyarakat, untuk jadi pegawai pemerintah atau karyawan swasta terjadi persaingan, karena banyak pelamar, terjadi lagi persaingan. Setelah menjadi pegawai bersaing prestasi dengan kawan sekerja untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dengan harapan pada suatu saat mendapatkan jabatan puncak.&lt;br /&gt;Ada yang menjadi olahragawan,mereka bertanding, berlomba, mereka itu bersaing untuk menjadi juara, dari juara klub, lokal, nasional, regional sampai juara dunia.&lt;br /&gt;Sebagian diantara kita berprofesi sebagai pengusaha, sebagai pengusaha apa saja semenjak petani, penambang, pedagangan, industri, pengusaha jasa. Tiap hari bersaing, kalau mereka tidak mampu bersaing, usahanya akan hancur, produknya tidak laku dipasar, mereka tidak mendapatkan keuntungan yang layak. Usahanya berkembang dari usaha kecil menjadi pengusaha besar dan konglomerat.&lt;br /&gt;Berorganisasi, berpolitik, akan selalu bersaing, bersaing untuk mendapatkan simpati masyarakat, anggota organisasi, sehingga jabatanya selalu naik dari anggota, bisa jadi pengurus, bisa jadi ketua pada ranting, cabang, wilayah sampai pengurus pusat. Bisa menjadi anggota DPRD, DPR, walikota/bupati, gubernur, menteri, jabatan politik lainnya sampai jadi presiden.&lt;br /&gt;Profesi apa saja juga akan ada persaingan, jadi dokter, guru, hakim, jaksa, arsitek, peneliti, dosen dan sebagainya juga terjadi persaingan untuk mendapatkan tempat terhormat.&lt;br /&gt;Manusia dengan makhluk hidup yang lainpun terjadi persaingan untuk dapat menghirup udara segar dan mendapatkan makanan, manusia pada saat tertentu bisa kalah dengan binatang atau tumbuhan, ia dimangsa oleh makhluk hidup yang lain sehingga sakit oleh kuman, virus, dipatuk ular, dimakan hiu atau buaya karena tidak kuat bersaing.&lt;br /&gt;Suami istripun bersaing dalam menghirup udara segar dalam kamar tertutup atau oksigen terbatas, siapa paru-parunya tidak kuat, ia akan sasak napas.&lt;br /&gt;Persaingan itu diperlukan, dengan adanya persaingan ada dinamika hidup, dengan adanya persaingan manusia mandapat kebahagian, dengan persaingan akan tercipta kemajuan. Tuhan pasti sengaja membuat perbedaan untuk terjadi persaingan, malah Tuhan menyuruh umat manusia untuk bersaing, bersaing membuat kebaikan dan beramal kepada orang lain, Tuhan melarang pemusuhan, berlawanan, dan bersaingan untuk menghacurkan yang lain.&lt;br /&gt;Bersaing dalam hidup ibarat orang lomba lari, atlit lain tidak diganggu, tidak dilumpuhkan atau diganjal kakinya sehingga ia jatuh. Ia lari di jalurnya, kita lari dijalur kita, tidak perlu memikirkan dan berusaha menghambatnya, yang penting kita berfikir dan belatih dan menguatkan fisik kita sendiri. Menang tanpa berniat, berfikir dan bertindak yang merugikan orang lain, yang dipikirkan dan dilakukan adalah kita jadi pemenang.&lt;br /&gt;Seorang pengusaha, berfikir dan berniat akan membunuh saingan, pikiran dan energinya akan habis untuk membunuh sainganya, saingan selalu ada dan banyak, saingan belum tahu mati, ia mati lebih dahulu. Orang yang berfikir dan berniat mengganggu, membunuh saingan apa lagi melakukannya. Saingan belum tertentu terganggu, belum tentu mati, atau habis semua saingan dimukan bumi ini, ia mati dulu. Orang yang berniat dan berpikir mengganggu dan membunuh saingan itu adalah orang yang iri, dengki, orang sakit jiwa, yang ia dibunuh oleh penyakitnya sendiri.&lt;br /&gt;Untuk memenangkan persaingan baik perorangan adalah dengan meningkatkan daya saing diri sendiri, dengan meningkatkan kemampuan fisik, selalu belajar, berpikir kreatif, inovatif dan selalu membantu atau meringan orang lain, dan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan orang lain kepada kita, kita akan memenangkan persaingan hidup ini.&lt;br /&gt;Dalam berorganisasi juga demikian, organisasi yang sukses adalah organisasi yang dapat meringankan beban masayarakat, dapat memenuhi kebutuhannya. Organisasi yang berguna bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Akhirnya orang yang paling berdaya saing adalah orang yang paling berguna di masyarakat, organisasi atau partai politik yang berdaya saing tinggi partai politik yang paling berguna oleh rakyat, bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Tentara pun tidak diniatkan untuk membunuh dan menyerang orang atau negara lain, bagi orang beradab tentara untuk mempertahankan diri dan menjaga kemanan dan pertahanan bangsa dan negara, bagi bengsa dan negara beradab perang adalah jalan terakhir apabila jalan damai atau diplomatik gagal. Hanya bangsa dan negara yang tidak beradab dan berperi kemanusian saja yang mengunakan tentara untuk menyerang negara lain.&lt;br /&gt;Orang yang akan masuk syurga adalah orang yang menjalankan kaidah agamanya dengan demikian juga orang yang beramal kepada kepada orang lain dan lingkungannya dengan ikhlas karena Tuhan-nya. Jadi untuk berdaya saing tinggi diperlukan pula keikhlasan yang tinggi.&lt;br /&gt;Dalam bersaing, karena persaingan itu sepanjang hayat dikandung badan, bukan sesaat, maka orang yang sabar dan isqamah pula yang akhirnya memenangkan persaingan didunia, dan mendapat kebahagian didunia dan akhirat, semoga kita masuk orang yang berdaya saing tinggi. Amin.***&lt;br /&gt;Jambi, 05/01/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-224690097011147750?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/224690097011147750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/hidup-adalah-persaingan-jadilah-manusia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/224690097011147750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/224690097011147750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/hidup-adalah-persaingan-jadilah-manusia.html' title='HIDUP ADALAH PERSAINGAN, JADILAH MANUSIA TANGGUH'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3193393963864751479</id><published>2009-01-04T21:05:00.000+07:00</published><updated>2009-01-04T21:06:44.098+07:00</updated><title type='text'>SAINGAN ATAU LAWAN POLITIK</title><content type='html'>Tuhan mentakdirkan kita berbeda beda, untuk saling mengenal, membutuhkan, menolong, dan patner berlomba mencari kebaikan dimuka bumi. Bukan untuk saling berlawanan, mencegal, memfitnah atau membunuh.&lt;br /&gt;Masa pemilu semakin sering kita mendengar lawan politik, dulu beda partai dianggap lawan politik, dengan pemilu tahun tahun 2009, penentuan pemenang berdasarkan perolehan suara terbanyak, apakah akan dijadikan teman satu pertai sama-sama caleg dari dapil yang sama menjadi lawan politik, sehingga partaipun terpecah belah, habis energi untuk mengalahkan lawan.&lt;br /&gt;Stigma politik yang sering disuarakan, tidak ada lawan yang abadi, dan tidak ada kawan yang abadi adalah kepentingan. Petuah orang bijak mengatakan, lawan satu sudah membuat susah, kawan seribu tidak cukup. Apakah menjadi orang politik membuat susah dikeroyok oleh lawan yang banyak, atau susah karena mengeroyok lawan satu persatu, tentu saja tidak.&lt;br /&gt;Stigma politik yang mengatakan “yang abadi adalah kepentinggan”. Apa kepentingan menjadi orang politik, apakah kekayaan, atau kekuasaan, atau kekuasaan untuk mendapatkan uang, sehingga habis energi fisik dan pikiran untuk kekuasaan dan uang. Sehingga untuk menjadi orang politik harus mempunyai uang banyak, dan menjadi orang politik untuk mencari uang sebanyak-banyaknya, sehingga keluar istilah politik uang dan biaya politik.&lt;br /&gt;Kalau kita mau mengamati anggaran dasar partai politik, semuanya partai didirikan untuk kepentingan rakyat, nagara dan bangsa, tidak ada partai didirikan untuk kekuasaan atau untuk mencari uang sebanyak-banyaknya. Jadi kepentingan yang abadi tersebut adalah kepentingan rakyat, bangsa negara. Partai politik yang dalam jejak perjalannya selalu mementingan rakyat, bangsa dan negara, atau orang politik yang selama jejak kariernya mementingkan kepentingan rakyat, rakyat memilih dan menujuknya untuk memimpin rakyat, jadi bukan untuk menguasai rakyat, bangsa dan negara, tetapi dipercaya untuk memimpin, mengkelola negara, dan rakyat didalammya, guna memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Jadi kepentingan yang abadi tersebut adalah mensejahterakan rakyat, bukan kekuasaan. Kekuasaan yang diberikan rakyat adalah amanat dari rakyat.&lt;br /&gt;Partai atau orang partai yang dipilih dalam pemilu yang akan datang seharusnya dalam rekam jejaknya selalu mementingkan kepentingan rakyat, mereka bukan orang suka dengan membunuh, mengganjal, atau memfitnah lawan politik, tetapi adalah partai atau orang politik yang bersaing untuk mensejahterahkan rakyat, apakah ada ? Jawabnya ada asal jeli melihat, tetapi yang banyak adalah penjual kecap politik, selebriti politik, pengusaha politik yang mencari rente politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oposisi politik&lt;br /&gt;Oposisi biasa hidup bernegara, oposisi diperlukan dan penting, tetapi oposisi yang diadop dari bahasa Inggris “oposition” bukan lah lawan, yang selalu menyalahkan kebijakan partai berkuasa, tetapi partai yang menjadi penyeimbang dalam suatu neraca (timbanga) yang letaknya bersebrangan. Ini diperlukan agar negara atau pemerintah dapat berjalan dengan benar, arahnya terjaga. Jadi oposisi bukan lawan, tetapi mitra untuk mencapai tujuan bangsa dana negara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, negara dan pemerintah yang adil. Jadi anak timbangan oposisi bisa mendekat atau menjauh dari pemerintah yang berkuasa untuk mendapatkan keseimbangan. Dibutuhkan oleh rakyat, dibutuhkan oleh pemerintah yang berkuasa, dibutuhkan oleh rakyat banyak.&lt;br /&gt;Jadi dalam pemilu diperlukan persaingan politik, dan diperlukan oposisi, tetapi sangat tidak produktif lawan politik, politik uang, biaya politik yang berlebihan, seleberiti politik, mempergunakan kendaraan politik untuk mencari kekayaan. Tetapi yang diperlukan pejuang politik untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara, yang dibutuhkan negarawan, semoga pihak yang terpilih pada pemilu 2009 adalah para negarawan. Negarawan di legislatif dan negarawan yang memimpin eksekutif, semoga&lt;br /&gt;Jambi, 04/01/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3193393963864751479?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3193393963864751479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/saingan-atau-lawan-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3193393963864751479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3193393963864751479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/saingan-atau-lawan-politik.html' title='SAINGAN ATAU LAWAN POLITIK'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-2856157008913134736</id><published>2009-01-04T07:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-04T07:12:47.975+07:00</updated><title type='text'>TINGGI GUNUNG SERIBU JANJI</title><content type='html'>Teringat sebuah lagu lawas, dengan syair “tinggi gunung seribu janji, tidak terbatas kata-kata, lain dimulut, lain dihati”.&lt;br /&gt;Pada musim pemilu atau pilkada kita disuguhkan dengan janji-janji muluk para kandidat atau partai-partai. Seolah-olah masalah bangsa, negara dan daerah akan dengan mudah diselesaikan seperti membalik telapak tangan saja, bahkan dengan seratus hari setelah mereka dilantik semua masalah selesai.&lt;br /&gt;Mereka mungkin tidak tahu, tidak mau tahu, atau lupa  bahwa ada satu kaidah “kebutuhan dan harapan rakyat kepada negara atau pemerintah tidak terbatas, sedangkan kemampuan negara atau pemerintah sangat terbatas” mereka juga lupa kemampuan dan kewenangan kalau mereka terpilih juga terbatas. Selain itu kemampuan dan kewenangan eksekutif atau legislatif bukan tak terbatas. Barangkali juga disengaja demi untuk mendapatkan suara pemilih timbulah seribu janji muluk-muluk yang tidak rasional dan tidak mungkin dilaksanakan. Barangkali juga mereka hanya mampu berjanji.&lt;br /&gt;Setalah mereka terpilih sampai seratus hari menikmati masa kemesraan dapat ucapan selamat dari sana sini, para pihak yang akan membutuhkan jasanya mulai mendekat, ia seperti diatas angin. Namun kemesraan itu akan cepat berlalu, setelah rakyat menuntut janji-janji pemilu atau pilkada. Para demonstran silih bergati menjambangi kantornya, polisi dan satpol PP mendapat pekerjaan tambahan, korban pertama adalah pintu gerbang kantor rusak karena digoyang oleh demontran dan satpol PP.  Kasihan pada pintu gerbang yang tidak bersalah. &lt;br /&gt;Biasanya mereka dengan mudah berkomunikasi dengan masyarakat menjelang pemilu atau pilkada sekarang menjauh, seolah-olah takut bertemu dengan rakyat, bahkan kerumah ibadahpun sudah mulai jarang, hidup mulai sempit, mau tenang pergi ke tempat orang yang tidak mengenalnya keluar negeri atau keluar daerah. Sehingga banyak pejabat daerah sering ke Jakarta.&lt;br /&gt;Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. Barangkali atau sebaiknya sebelum menjadi kandidat mereka mempelajari terlebih dahulu dengan seksama lembaga yang akan dimasukinya. Batasan-batasan kemampuan dan kewenangan dari lembaga tersebut, aturan-aturan apa yang harus dikutinya, sehingga janji yang disampaikan lebih rasional, dan rakyat tidak menuntut macam-macam, karena tidak ada janji macam-macam pula.&lt;br /&gt;Celakanya karena bagi kepala eksekutif, karena banyak janji kepada rakyat, tidak tahu dari mana memulai melaksanakan janji, maka mulai program trobosan, padahal terabasan, program populer sesaat seringkali diluar sistem. Sehingga program kabupaten / kota tidak singkron dengan program provinsi, program provinsi tidak singkron dengan program nasional. Terbit perda-perda aneh yang tidak singkron dengan undang-undang atau produk hukum lainnya.&lt;br /&gt;Hasilnya pembangunan berlari ditempat, arang habis besi binasa, orang miskin tetap miskin, orang kata bertambah kaya, dana daerah disimpan di SBI, bukan untuk membangun.&lt;br /&gt;Sesudah itu rakyat menuntut lagi dicari langkah mengelak yaitu mencari kambing hitam diluar dirinya atau diluar lembaganya. Kalau tidak ada yang dikambing hitamkan pihak lain, maka alam dikambing hitamkan apakah itu cuaca, maupun bencana. &lt;br /&gt;Terakhir teringat lagi sebuah syair lagu “nasib ya nasib mengapa jadi begini ?”&lt;br /&gt;Jambi, 04/01/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-2856157008913134736?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/2856157008913134736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/tinggi-gunung-seribu-janji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2856157008913134736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/2856157008913134736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/tinggi-gunung-seribu-janji.html' title='TINGGI GUNUNG SERIBU JANJI'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-841515215943668880</id><published>2009-01-04T04:36:00.000+07:00</published><updated>2009-01-04T04:39:23.303+07:00</updated><title type='text'>HARMONI DALAM PERBEDAAN</title><content type='html'>Tuhan mentakdirkan adanya perbedaan, perbedaan tempat di muka bumi, menjadikan perbedaan jenis tanah dan iklim yang menyebabkan berbeda komoditi unggulan dimasing-masing tempat yang kemudian terjadi perdagangan antar daerah, terjadi industri pengolahan sehingga hasil pertanian bisa lebih tahan lama untuk diperdagangan ketempat yang jauh, terjadi proses nilai tambah, perbedaan mata pencaharian dan profesi, sehingga manusi saling membutuhkan sesamanya dan terjadi dinamika hidup.&lt;br /&gt;Manusiapun ditakdirkan berbeda secara individu secara genetis dan sosial, hampir tidak ada manusia yang betul-betul sama kendati ia dilahirkan dengan kembar identik. Manusia memiliki sidik jari, suara, bentuk, rupa dan lain tidak ada yang sama. Dengan ketidaksamaan itu setiap manusia unik, khas. Dengan keunikan itu kalau berhadapan dengan manusia juga perlakuannya khusus. Manusia diberi nama, dengan nama mempermudah berkomunikasi dan mengidentifikasinya.&lt;br /&gt;Manusia dan binatang diberi kelamin, wanita dan pria. Hewan juga begitu, masing masing kelompok membutuhkan. Apa jadinya kalau manusia hanya satu kelamin saja. Wanita tidak akan membutuhkan pria dan begitu pula sebaliknya. Dengan saling membutuhkan terjadilah harmoni dalam hidup.&lt;br /&gt;Binatang kadang kala dianggap sama, sama bentuk, rupa dan suaranya. Tidak demikian menurut peternak. Seorang peternak sapi yang memeiliki sapi ratusan ekor ia mampu mengidentifikasi ternaknya.&lt;br /&gt;Kita perhatikan lingkungan kita, hewan termasuk manusia mengeluarkan CO2 waktu bernafas, sebaliknya tumbuhan menyerap CO2 dan mengeluarkan 02 yang dibutuhkan manusia.&lt;br /&gt;Menusia butuh hewan dan tanaman untuk kelangsungan hidupnya baik untuk pangan, maupun untuk sandang dan perumahan. Sebenarnya mereka butuh manusia untuk memenje mereka agar mereka lestari dalam hidup ini.&lt;br /&gt;Georafis yang berbeda dipermukaan bumi yang bulat ini, untuk terjadi perbedaan dan agar dengan perbedaan itu akan saling membutuh-kan. Kalau keadaan geografis sama, produk yang dihasilkan akan sama, siapa lagi yang memproduksi, tidak perlu distribusi. Produksi dendiri konsumsi sendiri.&lt;br /&gt;Ada dataran tinggi yang menghasilkan komoditi tertentu, ada dataran rendah dan pantai menghasikan pula komoditi tertentu, laut dan sungai menghasilkan produk perikanan. Untuk manusia saling membutuhkan. Pepatah mengatakan ikan dilaut, asam digunung bertemu dalam belanga, semuanya untuk manusia. Rasa yang berbeda diramu dalam satu masakan oleh orang yang bijak dalam mengharmonikan rasa akan menjadi hidangan yang sedap.&lt;br /&gt;Dalam harmoni tidak berarti harus sama. Pada makanan misalnya, tidak perlu bumbu sama dengan bahan pokoknya, tetapi bumbu kendati sedikit sangat diperlukan dalam masakan. Bayangkan dalam suatu hidangan tidak ada garam, kendati kebutuhan terhadap garam tersebut tidak sebanya ikan atau daging. Hidangan tanpa garam akan jadi hambar dan tidak mengairahkan untuk disantap. Kendati garam kaum minoritas tetap dibutuhkan.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sosial juga demikian. Status sosial dan profesi manusia berbeda-beda. Tidak ada profesi yang satu lebih hina dari yang lain. Bayangkan kalau tidak ada petani yang bermandikan lumpur dan keringat untuk menghasilkan pangan para orang kaya, konglomerat, pejabat tinggi, pakar sekalipun tidak akan makan dan akhirnya mati.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan tukang angkat, apakah semua orang bisa mengangkat barang sendirian. Tentu saja tidak. Bayangkan tidak ada petugas kebersihan yang bersedia mengumpulkan sampah yang berserakan dan diproduksi oleh semua rumah tangga. Satu minggu saja kalau itu terjadi di Jakarta, Jakarta akan kotor dan bau busuk menyengat dimana-mana, tikus dan lalat berkeliaran sampai kamar tidur dan ruang makan. Hidup menjadi tidak nyaman. Apa pun profesi tukang sampah yang sering dilecehkan, sangat dibutuhkan dalam hidup. Kalau mau hidup harmoni danbahagia jangan lecehkan apapun profesinya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan profesi penjahat misalnya, apa juga dibutuhkan. Dengan adanya penjahat, manusia jadi waspada dalam hidup, untuk memberi rasa aman dibutuhkan peralatan seperti pagar, pintu, kunci-kunci, alarm dan sebagainya dan berkembang pula industri alat kemanan tersebut, menyerap tenaga kerja dan memeberi kehidupan bagi orang lain baik di industri, distrubusasi, jasa pertukangan. Timbul pula profesi seperti satuan pengamana, pengawal pribadi, polisi, jaksa, hakim, sipir penjara, pengcara dan lain sebagainya. Adanya orang jahat sekalipun membuat dunia ini jadi dinamis.&lt;br /&gt;Ada kaya ada miskin, yang kaya suka melecehkan yang miskin, coba dibayangkan semua orang sama kayanya, atau sama miskinnya, maka akan terjadi hidup sangat individual. Orang miskin punya kelebihan seperti tenaga dan mau mengerjakan pekerjaan apa saja. Yang kaya punya kelebihan ada uang yang bisa membelanjakan uangnya untuk apa saja, mereka saling membutuhkan dan bisa menciptakan keharmonisan. Kelebihan di masing-masing pihak menjadi ladang amal juga untuk akhirat.&lt;br /&gt;Imajinasi kita layangkan apabila setiap manusia tiba-tiba punya kepandaian dan kepintaran yang sama, baik sama-sama pintar atau sama sama bodoh, sama-sama tahu, sama-sama bisa. Maka tida ada guru, dosen, pembimbing, instruktur, peneliti, penulis. Tidak ada pula lembaga penelitian, pendidikan, komunikasi informasi. Apa pula jadinya dunia dan kehidupan ini, pasti tidak enak. Orang bodoh dibutuhkan orang pandai untuk diajarnya, sebaliknya orang bodoh membutuh-kan orang pandai untuk mengajar atau membimbingnya. Ada harmoni dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Orang tidak pernah sakit, atau orang sakit-sakitan saja. Orang tidak pernah sakit profesi dokter, perawat, apaoteker, dukun tidak dibutuhkan, klinik pengobatan, rumah sakit, apotek, laboratorium kesehatan, industri obat, pedagang obat, fakultas kedoteran, farmasi bubar jalan. Terjadi pengangguran, orang sakit saja memberi kehidupa pada yang lain.&lt;br /&gt;Rambut sama hitam, pendapat berbeda-beda, sesuatu yang harus diterima dalam kehidupan dan akan selalu ada. Perbedaan itu timbul karena beda ilmu pengetahuan, pengalaman, ideologi, tujuan hidup, kepentingan dan lingkungan. Perbedaan itu diperlukan untuk saling mengisi kekurangan, maka perbedaan itu menjadi hikma. Tetapi perbedaan itu tidak disikapi dengan baik perbedaan itu akan menjadi petaka. Kuncinya mau mendengan, memahami perbedaan, mementing orang banyak dari diri sendiri, cari titik temu dari perbedaan dengan kepala dingin, mengemukakan kebaikan bersama dan mau mengalah untuk kebaikan bersama dan adanya keikhlasan.&lt;br /&gt;Apapun profesi dibutuhkan oleh manusia. Kaya miskin, kuat lemah, sakit senang, pintar bodoh sesuatu yang relatif, maka ia akan tetap ada. Relatifitas itu membuat kehidupan. Kata kuncinya sadari kita saling membutuhkan, maka saling menghargai, berikan sesuatu pada yang lain, sehingga mereka hidup layak, kendati miskin.&lt;br /&gt;Perbedaan akan saling mengenal, membantu, memberikan kehidupan, dan dianmika hidup. Perbedaan yang disikapi dengan sikap positif perbedaan akan menjadi harmoni kehidupan yang dinamis.&lt;br /&gt;Berbeda bunyi dan nada bila dikelola dengan baik akan menghasilkan simpfoni yang indah. Berbeda rasa bila dikelola dengan baik menghasilkan hidang yang sedap. Berbeda pendapat bila dikelola dengan baik akan menjadi dinamik dan menemukan sesuatu yang lebih baik yaitu kemajuan bersama&lt;br /&gt;Perbeda yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan centang-perenang dan bahkan mala petaka. Kelola perbedan, manage konflik dengan baik, hidup akan harmoni dan penuh rahmat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-841515215943668880?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/841515215943668880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/harmoni-dalam-perbedaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/841515215943668880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/841515215943668880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/harmoni-dalam-perbedaan.html' title='HARMONI DALAM PERBEDAAN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-7272785384903123139</id><published>2009-01-04T04:30:00.000+07:00</published><updated>2009-01-04T04:31:25.755+07:00</updated><title type='text'>KOORDINASI PEMERINTAH SEMAKIN SULIT</title><content type='html'>Kordinasi kata-kata indah yang semakin hari semakin indah untuk dikatakan sementara pejabat, tatapi semakin pahit saja untuk dilaksanakan dan semakin jauh dari harapan orang banyak.&lt;br /&gt;Masalah di dunia modern ini semakin kompleks, tidak ada masalah yang dapat diselesaikan oleh satu orang atau satu institusi, masalah yang timbul saling kait mengkait sesuatu hal dengan hal yang lain, antara satu institusi denga institusi, antara satu wilayah dengan wilayah yang lain, antar suatu negara dengan negara lain. Oleh sebab itu kalau ada suatu masalah, untuk menyelesaikan harus ada satu komitmen semua stake-holder.&lt;br /&gt;Komitmen tidak akan timbul begitu saja tanpa menyadari masalah yang timbul itu hanya dapat diselesai secara besama-sama tentu dengan bekerjasama, bukan oleh satu orang atau satu institusi. Kalau berpikiran demikian akan hilang ego-sektoral, ego-kelembagaan, ego-wilayah, ego-pusat-daerah serta ego-ego yang lain.&lt;br /&gt;Bangsa atau negara Indonesia adalah bangsa atau negara yang besar, masalah negara ini tidak bisa diselesaikan oleh segelintir orang, pemerintah, atau oleh yang lainnya, harus diselesaikan bersama dengan semua stake-holder, bersama kita bisa itu yang dikatakan SBY, itu filsafat usang nenek moyang dengan filsafat sapu lidinya, dan itu yang ditinggalkan oleh bangsa ini, oleh para pejabat, oleh masyarakat, dunia usaha, elit politik dan elit-elit lainnya, sehingga bangsa ini semakin jauh dari bangkit dari ketepurukan.&lt;br /&gt;Kembali pada koordinasi, koordinasi akan timbul dari komunikasi positif antara para pihak atau stake-holder, komunikasi positif akan mecari titik temu dari perbedaan, perbedaan menjadi hikmah, perbedaan menimbulkan kreativitas, yang mengarah pada visi yang sama, untuk menyelesaikan masalah yang timbul, masalah bersama. Kalau sudah berprinsip demikian akan terjadi keterbukaan, keterbukaan menimbulkan kepercayaan yang akan bermuara pada komitmen bersama, kepentingan yang lebih tinggi dari kepentingan diri sendiri, kelompok, sekto, wilayah dan seterusnya.&lt;br /&gt;Sulitnya koordinasi dewasa ini karena tidak adanya keterbukaan karena ada hal yang disembunyikan pada pihak lain, timbul komunikasi kecurigaan, dilanjukan dengan komitmen palsu, yang bermuara pada kordinasi semu (pseudo-cordinating) atau koordinasi dimulut atau diatas kertas saja, tetapi tidak dalam aksi nyata.&lt;br /&gt;Ketidak keterbukaan sesuatu karena ada yang harus ditutup-tutupi, jangan diketahui orang lain. Yang ditutupi itu cendrung yang kurang baik kalau diketahui orang. Kalau itu perhiasan yang bagus, pasti dipamerkan pada orang lain, tapi kalau bangkai pasti ditutup, ini kecendrungan yang terjadi sekarang, sehingga kordinasi sulit diwujudkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-7272785384903123139?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/7272785384903123139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/koordinasi-pemerintah-semakin-sulit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/7272785384903123139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/7272785384903123139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2009/01/koordinasi-pemerintah-semakin-sulit.html' title='KOORDINASI PEMERINTAH SEMAKIN SULIT'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-3787266522826416808</id><published>2008-11-02T22:51:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T22:53:49.593+07:00</updated><title type='text'>FLUKTUATIF HARGA HASIL PERTANIAN</title><content type='html'>Dewasa ini terjadi penurunan dengan sangat tajam harga komoditi pertanian, baik di pasar global, nasional maupun lokal. Hampir semua harga komoditi terjadi penurunan harga yang sangat tajam, terutama hasil perkebunan dengan tujuan pasar luar negeri seperti sawit (CPO), karet, kopi, cassiavera dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Fluktuatif harga hasil pertanian merupakan hal yang lazim terjadi, karena itu untuk memahami keadaan tersebut ada suatu disiplin ilmu, yakni ilmu ekonomi pertanian, pemasaran hasil pertanian dan turunanannya, namun tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan disiplin ilmu lain.&lt;br /&gt;Terjadinya fluktuatif hasil pertanian tersebut karena banyak parameter yang bermain, sebagian diantaranya tidak dapat dikendalikan oleh manusia, apa lagi oleh pemerintah dan petani sendiri. Parameter tersebut antara lain produksi, iklim, komoditi substitusi, perkembangan ekonomi global dan nasional, dinamika pasar, spikulan di pasar berjangka, jumlah petani yang sangat banyak, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Produksi hasil pertanian tidak bisa stabil, karena dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Pemanasan global yang menyebabkan terjadi perubahan pola iklim global dan cuaca lokal, sehingga bisa mengganggu produksi. Akhir-akhir ini terjadi perubahan iklim dan semakin sulit untuk diprakiraan, sehingga produksi hasil pertanian sulit pula untuk diramal. Pada tahun 2007 terjadi iklim yang kurang bersahabat, turun produksi pertanian, sehingga harga melambung, sebaliknya pada tahun 2008 iklim sangat baik, sehingga produksi melonjak, dan harga tertekan.&lt;br /&gt;Alasan diatas, tidak cukup. Akhir-akhir ini, produk pertanian tidak saja digunakan untuk pangan dan industri konvensional, tetapi juga digunakan sebagai bahan bakar, seperti CPO dan kedele untuk bio-solar, jagung untuk bio-etanol. Keadaan yang kurang aman di Timur Tengah, menyebabkan suplai minyak bumi (crude-oil) terganggu, sehingga harga bahan bakar fosil mejadi melambung, CPO, kedele dan jagung diolah menjadi bio-energy, harga komoditi utama dan substitusinya juga melambung tinggi, sampai pakan dan produk ternak juga melambung.&lt;br /&gt;Awal dari krisis finansial di Amerika Seraikat akhir tahun 2007, para fund-manager di AS yang biasa bermain di pasar saham dan pasar valuta, bermain di pasar komoditi sehingga harga minyak bumi dan harga komoditi termasuk hasil pertanian juga melambung. Sebaliknya pada pertengahan 2008, produksi pertanian meningkat, suplai minyak bumi tidak terganggu, batu bara sebagai sumber energi alternatif produksinya meningkat, para fund-manager melepas komoditinya dipasar future, akhirnya harga komoditi pertanian terjun bebas, juga harga bahan bakar minyak, gas dan batu bara.&lt;br /&gt;Tidak cukup itu alasanya. Harga bahan bakar yang tinggi, harga pokok hasil industri dan biaya trasnsportasi menjadi tinggi, sehingga turun permintaan dipasar, industri mengurangi produksi, terjadinya pengurangan tenaga kerja, sehingga daya belipun bertambah tertekan. Harga BBM yang sangat tinggi, penggunaan kendaraan pribadi terutama dinegara yang tidak memberikan subsidi untuk BBM. Sehingga permintaan terhadap energi-fosil, bio-energi, karet dan lain-lain menjadi sangat berkurang dan tentu, harganya tertekan pula.&lt;br /&gt;Perubahan nilai tukar mata uang juga akan mempengaruhi harga hasil pertanian, terutama untuk komoditi yang masuk pasar global, baik ekspor maupun impor, tingkat suku bunga juga akan mempengaruhi, jadi bukan sektor riil saja yang mempengaruhi harga sektor finansial dan moneter juga mempengaruhi harga hasil pertanian.&lt;br /&gt;Pada produk pertanian tahunan atau tanaman semusim, juga terjadi fluktuatif produksi, bila harga yang tinggi, mendorong petani menanam komoditi tersebut lebih banyak, musim berikutnya terjadi kelebihan pasokan di pasar dan harga turun, kemudian waktu harga rendah, petani kurang tertarik menanam, musim berikutnya suplai berkurang, harga melambung. Secara ekstrim bisa terlihat pada tanaman cabe, bawang, sayur, palawija. Pengaturan pola tanam untuk solusinya tidak akan pernah bisa diwujudkan.&lt;br /&gt;Kalau demikian solusinya adalah atur suplai, minyak bumi bisa diatur pasokan oleh OPEC, namun sering tidak efektif, apalagi hasil pertanian, disamping produsennya yang luar bisa banyaknya yang terseber diberbagai daerah, wilayah dan negara. Sifat proses produksi hasil pertanian yang memakan waktu bertahun-tahun untuk tanaman keras seperti sawit, karet, kopi, coklat dan lain-lain serta tanaman tahunan atau atau tamaman semusim seperti padi, jagung, kedele, dan lain lain juga membutuhkan waktu berbulan-bulan dalam proses produksi. Semuanya tidak mungkin dihentikan, kalau dihentikan pemerintah mana yang mampu untuk mengganti kerugian petani, dan lembaga internasional mana yang bersedia dan mampu, pasti tidak ada.&lt;br /&gt;Analisa-analisa diatas masih belum cukup, banyak hal lain yang perlu dikaji, kalau dikaji terus tidak pernah akan selasai, karana banyak fakto, dan faktor-faktor itu tidak berdiri sendiri, tetapi saling mengkait dan saling mempengaruhi. Oleh sebab itu agar dapat lebih komprihensif berbagai ahli duduk bersama untuk diskusi.&lt;br /&gt;Pasar tidak biasa dikendalikan, produksi juga tidak bisa dikendalikan, makan harga hasil pertanian akan tetap berfluktuasi sesuai dengan mekanisme pasar global dan nasional.&lt;br /&gt;Negara atau pemerintah untuk mengurangi resiko flutuatif harga komoditi pertanian itu mengambil kebijaksanaan tarif (pajak ekspor dan impor), kebijaksanaan non tarif yang tidak bertentangan kesepakatan internasional, seperti memberikan subsidi kepada petani untuk komoditi tertentu, kemudahan kredit dengan bunga murah, pengendalian impor komoditi tertentu dengan alasan lingkungan, kesehatan, pembatasan pelabuhan impor, importir atau eksportir terdaftar, standar mutu, karantina dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Bagi petani untuk mengurangi resiko, dengan usaha tani poly-culture atau penganeka ragaman usaha atau komoditi, seperti satu keluarga petani atau satu unit usaha tani tidak hanya mengusahakan satu komoditi, tetapi beraneka ragam, petani karet atau sawit juga berternak, tani pangan, usaha perikanan. Sehingga satu komoditi harganya jatuh, ada usaha tani lain yang menopang ekonomi keluar atau usaha tani.&lt;br /&gt;Ganjang ganjing ekonnomi global sekarang ini apa yang akan terjadi pada minggu, bulan atau tahun depan, analis ekonomi pertanian mungkin bisa melakukan membuat berbagai alternatif kemungkinan yang akan terjadi, sehingga pemerintah dan petani atau orang-orang yang bergerak pada bisnis pertanian bisa waspada dan mengambil sikap dengan resiko yang minimal, dan tidak terdadak. Tetapi pakar yang mau untuk itu dan terpublikasi masih langkah, yang banyak mengkritik apa yang sudah terjadi dan mencari kesalahan diluar dirinya atau lembaga tempat mereka bernaung, tidak melihat keadaan secara proaktif, nasib (Jambi, 31 Agustus 2008)&lt;br /&gt;dasrildaniel@yahoo.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-3787266522826416808?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/3787266522826416808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/11/fluktuatif-harga-hasil-pertanian.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3787266522826416808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/3787266522826416808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/11/fluktuatif-harga-hasil-pertanian.html' title='FLUKTUATIF HARGA HASIL PERTANIAN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-4845670495715656641</id><published>2008-10-19T19:51:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T19:52:08.335+07:00</updated><title type='text'>RESESI EKONOMI GLOBAL</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Terjadinya resesi ekonomi global yang dipicu oleh jatuhnya ekonomi negara raksasa Amerika Serikat sudah semakin terasa pada perkembangan ekonomi global, seperti ditandai dengan turunnya indek saham di berbagai negara, tingkat inflasi yang tinggi, menurunnya berbagai harga komoditi ekspor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Mau tidak mau, suka tidak suka akan dirasasakan oleh &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, karena &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; menganut ekonomi terbuka, terjadinya mutasi uang dan barang yang bebas antara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan negara lain. Tanda-tanda awal sudah dirasakan, yakni turunnya indeks saham di Bursa Indonesia, turunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, turunnya mendadaknya dan sangat besar harga komoditi utama seperti CPO, karet, hasil tambang, minyak bumi dan mungkin akan diikuti oleh turunnya cadangan devisa, meningkatnya suku bunga kredit, berkurangnya masuk investor asing, menurunnya pertumbuhan ekonomi, bertambahnya pengangguran, serta dampak lain yang serba tidak mengenakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Masalah ekonomi, tidak masalah tunggal tetapi masalah multi dimensi dan dimensi sangat banyak, baik penyebab, akibat dan solusinya. Sehingga bisa menjadi lahan yang sangat luas pula untuk diperdebat dan saling menyalahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kita sudah belajar dari resesi ekonomi regional pada tahun 1998, Indonesia adalah negara yang paling lama keluar dari resesi ekonomi dibanding berbagai negara lainnya seperti Korea Selatan, Vietnam, Malaysia, Thailand dan lain-lain. Salah satu penyebabnya karena di negeri ini resesi lebih diantisipasi dengan saling menyalahkan oleh para elite, tetapi kurang berbuat. Biasa kita NATO (&lt;i style=""&gt; no action talk only&lt;/i&gt;). Kalau terjadi resesi lagi pada tahun 2008 atau 2009 ini apakah kita akan saling menyalahkan dan tidak berbuat, atau kita akan terjatuh pada lubang yang sama pada tahun ini, kita tunggu reaksi para elite kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kalau diperhatikan keadaan bangsa saat ini menjelang pemilu legislatif dan presiden tahun 2009, sangat dan sangat memungkinkan resesi ekonomi dimanfaatkan sebagai wahana untuk saling menyalahkan. Tanda-tanda awal akan hal ini sudah terlihat dengan statemen-statemen di media, kendati kadarnya masih rendah dan masih dengan menggunakan bahasa yang santun dan belum membingungkan masyarakat maupun dunia usaha. Kalau statemen itu sudah berdampak membingungkan masyarakat dan dunia usaha dampak resesi ekonomi global akan lebih parah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Masalah ekonomi global bukan hal yang tabu untuk diperdebatkan, kita negara demokrasi dan “bebas berpendapat” siapapun yang berpendapat melalui media apa saja tidak akan dilarang polisi. Namun berpendapat disembarang tempat, media dan suasana, hasilnya bisa tidak seperti yang diharapan, termasuk pilihan kata yang digunakan. Perdebatan masalah resesi ekonomi global, dampaknya terhadap ekonomi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; serta antisipasinya ada yang pantas di perdebatkan di ruang seminar, rapat dinas, rapat parlemen dan media, tidak semua tataran elok diperdebatkan dimedia yang akan menyebabkan masyarakat dan dunia usaha bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Lihat masalah resesi ekonomi global, dampak terhadap ekonomi nasional dan daerah, solusi antisipasinya sehingga ekonomi kita tidak tambah hancur secara menyeluruh dan tidak sepotong-sepotong yang membukan peluang saling menyalahkan, sabar berbuat dan berdoa. Jangan habiskan energi untuk saling menyalahkan kendati sedang menghadapi pemilu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Siapapun yang berkuasa, kalau hobi saling menyalahkan dilanjutkan, siapapun yang berkuasa, siapapun yang menjadi presiden atau kepala daerah, siapapun partai yang berkuasa tidak akan nyaman, pemerintah tidak akan berwibawa, kebijaksanaan pemerintah yang baikpun akan ada yang menyalahkan, tidak tercipta pemerintah yang kuat, rakyat akan morat-marit, ekonomi hancur, semua akan tambah sengsara. Hal ini tentu tadak diaharap oleh semua kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Resesi ekonomi harus diahadapi dengan (a) meningkatkan efisiensi disektor pemerintah dan dunia usaha. (b) menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi dunia usaha sehingga ia dapat bekerja lebih efisien lagi. (c) mengerakan investasi lokal dan nasional, karena investasi asing sulit diharapkan. (d) meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri, karena pasar ekspor terganggu dan untuk mengurangi penggunaan devisa. (e) mengurangi kebinguan masyarakat dan dunia usaha, sehingga mereka dengan penuh keyakinan menggerakan usahanya. (f) meningkatkan kreatifitas pemerintah dan dunia usaha mencari alternatif solusi. (g) kurangi hobi saling menyalahkan. (h) sabar, istiqamah, berbuat dan berdoa. Semoga bangsa, negara dan daerah kita terhindar dari dampak negatif resesi ekonomi global. Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Jambi, 8 Oktober 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dasril Daniel*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Pengajar pada Sekolah Tinggi Ilmu Politik Nurdin Hamzah Jambi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Diterbitkan oleh Harian Jambi Ekspres 9 Oktober 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-4845670495715656641?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/4845670495715656641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/10/resesi-ekonomi-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4845670495715656641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/4845670495715656641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/10/resesi-ekonomi-global.html' title='RESESI EKONOMI GLOBAL'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-6549132586294375405</id><published>2008-10-19T19:47:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T19:49:10.231+07:00</updated><title type='text'>PROMOSI INVESTASI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyak usaha promosi investasai yang dilakukan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, tetapi hasilnya tidak maksimal, sehingga mengabiskan dana, tenaga dan pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Promosi investasi pada prinsipnya sama dengan promosi produk barang, jasa dan ide. Yaitu memotivasi masyarakat atau dunia usaha memanfaatkan produk barang, jasa dan ide, sehingga memberikan keuntungan produsennya. Promosi yang baik tentu berorientasi pasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Promosi investasi mempunya sifat yang spesifik dibanding dengan promosi produk, terutama konsumennya. Konsumen investasi adalah pengusaha yang mempunyai kelebihan dana untuk ditanamkan modalnya, sangat rasional, motivnya untuk berinvestasi hanya untuk mendapat keuntungan dari modal yang ditanamnya tersebut dalam waktu secepat mungkin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Promosi investasi dapat dibagi dua kelompok, yakni investasi fortofolio atau jasa keuangan dan promosi sektor riil. Kedua kelompok ini dalam melakukan promosi juga spesifik. Pada tulisan ini akan diuraikan promosi investasi sektor riil seperti usaha dibidang agribisnis, pertambangan, industri, dagang, usaha jasa dan usaha lainnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Promosi sektor riil ini umumnya dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, disamping itu juga dilakukan dunia usaha untuk mencari mitra strategi dalam pengembangan usahanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bergerak dari kaidah, promosi berorientasi pasar, investasi atau potensi investasi yang dipromosikan tersebut harus diyakini memenuhi kebutuhan informasi calon investor dan dikemudian hari akan memberikan keuntungan bagi calon investor, oleh sebab itu dalam promosi investasi, potensi investasi yang yang diinformasikan itu sesuai dengan keadaan dilapangan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Informasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang disampaikan bisa dalam bentuk tulisan, angka atau gambar atau peta, karena informasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan awal bagi mereka untuk menyusun kajian kelayakan (&lt;i style=""&gt;feasibility study&lt;/i&gt;). Tentu saja informasi yang disajikan telah memperlihatkan gambaran kasar mereka akan mendapat keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Secara umum informasi yang dibutuhkan tersebut antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lokasi calon investasi dan ketersediaan lahan, terutama untuk sektor pertanian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketersediaan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, komunikasi, ketersedian tenaga listrik, air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Izin-izin yang dibutuhkan, prosedur mendapatkan izin dan lembaga-lembaga penerbit izin, persyaratan perizinan dan kepastian izin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Undang-undang dan peraturan yang terkait termasuk peraturan pemerintah pusat dan peraturan pemerintah daerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kondisi ekonomi makro dan keadaan sosial politik disekitar lokasi, informasi tersebut memberikan gambaran situasi disekitar lokasi berinvestasi, kalau mereka berinvestasi akan aman dan nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketersediaan tenaga kerja lokal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudahan-kemudahan yang deberikan oleh pemerintah kepada calon investor, terutama yang akan dipacu investasinya (sejenis &lt;i style=""&gt;tax holiday&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Atraktif, menarik perhatian tetapi informasi yang diberikan tersebut jujur sesuai kondisi nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lain-lain disesuaikan dengan investrasi yang dipromosikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Media komunikasi yang digunakan dalam promosi juga beragam, seperti leafleat, booklet, pertemuan tatap muka (sejenis seminar), &lt;i style=""&gt;Compact disk&lt;/i&gt;, media cetak, dan elektoronik, promosi langsung (sejenis &lt;i style=""&gt;direct seling&lt;/i&gt;)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan internet (&lt;i style=""&gt;web&lt;/i&gt;). Media komunikasi atau media promosi tersebut tidak akan berdiri sendiri, karena ada saja informasi tambahan yang dibutuhkan oleh calon investor, oleh sebab itu dibuka &lt;i style=""&gt;line e-mail&lt;/i&gt;, telpon dengan personil yang menangani promosi investasi (sejenis &lt;i style=""&gt;product public relation&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;customers services&lt;/i&gt;, sehingga dapat mengkomunikasikan informasi tambahan yang dibutuhkan calon investor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Promosi investasi yang ditujukan untuk calon investor lokal dan nasional cukup menggunakan bahasa Indonesia, tetapi untuk target promosi investasi untuk calon investor asing sekurangnya menggunakan bagasa Inggeris atau dua bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertanyaan lembaga apa yang bertanggung jawab mempromosi investasi: secara spesifik, tentu Badan Kordinasi Penananm Modal, baik pusat maupun daerah, tetapi lembaga sektoral juga berkewajiban mempromosikan investasi, KADIN dan assosiasi dan himpunan dunia usaha perlu melakukan promosi investasi, termasuk perwakilan luar negeri seperti kedutaan besar, konsul jenderal, konsul, Indonesia Trade Promotion Center, atau perwakilan dagang Indonesia di Negara tertentu (Taiwan). Untuk lembaga di luar negeri, tentu perlu masukan dari BKPM dan BKPMD provinsi dan kabupaten/kota. Kemudahan yang diberikan oleh system internet akan dapat digunakan, dengan memperkenalkan situs kepada mereka, sehingga dapat dibukanya kapan ia memerlukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Promosi yang berhasil dewasa ini kalau dengan pendekatan “&lt;i style=""&gt;Integrated Marketing Communication”&lt;/i&gt;, terintegrasi semenjak perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian, terintegrasi dengan semua lembaga terkait, terintegrasi media komunikasi yang digunakan, terintegrasi antara tingkat pemerintahan (pusat daerah) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan proaktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perlu diingat, yang berupaya menarik investor adalah semua negara, semua provinsi, dan semua kabupaten/kota, jadi terjadi persaingan yang cukup ketat. Negara atau wilayah yang berdaya saing tinggi, kesana investasi mengarah. Daerah yang berdaya saing daerah yang dapat memberikan biaya investasi rendah, transparan dan pelayanan birokrasi cepat, efektif dan efisien, kondisi social politik dan keamanan yang kondusif, dan tersedianya infrastruktur ekonomi yang memadai dan akan mendatangkan keuntungan yang paling besar bagi investor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Promosi investasi yang berhasil kalau promosi itu focus, terintegrasi, dan didukung oleh data-base yang lengkap. Kalau sudah bicara data, ini sangat sulit disajikan oleh birokrasi, karena kurang perhatian pejabat dan pelaksana yang bertanggung jawab, disamping kurangya dana dan personil yang terampil dalam pengumpulan, pengolahan, analisa dan deseminasi data.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adanya investasi di suatu Negara atau daerah merupakan kebutuhan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja dan lapangan usaha. Kita tidak perlu alergi dengan investasi asing, namun investasi asing baik bila lapangan usaha tersebut belum mampu dilakukan oleh investor local atau nasional baik karena ketinggian teknologi atau besarnya dana investasi, atau sebagai jembatan masuk pasar global. Sepanjang memungkinkan dilakukan oleh investor lokal atau nasional, sebaiknya diperuntukan untuk mereka, dan dimasukan dalam negative list investasi untuk memberikan kepastian investasi bagi dunia usaha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selama ini promosi investasi ditujukan untuk usaha besar atau dikenal dengan PMA dan PMDN. Sedangkan untuk usaha kecil menengah agak terbaikan, barangkali dengan semangat kebangkitan nasional, semangat undang-undang penanaman modal yang baru, serta mengerakan ekonomi kerakyatan, promosi investasi untuk mereka perlu lebih diperhatikan mulai dari sekarang, sehingga tercipta pemerataan investasi. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dasril Daniel&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengajar pada Sekolah Tinggi Ilmu Politik &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-6549132586294375405?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/6549132586294375405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/10/promosi-investasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6549132586294375405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6549132586294375405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/10/promosi-investasi.html' title='PROMOSI INVESTASI'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-6856675400693542437</id><published>2008-09-29T17:15:00.000+07:00</published><updated>2008-09-29T17:17:59.019+07:00</updated><title type='text'>Pembangunan Pedesaan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sudah seratus tahun kebangkitan bangsa, lebih enam puluh tahun merdeka dan empat puluh tahun program pembangunan nasional, tetapi masih ada desa tertinggal dan terpencil, desa nelayan miskin, petani miskin, pulau terpencil yang belum dimanfaatkan, orang miskin perkotaan dan cerita sedih lainnya. Apa yang salah pada pembangunan selama ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebaliknya ibukota negara, propinsi, kabupaten, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; gemerlap dengan gedung tinggi, jalan mulus, dengan berbagai taman dan tempat hiburan. Dibalik yang gemerlap itu ada tunawisma, pengangguran, pekerja informal yang kadang makan kadang tidak. Mengapa hal itu terjadi ? pertanyaan itu tidak mudah untuk dijawab, banyak argumen yang bisa dikemukakan, tetapi ada solusinya. Pulang kepada kita, mau atau tidak berupaya ke arah yang lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Salah satu penyebab terjadinya keadaan di atas adalah terabaikan pembangunan pedesaan, semakin jauh dari pusat pemerintahan, semakin terabaikan pula pembangunannya, selama ini berkutat pembangunan di pusat pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ahli pembangunan pedesaan mengatakan, membangun yang bergerak dari &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pedesaan yang jauh, pembanguan tidak akan pernah sampai kedesa pinggiran dan terpencil, masalah desa mengalir ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Kalau pembangunan yang mulai dari desa yang terjauh, &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; akan bangun sendiri, karena hasil pembangunan desa mengalir ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Ini mungkin kelupaan selama ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Masalah pokok pembangunan pedesaan adalah aksesibilitas ke desa, sehingga ekonomi pedesaan jadi tertekan dan sulit bertumbuh, sehingga menciptakan kemiskinan di pedesaan. Hasil produksi masyarakat desa seperti hasil pertanian, peternakan, perikanan dan hasil hutan ikutan sulit dipasarkan dan harganya rendah, sebaliknya harga kebutuhan masyarakat yang tidak dapat diproduksi oleh masyarakat desa harganya sangat mahal, dan tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aksesibilitas transportasi yang sulit tersebut, maka program pembangunan yang lain sulit masuk, karena biaya yang tinggi, memerlukan waktu yang lama dalam perjalanan, dan pejabat atau petugas enggan ke desa yang jauh karena melelahkan. Sehingga desa tersebut semakin jauh dari jangkauan pembangunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Akibat dari itu semua, terjadi kemiskinan masyarakat, urbanisasi masyarakat desa ke kota-kota dengan keterampilan orang desa yang agraris, dan tidak dibutuhkan oleh pasaran tenaga kerja kota yang industri dan jasa-jasa, sehingga mereka berusaha disektor informal dan buruh kasar, tidak punya rumah, sehingga menjadi tunawisma dan kembali terjebak pada kemiskinan, kemelaratan dan kesengsaraan. Yang terjadi adalah pemindahan kemiskinan dari desa ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dengan masalah yang jauh lebih kompleks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kedepan pembangunan pedesaan jauh, terpencil, desa nelayan seharusnya menjadi perhatian dan perioritas utama pemerintah di semua tingkatan, pusat, provinsi dan kabupaten, terutama pemerintah kabupaten bersama DPR Kabupaten sebagai lembaga yang peling bertanggung jawab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perioritas pembangunan pedesaan adalah desa yang jauh dari ibukota kabupaten, terpencil dan biasanya desa miskin atau desa tertinggal. Dari berbagai kegiatan pembangunan yang pertama dan utama adalah membuka aksesibilitas, infrastruktur transportasi seperti jalan dan jembatan, infrastruktur ekonomi pedesaan lainnya, pendidikan dan kesehatan. Sedangkan kegiatan pembangunan lainnya akan mengikut berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aspirasi, kebutuhan dan harapan orang desa jauh, terpencil dan desa miskin sayup-sayup sampai ke pengambil kebijakan di pemerintahan dan DPRD, karena pejabat atau petugas serta anggota DPRD enggan mengunjungi desa terpencil dengan berbagai alasan, walaupun masih ada para Bupati yang bersusah-susah mengunjungi desa terpencil atau desa tertinggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Agar desa jauh, terpencil dan tertinggal dapat lebih diperhatikan, sebaiknya ada lembaga yang membantu gubernur atau bupati dalam menggerakkan pembangunan pedesaan. Kalau tidak ada lembaga permanen, bisa dibentuk tim khusus yang memantau dan mengkordinasikan pembangunan pedesaan dimaksud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bupati dapat saja memberi tugas khusus kepada Kepala SKPD mendampingi beberapa kepala desa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam menggerakkan pembangunan di desa jauh, terpencil dan tertinggal tersebut, disamping membuka aksesibilitas informasi pembangunan dari dan ke desa tersebut, sehingga kepala daerah mengetahui lebih banyak tentang masalah, kebutuhan, harapan dan aspirasi masyarakat desa dan hal-hal yang telah dicapainya. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; kepala SKPD ini sekurangnya sekali enam bulan mengunjungi desa binaannya dan menginap sekurangnya satu malam didesa binaanya untuk dapat merasakan denyut kehidupan riil di desa tersebut dan melaporkannya kepada kepala daerah secara tertulis dan lisan pada rapat kordinasi pembangunan desa jauh, terpencil dan tertinggal dan dicarikan solusi pemecahan masalah. Mungkin para wakil bupati bisa ditugaskan khusus menangani pemabangunan desa jauh, terpencil dan tertinggal ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Agar seimbang selayaknya para anggota DPRD atau DPR rajin-rajin mengunjungi desa jauh, terpencil dan desa tertinggal, sehingga DPRD dan Kepala Daerah satu persepsi dalam menggarap desa-desa dimaksud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Penyebab lain agak terbaikan pembangunan pedesaan ini adalah langkahnya ahli-ahli pembagunan pedesaan yang membantu kepala daerah, baik di BAPPEDA atau di Sekretariat Daerah, dan langkahnya perguruan tinggi yang mencetak S2 atau S3 spesialis pembanguan pedesaan. Untuk penyediaan tenaga ahli ini perlu pula perenungan dan upaya pihak yang terkait. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagi perguruan tinggi mungkin kurang menarik membuka program ini, karena peminatnya terbatas hanya birokrasi, tetapi akan menarik kalau pemda-pemda mengirim pegawainya untukk mengambil spesialis pembangunan pedesaan, dan untuk camat yang akan diangkat diutamakan pegawai yang S2-nya pembangunan pedesaan. Tentu perguruan tinggi negeri yang memungkinkan untuk itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 1cm;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;Dasril Daniel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 1cm;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;Pengajar Pada STIPOL Nurdin Hamzah Jambi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-6856675400693542437?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/6856675400693542437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/09/pembangunan-pedesaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6856675400693542437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6856675400693542437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/09/pembangunan-pedesaan.html' title='Pembangunan Pedesaan'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5472834641928347720.post-6020940094447609756</id><published>2008-09-29T17:09:00.000+07:00</published><updated>2008-09-29T17:14:28.951+07:00</updated><title type='text'>Komunikasi Pemasaran Dalam Pilkada dan Pemilu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Analis politik banyak kecolongan dalam memprakiraan hasil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemilihan kepala daerah (pilkada) akhir-akhir ini, mengapa hal itu terjadi ? ada yang mengatakan politik itu selalu dan cepat berubah, adanya serangan fajar oleh pihak yang menang, pendukung calon tertentu yang kalah tidak terdaftar, tidak ada surat panggilan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), ada “public figur” sebagai calon, atau alasan lain. Alasan mana yang paling tepat belum diketahui karena belum ada kajian yang mendalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kaedah Ilmu Komunikasi Pemasaran (IKP) menjawabnya akan berbeda, ilmu komunikasi pemasaran belum banyak digunkan dalam sosialisi dan kampanye kampanye pilkada dan pemilu selama ini di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam kaidah IKP, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pemilu atau pilkada pada hakikatnya adalah mempromosikan ide/konsep/program bukan hanya memasarkan sekadar figur, tetapi figur yang mau dan mampu melaksanakan program, untuk figur yang mampu melaksanakan program akan dilihat dari jejak karier yang bersangutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Calon pemilih adalah potensi pasar bagi calon atau bakal calon kepala daerah. Dalam pemasaran pasar atau konsumen sekurangnya mempunyai &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;1) kebutuhan, 2) selera dan 3) harapan. Pasar atau masyarakat akan menggunakan suatu produk (dalam hal ini ide/kosep/program) yang akan dapat memenuhi kebutuhan, selera dan harapan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Susatu perusahaan yang akan membuat dan memasarkan suatu produk terlebih dahulu melakukan kajian pasar atau &lt;i style=""&gt;market survey&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;market analisi&lt;/i&gt; untuk mengetahui kebutuhan, selera dan harapan pasar, selanjutnya memutuskan untuk memproduksi suatu produk yang sesuai dengan kebutuhan, selera pasar, serta menyusun konsep promosi untuk produk tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Analogisnya adalah partai pengusung sebelum mengusung suatu calon, terlebih dahulu melakukan pengumpulan data dan informasi dari masyarakat (pasar) apa saja kebutuhan masyarakat, selera yang berkembang, dan harapan dimasa yang akan datang dari masyarakat terhadap seorang kepala daerah. Bertitik tolak itulah diformulasi visi, misi, strategi dan program yang berorientasi masyarakat dan dipilih figur yang mampu dan mau melaksanakannya. Sehingga figur dan programnya berorientasi pada kebutuhan, selera dan harapan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kalau diperhatikan dari berbagai tulisan di media, calon yang diusung adalah orang populer, sudah banyak melakukan sosialisasi dan ada hitung-hitungan kalah menang yang kurang relefan, seperti jumlah pemilih dalam pemilu pada partai pengusung, asal usul calon, organisasi-organisasi pendukung dan primordial lainnya. Sedangkan pasar selalu berubah, karena kebutuhan, selera dan harapan juga berubah, kajian pasar untuk mengetahui perubahan, kecendrungan mana pasar itu berubah, perubahan pasar tidaklah tiba-tiba, belum tentu analisa konvensional diatas sesuai dengan perubahan pasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebelum pilkada, atau pemilu sudah banyak orang perorang atau partai melakukan “sosiaslisasi”, sosialisasi figur atau konsep program dengan harapan mendapat dukungan dan banyak pula dengan membagi-bagi ini itu. Sah sah saja komunikasi pemsasaran memberi cendramata namanya, kepada orang yang telah mau menghadiri dan memberikan informasi dan mengeluarkan pendapat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ilmu komunikasi Pemasaran mengatakan, sebelum produk dipromosikan dan didistribusikan besar-besaran, dilakukan dengan uji pasar terhada produk yang akan dipasarkan dalam jumlah terbatas disebar pada wilayah terbatas dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat (calon konsumen), kemudian dilakukan pengujian pasar untuk mengetahui apa respon masyarakat (konsumen) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terhadap produk tersebut, respon itu bisa pendapat tentang isi, kemasan, label, sistem distribusi, warna, dan lain sebagainya. Kalau masih belum cocok dengan kebutuhan, selera dan harapan pasar, maka dilakukan perbaikan-perbaikan disana-sini, kalau semua sudah beres, dilakukan persiapan produk dalam jumlah besar, sesuai dengan target penjualan. Dan diakukan persiapan promosi besar-besaran (kampanye).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bila produk sudah siap dipasar dan sistem distribusi juga sudah tertata, dilakukan promosi terpadu (integrated marketing comunicatiaon) termasuk kampanye. Dengan mengerahkan segala sumber daya promosi. Bila produk belum siap, sistem distribusi belum tertata, produk belum berada di pengecer, promosi besar-besaran (kampanye) tidak akan berhasil dan mubazir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tetapi pada uji pasar tidak mesespon dengan baik malah cendrung menolak, maka kegiatan produksi produk dihentikan guna menghindari kerugian yang lebih besar, karena pasar tidak bisa dipaksa. Dan kalau mau mereka yasa pasar biaya promosinya sangat tinggi, butuh waktu panjang dan tetap resiko gagal pasar tetap tinggi. Kalau keuangan perusahan kurang kuat, mereka yasa pasar bukan suatu yang bijak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Identik dengan hal ini juga dilakukan oleh pemerintah dam menguji suatu produk/kebijaksanaan/program pembangunan dipakai istilah sosialisasi, demplot, uji coba program. Kalau tidak bisa diterima masyarakat, kebijakan atau program dihentikan. Kalau ada kebijakan yang terpaksa dilakukan, resiko teknis, ekonomi, sosial, dan politik yang sangat tinggi harus diambi, maka biaya promosi atau sosialisasnya juga sangat tinggi.(ini disebut kebijakan yang tidak populer atau kebijakan buah simalakama tetapi harus diambil)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sosialisasi dalam rangka pilkada juga sebaiknya demikian, sosialisasi tidak hanya memperkenalkan bakal calon, tetapi jajak pendapat calon pemilih (masyarakat) terhadap program, apakah rancangan visi, misi, strategi dan program pembangunan sudah sesuai dengan kebutuhan, selera dan harapan masyarakat. Kalau belum lakukan perbaikan, sehingga visi, misi, strategi dan program pembangunan yang akan diusung adalah visi, misi. Strategi dan program masyarakat, kalau sudah demikian masyarakat akan mendukungnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kalau program tidak bisa diterima masyarakat, bisa diperbaiki, kalau figur yang tidak bisa diterima masyarakatlebih baik mengundurkan diri, sehingga dana promosi (baca kampanye dan sosialisasi dan lain-lain) tidak sia-sia. Sehingga yang akan menjadi calon pada pilkada tidak banyak, mungkin dua pasang saja, sehingga pemenang akan mendapat legitimasi yang lebih baik di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Produksi berorientasi pasar, seperti yang tersirat pada tulisan diatas, promosi juga demikian, harus berorientasi pasar. Pada produk (barang, barang, potensi investasi, ide/konsep/program) perusahaan tidak akan membidik semua segmen pasar, hanya segmen pasar tertentu saja yang akan dibidik, sehingga promosi/kampanye lebih fokus pada target sesuai segmen pasar yang hendak dituju.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lain halnya dengan kampanye pilkada, harus membidik semua segmen pemilih untuk memenangkan pilkada. Program sudah jelas yang akan dapat memenuhi sebahagian terbesar masyarakat, sudah tercantum pada visi, misi, strategi dan program para calon, dokumen ini sebagai acuan awal dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kepala daerah, pada hakekatnya inilah kontrak sosial atau kontrak politik para calon kepada partai pengusung dan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam kampanye calon seharusnya tidak lepas visi, misi, strategi dan programnya, tetapi dalam pelaksanaan kampanye disesuaikan dengan segmen masa yang dihadapi, jadi ada penonjolan-penonjolan dari program, promosi / kampanye yang sesuai dengan segmen pasar pada waktu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tema kampanye bisa berubah-rubah, namun tidak lepas dari visi, misi, strategi dan program, disinilah peran tim sukses atau tim kampanye, dengan jeli melihat perubahan dimasyarakat dan saingan politik (saya kurang suka dengan istilah lawan politik yang konotasinya akan melumpuhkan lawan). Input dari “market inteligence” dan analis politik dari tim sukses sangat dibutuhkan untuk memilih tema-tema kampanye, dan sangat dibutuhhkan keahlian dan kejelian melihat situasi politik saat itu, mungkin dalam hal ini ahli komunikasi politik yang dapat menjelaskan lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita bercermin, dengan pemilihan presiden di AS, calon Partai Republik yang mengumpulkan suara sedikit dalam konvensinya, langsung saja mengundurkan diri, Partai Demokrat juga demikian, satu calon mengundurkan diri, dua calon Barack Obama dan Hilary Clinton masih bertahan, karena perolehan pendukungnya kejar mengejar. Layak mereka terus bertahan, mereka sangat rasioanal dalam pemilihan presiden, tidak ada perjuangan sampai titik darah terakhir atau sampai dana kampanye habis. Kampanye dinegeri itu dimandori oleh suatu manajemen profesional sebagai pelaksana kampanye maupun konsultan kampanye, tidak ada agenda lain selain memenangkan kliennya yang membayar, kalau salah dan tidak mampu langsung mengundurkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lain halnya di Indonesia, kebanyakan tim sukses terdiri dari orang yang berkepentingan, sehingga kajian pasar, penjajakan pasar, sosialisi diwarnai oleh berbagai kepentingan, sehingga informasi yang masuk dan dianalisa juga data yang sarat pula dengan kepentingan. Orang yang terlibat sebagian kurang memahami komunikasi politik, banyak diantaranya pemain alam dalam perpolitikan, itulah sebabnya banyak analisa politik kebobolan pada beberapa pilkada akhir-akhir ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pasar politik dengan pasar produk itu identik, pasar itu berubah, pasar itu tidak berubah dengan tiba-tiba, kecendrungan bisa dibaca oleh ahlinya yang independen, tidak sarat dengan kepentingan. Orang yang ahli melihat pasar politik, independen dan tidak ada kepentingan, saat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ini masih barang langkah, dan bisa dimaklumi perpolitikan Indonesia berkembang seperti ini belum cukup satu dasa warsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lembaga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;konsultan politik atau konsultan kampanye belum berkembang, jumlahnya belum sebelah jari tangan, itupun semuanya berada di Jakarta, sedangkan politik, sosial dan budaya masyarakat di daerah tidak sama dengan daerah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sepanjang penjajak pasar politik, analis politik tidak netral dan idependen akan menghasilkan kesimpulan yang bias, gagal dalam kampanye dan akhirnya gagal memenangkan pilkada atau pemilu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Stigma politik itu selalu berubah, itu benar, karena manusia selalu berubah, politik itu berubah detik per detik, seolah-olah tidak terbaca atau ada yang mengatakan “&lt;i style=""&gt;politic is unpredictabel&lt;/i&gt;” juga tidak demikian, kecendrungannya sudah bisa dibaca, itu hanya pembenaran terhadap situasi tertentu oleh sementara elite politik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ahli komunikasi pemasaran di sebuah perusahaan setiap saat melakukan pengamatan, sehingga assumsi-assumsi yang layak dipakai dan parameter-parameter apa saja yang mempengruhi, mereka sudah mengetahui, sehingga pemasaran atau penjualan dapat di predikasi, tetapi analis politik tidak bekerja setiap hari, ia kerja intensif ketika menjelang pemilu dan pilkada, sehingga kurang terlatih, Banyak diantara tidak mengetahui asumsi yang tepat, dan parameter apasaja yang mempengaruhi, kemana bergeraknya dan berapa besar pengaruhnya, sehingga politik dikatakan tidak bisa diprediksi, seperti gempa bumi saja. Memprediksi perpolitikan didaerah jauh lebih sulit dibanding nasional. Jajak pendapat dan analisa politik nasional secara ilmiah sering dipublikasi, sedangkan daerah hampir tidak ada. Kalau diikuti terus dan diamati secara sistematis dengan pendekatan ilmiah oleh analis politik daerah, tentu bisa, tetapi mereka belum banyak atau mungkin tidak ada sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dasril Daniel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengajar Ilmu Komunikasi Pemasaran, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;STIPOL Nurdin Hamzah, Jambi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5472834641928347720-6020940094447609756?l=dasvenches.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dasvenches.blogspot.com/feeds/6020940094447609756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/09/komunikasi-pemasaran-dalam-pilkada-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6020940094447609756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5472834641928347720/posts/default/6020940094447609756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dasvenches.blogspot.com/2008/09/komunikasi-pemasaran-dalam-pilkada-dan.html' title='Komunikasi Pemasaran Dalam Pilkada dan Pemilu'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
